Tutup Iklan

Indahnya Puncak Natas Angin: Ada Petilasan Bung Karno - Wali Songo

Setiap bulan suro atau muharam, para peziarah sering datang ke tempat-tempat petilasan tersebut untuk menaikan doa. Setelah mereka berziarah, mereka akan mengambil air suci yang dianggap sebagai berkah bagi para peziarah.

 Puncak Natas Angin, Pegunungan Muria, Kabupaten Kudus (Instagram/@explorekudus)

SOLOPOS.COM - Puncak Natas Angin, Pegunungan Muria, Kabupaten Kudus (Instagram/@explorekudus)

Solopos.com, KUDUS – Puncak Natas Angin adalah salah satu dari tujuh puncak Gunung Muria yang dikenal sebagai 7 Summits of Muria. Dari ke tujuh puncak tersebut, Puncak Natas Angin menjadi salah satu dari empat jalur pendakian utama di Gunung Muria.

Kali ini, Solopos.com memantau kegiatan pendakian oleh seorang youtuber bernama Rikas Harsa dengan nama kanal yang sama. Rikas Harsa yang berasal dari Jakarta ini memang aktif dalam mendaki gunung. Sebelumnya, Rikas pernah mendaki Gunung Slamet di Kabupaten Banyumas.

Puncak Natas Angin masuk dalam kawasan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dengan ketinggian 1.602 meter di atas permukaan laut (mdpl). Meskipun ketinggiannya tidak seperti puncak gunung yang mencapai 3000an mdpl, namun keindahan puncak Natas Angin ini tidak bisa disangkal.

Baca Juga: Lezatnya Tiwul Lava Merapi, Ada yang Meleleh

Berada Di Atas Jangkauan Angin

Penamaan “Natas Angin” ini karena puncak ini merupakan yang tertinggi dari tujuh puncak lainnya sampai diyakini kalau puncaknya berada di atas jangkauan angin. Karena inilah nama “Natas Angin” yang berarti puncak yang ada di atas angin, disematkan

Awal pendakian, baru sejauh satu menit saja sudah ada pos pendakian dan tim Rikas Harsa ini menyebutnya sebagai pos pendakian paling singkat di antara gunung-gunung yang pernah dia daki sebelumnya.

Jalur pendakian menuju puncak Natas Angin terbilang stabil dan tekstur jalannya sebagian besar berbatuan dan medannya sangat curam dan luas jalurnya hanya setapak sehingga perlu hati-hati saat mendaki, apalagi saat cuaca sedang hujan deras.

Baca Juga: Diramalkan Kelep, Rumah Warga di Pesisir Semarang Ini Nyaris Amblas

Petilasan Ir. Soekarno

Namun dari banyaknya jalan yang berbatu itu, ada sebagian jalan yang sudah disemen yang diperuntukan untuk petani kopi lokal. Selama mendaki di jalur pendakian, banyak juga ditemukan beberapa petilasan dari tokoh pewayangan, salah satunya petilasan Abiyoso.

Setiap bulan suro atau muharam, para peziarah sering datang ke tempat-tempat petilasan tersebut untuk menaikan doa. Setelah mereka berziarah, mereka akan mengambil air suci yang dianggap sebagai berkah bagi para peziarah.

Petilasan tersebut ada di pos tiga pendakian dan karena banyaknya petilasan yang dikunjungi banyak peziarah tersebut,  disediakan pula warung untuk beristirahat para peziarah tersebut yang rata-rata sudah sepuh (lansia). Air suci tersebut berada di sebuah kolam dan peziarah tidak diperbolehkan untuk berendam.

Baca Juga: Dampak Rob, Rumah di Pesisir Pekalongan Kelep Permanen

Singkatnya, tibalah Rikas dan rekan-rekannya di pos lima pendakian di mana mereka harus melakukan pendataan diri. Di pos lima juga ada tempat pertapaan salah satu anggota Walisongo, penyebar agama Islam di Jawa melalui media seni dan budaya.

Terdapat juga petilasan Presiden Soekarno yang konon ceritanya sang proklamator kemerdekaan itu pernah datang ke jalur pendakian tersebut untuk bertapa. Tenpat petilasan Ir. Soekarno tersebut terdapat bendera merah putih sebagai penghormatan kepada bapak pendiri bangsa.

Jalur Naga dan Jalur Bebek

20 menit menuju puncak Natas Angin, Rikas dan rekan-rekannya sampai di puncak bayangan. Untuk mencapai puncak Natas Angin dari puncak bayangan, ada dua jalur yang bisa diambil, yaitu jalur naga dan jalur bebek. Namun jalur naga selalu dipilih banyak pendaki karena jalurnya stabil.

Baca Juga: Batik Pemalangan, Coraknya Unik, Pewarnanya Alami Hlo

Setelah menempuh waktu 3 jam, 48 menit, 10 detik, sampailah mereka di puncak. Di puncak tersebut, segala rasa lelah akan terbayarkan karena pemandangannya begitu indah dan memukau, salah satunya berupa hamparan hijau pepohonan yang asri.

Gunung Muria merupakan tempat edukasi pendakian bagi para pendaki yang ingin belajar mendaki gunung. Jalurnya yang stabil membuat jalur pendakian di gunung ini dirasa ramah bagi para pendaki baru.

Sementara itu, selain puncak Natas Angin, enam puncak lainnya yang ada di Gunung Muria adalah Puncak Songolikur, Agro Kiloso, Puncak Abiyoso, Puncak Agro Jembangan, Puncak Candi Angin dan Puncak Temulus.


Berita Terkait

Berita Terkini

Rahasia Kelezatan Nasi Kropokhan, Santapan Favorit Sultan Demak

Nasi Kropokhan adalah makanan khas Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Makanan ini dipercaya sebagai menu favorit raja-raja masa Kesultanan Demak.

Mitos Pohon Walitis Raksasa, Bekas Tancapan Tongkat Ki Ageng Makukuhan

Nama Walitis berasal dari dua kata, yaitu wali dan titis yang berarti pohon tersebut adalah titisan seorang wali, tokoh penyebar agama Islam di Jawa.

Hujan dan Angin Kencang Landa Grobogan, Pohon Tumbang Timpa Rumah

Hujan deras disertai angin kencang melanda Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, mengakibatkan sejumlah pohon tumbang ke jalan dan rumah.

Mantap! Ikut Vaksinasi, Warga Kudus Dapat Sepeda Motor

Vaksinasi berhadiah digelar di Kabupaten Kudus dengan hadiah berupa sepeda motor agar warga terdorong untuk menerima vaksin Covid-19.

Innalilahi! 10 Bulan, 150 Orang di Cilacap Tewas, Ini Pemicunya

Sebanyak 150 orang meninggal dunia di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) dalam kurun waktu 10 bulan, Januari-Oktober 2021 akibat kecelakaan lalu lintas.

Waduh! Giliran Kantor DPRD Jateng Digeruduk Anggota Pemuda Pancasila

Massa Ormas Pemuda Pancasila mendatangi Kantor DPRD Jateng di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jumat (26/11/2021).

Tol Semarang-Demak Seksi II Ditarget Rampung 28 Oktober 2022

Pembangunan Tol Semarang-Demak seksi II, ruas Sayung-Demak, ditarget selesai atau bisa digunakan mulai 28 Oktober 2022.

Jelajahi Desa Sejahtera Astra Temanggung, Produsen Kopi dan Wisata Alam

Sejak dibina Astra tahun 2018, jumlah masyarakat terpapar program DSA hingga tahun 2021 mencapai 5.500 orang dari hanya sekitar 200 orang pada tahun 2018.

Pengembala Kambing di TPA Ngembak Grobogan Temukan Mayat Bayi

Seorang pengembala kambing menemukan jenazah bayi laki-laki di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Ngembak, Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

Diringkus! Komplotan Pembobol Brankas Kantor di Jateng, Gasak Rp1,3 M

Aparat Ditreskrimum Polda Jateng meringkus komplotan spesialis pembobol brankas yang telah beraksi di empat lokasi dan menggasak uang yang totalnya mencapai Rp1,3 miliar.

Hendak Ditangkap Polisi, Suami Bunuh Istri di Tegal Pilih Bunuh Diri

Tak mau ditangkap polisi setelah bunuh istri, suami di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng), memilih menghabisi nyawanya sendiri atau bunuh diri.

Ndas Borok Kuliner Khas Temanggung, Lezat Tak Seburuk Namanya

Salah satu kuliner unik khas Temanggung, Jawa Tengah, adalah Ndas Borok, yang terbuat dari campuran singkong, kelapa parut, dan gula merah.

Bukit Gendol, Gunung Api Purbakala di Lereng Merapi

Bukit Gendol merupakan gunung api purba di lereng Merapi yang berlokasi di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah

Bajingan, Kuliner Unik Temanggung

Bajingan adalah kuliner unik nan khas dari Temanggung yang sangat enak dengan tekstur halus dan rasa yang manis.

Mitos Ratu Kalinyamat & Larangan Pria Kudus Nikahi Wanita Jepara

Legenda Ratu Kalinyamat dikaitkan dengan mitos larangan menikah antara wanita Jepara dengan pria Kudus.

Menang Lawan Persika, Pemain PSISa Digelontor Bonus

Para pemain PSISa Salatiga digelontor bonus berupa uang tunai seusai menundukkan Persak Karanganyar dalam laga lanjutan Liga 3 Zona Jateng.