Panen garam di Wedung, Kabupaten Demak, Jumat (3/7/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)

PT Garam memprediksi jika impor garam 3,7 ton menimbulkan stok berlebih, maka harga garam bisa jatuh.

Solopos.com, JAKARTA -- Direktur Utama PT Garam Budi Sasongko mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait rencana impor garam 3,7 juta ton yang diketok oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Budi mengakui belum mengetahui dengan detail terkait rencana impor garam ini. Detail itu seperti apakah impor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri atau aneka pangan dan kapan garam impor akan mulai masuk ke Indonesia.

"[impor] 3,7 [ton] itu garam yang mana? Kebutuhan nasional termasuk konsumsi aneka pangan, industri atau yang mana kan belum tahu. Intinya kalau PT Garam induknya kan ke KKP. KKP bagaimana? Kapan harus impor dimulai juga belum tahu," katanya ketika dihubungi Bisnis/JIBI, Senin (22/1/2018).

Kendati demikian, menurutnya, jika seumpamanya impor garam ini membuat stok berlebih, maka potensi jatuhnya harga garam tidak akan terhindarkan. Bahkan, harga bisa jatuh meskipun suplai garam industri tidak merembes ke pasar. Baca juga: Impor Garam 3,7 Ton Bikin Stok Berlebihan & Jatuhkan Petambak.

"Memang kalau saya amati saja, secara psikologis biasanya otomatis ya. Enggak sampai merembes saja kalau suplai ini kuat, ini pasar kita bicara. Walaupun belum merembes atau tidak tapi, secara psikologis akan turun," tambahnya. Baca juga: Impor Garam Dinilai Tabrak UU, Harusnya Ditolak Jokowi.

Adapun untuk PT Garam sendiri, Budi optimistis bisa memproduksi 350.000 ton garam untuk kebutuhan rumah tangga dan konsumsi aneka pangan dari ladang garam.seluas 5.000 hektare.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten