Impian Malala Yousafzai Sejak Lama Akhirnya Terpenuhi
Malala Yousafzai (Bbc.co.uk)

Solopos.com, ISLAMABAD Peraih Nobel Perdamaian, Malala Yousafzai, akhirnya pulang ke tanah kelahirannya di Pakistan sejak ditembak oleh militan Taliban pada 2012 silam. Ini merupakan kali pertama kepulangannya setelah menjadi korban penembakan enam tahun yang lalu.

Selain mengunjungi keluarga, kepulangan Malala Yousafzai ini sekaligus untuk mengampanyekan pendidikan untuk kaum perempuan. Sebagai informasi, dia telah tiba di Pakistan sejak Kamis (29/3/2018). Dalam rekaman video yang ditayangkan televisi lokal, Malala dan kedua orang tuanya tiba di Bandara Internasional Benazir Bhutto, Rawalpindi, Pakistan dengan pengawalan ketat.

"Kembali ke Pakistan adalah impian saja sejak lama. Saya selalu bermimpi hidup damai tanpa rasa takut di Pakistan. Saya ingin melihat kehidupan yang normal di sini," kata Malala seperti dilansir BBC, Sabtu (31/3/2018).

Keriduan Malala akhirnya terobati setelah menginjakkan kaki di Pakistan. Menurut rencana, perjalanan mudik ini berlangsung selama empat hari. Selama di Pakistan, Malala didampingi oleh pengurus lembaga pimpinannya, Malala Fund.

Sosok Malala Yousafzai mendapatkan penghargaan Nobel pada 2014 silam saat usianya 17 tahun. Penghargaan itu diraih berkat kiprahnya mendorong pendidikan bagi anak-anak perempuan. Kini, di usianya yang ke-20, dia mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi kampung halamannya.

Pada 2012 lalu, Malala dilarikan ke Inggris karena terluka parah akibat tembakan dari seorang militan Taliban. Dia ditembak di dalam bus sekolah dalam perjalanan pulang ke rumah. Dia menjadi sasaran tembak karena sangat vokal menyuarakan pendidikan bagi perempuan di tengah konflik yang mencekam di Pakistan.

Kelompok Taliban sengaja menyerang Malal karena dianggap mempromosikan budaya barat di Pakistan. Itulah sebabnya dia menjadi sasaran penyerangan hingga akhirnya terluka parah. Beruntung, dia masih bisa diselamatkan dari kejadian tragis itu. Betapa tidak, sebagian tengkoraknya harus diangkat untuk menangani pembengkakan di otak akibat tembakan tersebut.

Sejak sembuh, Malala terus menyuarakan hak anak-anak memperoleh pendidikan di seluruh dunia. Dia mendirikan lembaga Malala Fund sebagai wujud kepedulian terhadap masa depan anak-anak, khususnya perempuan. Dia berharap anak-anak perempuan bisa belajar dan memimpin tanpa rasa takut.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom