IMLEK 2018 : Sepenggal Kisah Pembuat Kue Keranjang di Semarang

IMLEK 2018 :  Sepenggal Kisah Pembuat Kue Keranjang di Semarang

SOLOPOS.COM - Istri Ong Eng Hwat tengah menyiapkan kue keranjang pesanan pelanggan di rumahnya, Kampung Kentangan, Semarang Tengah, Rabu (7/2/2018). Pesanan kue keranjang meningkat menjelang Imlek atau Tahun Baru China. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Imlek 2018 diwarnai dengan pembuatan kue keranjang di kalangan warga Tionghoa.

Solopos.com, SEMARANG – Tahun Baru China atau Imlek memang tak bisa dipisahkan dari kue keranjang atau nian gao. Kue yang terbuat dari tepung ketan itu kerap beredar di pasaran saat menjelang tahun baru sesuai tarikh Imlek seperti saat ini.

Kendati demikian, ada satu hal yang membuat masyarakat Tionghoa atau yang menekuni industri pembuatan kue keranjang resah menjelang Imlek 2018 ini. Harga kebutuhan pokok, seperti beras ketan yang melambung tinggi membuat para pembuat kue keranjang menjerit.

Salah seorang pembuat kue keranjang di kawasan Pecinan, Kampung Kentangan Tengah RT 003/RW 005, Kecamatan Semarang Tengah, Ong Eng Hwat, mengaku pesanan kue yang bertekstur kenyal itu sebenarnya cukup banyak menjelang Imlek kali ini.

Kendati demikian, pria yang telah menekuni bisnis kue keranjang sejak 1960-an itu mengaku tidak bisa memenuhi seluruh pesanan. “Sekarang sulit. Harga bahan bakunya mahal. Beras ketan sekarang harganya Rp25.000 per kg, lebih tinggi dari biasanya yang berkisar Rp14.000/kg. Harga bahan baku mahal, praktis kami jual juga mahal,” ujar Ong saat dijumpai Semarangpos.com di rumahnya, Rabu (7/2/2018).

Ong menyebutkan untuk setiap kue keranjang dirinya menjual dengan harga Rp53.000-Rp55.000. Harga tersebut tergolong mahal hingga membuat pesanan sepi. “Tapi mau bagaimana lagi? Bahan bakunya mahal otomatis harganya juga kami naikkan,” tutur Ong.

Ong menambahkan sepinya pesanan itu pun membuatnya prihatin. Padahal, selama ini kue keranjang menjadi makanan wajib saat Tahun Baru Imlek.

Kue keranjang yang dibuat dari bahan-bahan seperti beras ketan yang dibuat tepung, vanila, dan gula itu sarat filosofi budaya Tionghoa. Rasanya yang manis menjadi harapan semua orang Tionghoa agar ke depan merasakan kehidupan yang serba menyenangkan.

“Sedangkan, tekstur yang kenyal dan lengket menyimbolkan eratnya tali persaudaraan di kalangan Tionghoa,” beber Ong.

Seorang pekerja tengah menata kue keranjang pesanan pelanggan di Kampung Kentangan, Semarang Tengah, Rabu (7/2/2018). Pesanan kue keranjang meningkat menjelang Imlek atau Tahun Baru China. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Seorang pekerja tengah menata kue keranjang pesanan pelanggan di Kampung Kentangan, Semarang Tengah, Rabu (7/2/2018). Pesanan kue keranjang meningkat menjelang Imlek atau Tahun Baru China. (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Ong merupakan pembuat kue keranjang generasi ketiga. Resep kue keranjang diperoleh dari neneknya yang memulai usaha tersebut pada tahun 1960-an.

Ong mengaku masih mempertahankan resep keluarga itu. Mulai dari pembuatan kue secara tradisional hingga cara memasak dengan memakai tungku kayu bakar.

“Katanya sih kalau membakarnya dengan tungku rasanya lebih enak. Tapi, ya itu jadi lama, untuk memasak hampir delapan jam,” tutur Ong.

Kendati mahal, Ong mengaku kue keranjang buatanya masih tetap diminati. Bahkan, menjelang Tahun Baru 2569 Imlek yang jatuh pada Jumat (16/2/2018) ia tetap banjir pesanan meski tak sebanyak tahun lalu.

“Pesanan paling banyak datang dari Bandung, Jogja, Solo, dan sekitarnya. Kalau dari Semarang malah sedikit. Kebanyakan orang Semarang pesan kue keranjang buatan Tegal yang harganya dua kali lipat lebih murah,” beber Ong.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Pasar, Pusat Kuliner, Hingga Sangiran Sragen Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Sejumlah fasilitas umum dan pelayanan publik seperti pasar, tempat wisata dan Dispendukcapil Sragen tetap buka selama libur Lebaran.

Penanganan Covid-19 Jelang, Selama dan Setelah Libur Idul Fitri

Secara umum, tingkat kasus aktif Covid-19 dan kesembuhan di Indonesia masih lebih baik daripada global.

4 Orang Positif Tes Antigen, Mal Di Solo Boleh Tetap Buka

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo membolehkan mal dan pusat perbelanjaan tetap buka kendati ada empat orang yang positif tes antigen.

Di Usia 75 Tahun, Vespa Hadirkan 7 Warna Baru Penuh Gaya

7 warna baru yang menawan khusus untuk jajaran Vespa Primavera dan Vespa Sprint.

Tak Gelar Open House, Apa Agenda Wali Kota Solo Gibran dan Keluarga Saat Lebaran?

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan tidak akan menggelar open house baik di rumah dinas maupun balai kota pada Lebaran ini.

Ayo Kurangi Mobilitas, Demi Mencegah Persebaran Mutasi Virus Corona

Masuknya varian Covid-19 dari luar negeri telah menyebar di sejumlah daerah di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk mengurangi mobilitas demi mencegah persebaran mutasi virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Rabu 12 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Rabu, 12 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

MUI Perbolehkan Salat Id Digelar Berjemaah, Begini Ketentuannya

Pelaksanaan salat Id hanya diperuntukkan untuk wilayah dengan status zona hijau.

Bawa Mobil Karatan, Wanita Cantik Ini Bagi-Bagi Duit & Sembako Di Solo

Seorang wanita cantik membagi-bagikan sembako dengan berkeliling menggunakan mobil pikap karatan di wilayah Kota Solo.

Pemkot Madiun Perbolehkan Masyarakat Gelar Salat Idulfitri

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan salat Idulfitri boleh diselenggarakan di masjid-masjid dan harus mematuhi protokol kesehatan.

Juara Liga Italia, Inter Milan Malah Diterpa Krisis Keuangan

Wakil Presiden Inter, Javier Zanetti, mengakui ada masalah keuangan di klub. Dia juga mengatakan tak menutup kemungkinan jika Suning Grup selaku pemilik bisa melego klub.

Yussa Nugraha Kian Dekat ke Laskar Sambernyawa

Manajemen Persis dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan dengan penyerang 20 tahun tersebut.