IMLEK 2018: Asyik, Lampion Dinyalakan Hingga Pukul 01.00 WIB

 Lampu lampion perayaan Tahun Baru Imlek di depan Pasar Gede Solo diuji coba, Senin (5/2/2018) malam. (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Lampu lampion perayaan Tahun Baru Imlek di depan Pasar Gede Solo diuji coba, Senin (5/2/2018) malam. (Nicolaus Irawan/JIBI/Solopos)

Lampion di Pasar Gede dan Jalan Jenderal Sudirman dinyalakan sampai pukul 01.00 WIB.

PromosiDi Balik Rendahnya Konsumsi Buah, Ada Pangsa Pasar Besar di Luar Negeri

Solopos.com, SOLO—Panita Bersama Imlek 2018 akhirnya memperpanjang durasi nyala lampion di kawasan Pasar Gede dan Jl Jenderal Sudirman hingga pukul 01.00 WIB setiap harinya.

Keputusan itu mereka ambil setelah mendapat banyak masukan dari masyarakat. Panitia juga memperoleh dukungan langsung dari Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo untuk menyalakan lampion hingga dini hari. (baca: IMLEK 2018 : Soal Merajut Kebinekaan, Ini Kata Wali Kota saat Grebeg Sudiro)

Ketua Panitia Bersama Imlek 2018, Sumartono Hadinoto, menjelaskan sejak Selasa (6/2/2018) lalu, panitia hanya menyalakan lampion hingga pukul 23.00 WIB karena menyesuaikan dengan hasil rapat koordinasi bersama perwakilan Polresta Solo, Dishub Solo, Satpol PP Solo, dan instansi terkait lainnya.

Peserta rapat menilai lampu lampion mesti dimatikan lebih awal tidak lain demi masalah keamanan dan menunjang kelancaran lalu lintas.

Maka dari itu, Sumartono meminta pengertian dari para pangguna kendaraan yang ingin melewati Jl Jenderal Sudirman maupun kawasan Pasar Gede saat lampion mulai dinyalakan dengan durasi yang lebih lama hingga pukul 01.00 WIB. Dia berharap para pengguna kendaraan tersebut bisa lebih berhati-hati dan sabar saat melewati jalanan yang tengah dipadati masyarakat.

“Kami bisa mengerti kenapa lampion disepakati harus dimatikan pukul 23.00 WIB. Tapi ternyata setelah kami lakukan hal itu, banyak sekali masyarakat yang memberi masukan ke panitia, termasuk juga Pak Wali agar lampion lebih baik dinyalakan lebih lama,” kata Sumartono saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (12/2/2018).

Sumartono memastikan tidak akan ada masalah dengan PLN jika lampion dinyalakan hingga dini hari. Bahkan dari awal Panitia Bersama Imlek 2018 telah mempunyai kontrak kerja sama dengan PLN untuk bisa menyalakan lampion hingga dini hari seperti pada perayaan Imlek tahun-tahun sebelumnya.

Sumartono menjelaskan, panitia kini tinggal memastikan persetujuan dari Kapolresta Solo agar lampu lampion di kawasan Pasar Gede dan Jl Jend. Sudirman bisa dinyalakan hingga pukul 01.00 WIB. Dia mendapat kabar jika Wali Kota berkenan melobi langsung Kapolresta untuk bisa mengeluarkan persetujuan itu.

“Pak Wali tadi pagi sempat telpon. Pak Wali menyampaikan bahwa Satpol PP dan Dishub Solo sudah beliau kontak untuk membantu penjagaan hingga pengaturan lalu lintas selama lampion tetap menyala sampai dini hari. Tinggal persetujuan dari Polresta, namun katanya mau ditelponkan Pak Wali,” papar Sumartono.

Sumartono menilai lampion memang perlu dinyalakan hingga dini hari untuk memfasilitasi masyarakat luar daerah khususnya, yang tengah berada di Solo. Keberadaan lampu lampion diminati masyarakat untuk dijadikan sebagai latar belakang foto.

“Kebanyakan masukan yang datang kan menyampaikan bahwa orang luar daerah yang sedang berada di Solo kecewa tidak bisa menikmati lampion lama-lama. Mereka baru bisa keluar malam, dan lampu lampion sudah mati pada pukul 23.00 WIB,” terangnya.

Sebelumnya, Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, saat memberikan sambutan dalam acara Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2018, Minggu (11/2/2018) sore, mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat yang mempertanyakan kenapa lampion hanya hidup sampai pukul 23.00 WIB. Dia berkomitmen bakal membangun koordinasi dengan Kapolresta Solo guna membahas masalah itu.

“Soal lampion, banyak keluhan dari masyarakat. Lampion pukul 23.00 WIB kok sudah mati? Masyarakat sayang, ke Solo sedih. Akan kami koordinasikan masalah ini ke Kapolresta, Dishub dan juga Satpol PP,” tutur Rudy.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Warga Jakarta Mulai Sulit Cari Rumah Sakit, KSP: Jangan Panik

Abraham mengimbau warga Ibu Kota tidak panik menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang diprediksi akan terjadi beberapa waktu ke depan. 

Event Wisata & Budaya Solo Digadang-gadang Tarik Minat Banyak Wisatawan

Pada masa pandemi, perlu ada beberapa penyesuaian untuk mendukung faktor kesehatan dalam pelaksanaan event-event besar di Kota Solo.

Doa Ketika Mendengar Ramalan Buruk Menurut Ajaran Islam

Berikut ini terdapat doa ketika Anda mendengar ramalan buruk menurut ajaran Islam, sebagaimana diungkap Nahdlatul Ulama (NU).

Eks TPA Gebangharjo Wonogiri Disulap Jadi Objek Wisata Bukit New Sogi

Objek wisata di eks TPA Gebangharjo saat ini dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul anak muda yang tinggal di wilayah sekitar.

Jadwal Bioskop XXI Hari Ini (29/1/2022): Weekend, Filmnya Seru-seru

Berikut ini jadwal bioskop XXI hari ini, Sabtu, 29 Januari 2022 di Kota Solo dan beberapa kota lainnya. Apa saja film yang tayang?

Lirik Lagu di Sana Menanti di Sini Menunggu - Duo Ageng

Berikut ini lirik lagu di Sana Menanti di Sini Menunggu dari Duo Ageng feat Ageng Music, yang telah tayang pada Senin, 24 Januari 2022 di Youtube dan ditonton lebih dari 390.000 kali.

Asyik! Kota Madiun Punya Objek Wisata 5 Ikon Negara di Dunia

Ada lima ikon negara di dunia yang bakal dibangun di Kota Madiun dan saat ini yang sudah berdiri adalah patung Merlion dan Kakbah.

Ada Pemeliharaan Jaringan, Cek Pemadaman Listrik Wonogiri Hari ini

Berikut ini jadwal pemeliharaan dan pemadaman listrik yang terjadi di Wonogiri, Jawa Tengah, pada hari ini, Sabtu, 29 Januari 2022.

Damkar Sukoharjo Gandeng Semua Perusahaan Punya Hidran Jadi Mitra

Sekitar 20 perusahaan yang berdiri di Sukoharjo saat ini sudah menandatangani MoU dengan Damkar Sukoharjo dalam hal penanganan kebakaran.

Sensasi Makan Pentol Bakar 1 Meter di Sriwedari Solo, Pedasnya Nampol!

Seorang pedagang kuliner di selter barat Pengadilan Negeri Solo membuat inovasi unik yakni pentol bakar sepanjang 1 meter yang tidak hanya enak tapi juga mengenyangkan.

Dihapus pada 2023, Ini Jumlah Pegawai Honorer Pemkot Solo

Pegawai honorer atau tenaga kontrak dengan perjanjian kerja (TKPK) di Kota Solo masih sangat dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan jumlah PNS.

Polisi Kupang Tambal Jalan Demi Cegah Kecelakaan

Penambalan jalan merupakan bagian dari Polri Presisi.

Polda Jabar Bekuk Tokoh Perusuh di Depan Mapolda

Sejumlah orang tersebut, kata dia, diduga memimpin aksi ormas GMBI hingga menimbulkan kericuhan.

Selamatkan Perempuan dari Bunuh Diri, Sopir Bus Dihadiahi Penghargaan

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu kemudian mengundang Khaerun ke Balai Kota Jakarta sebagai bentuk apresiasi.

Modus Baru Penipuan, Pura-Pura Ditabrak lalu Menuduh Korban Pencuri

Modus baru penipuan dengan menjadi korban tabrak lari dan menuduh korban sebagai pencuri menjadi perhatian banyak orang.