Iming-Iming Tanpa Riba, Sindikat Penipuan Rumah Syariah Makan Ribuan Korban
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono (tengah) memberikan keterangan tentang kasus penipuan perumahan syariah di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/12/2019). (Antara - Galih Pradipta)

Solopos.com, JAKARTA -- Penyidik Subdirektorat Harta dan Benda Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil membongkar kasus penipuan bermodus perumahan syariah dengan korban hingga 3.680 orang.

Dalam pengungkapan tersebut polisi menangkap empat tersangka yakni MA, SW, CB, dan S. Empat orang ini diketahui terlibat langsung untuk merencanakan pembangunan perumahan fiktif untuk menjerat para korbannya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono di Jakarta, Senin (16/12/2019), mengatakan modus komplotan ini adalah menawarkan perumahan dengan harga murah dan iming-iming perumahan syariah.

"Katanya rumah ini harganya murah, tidak riba, tidak pakai bunga bank, tidak perlu cek bank, dan sebagainya. Jadi bernuansa syariah semuanya sehingga masyarakat menjadi tertarik," kata Gatot.

6 Rumah Mewah di Jakarta Dihuni Komplotan Penipu Asal China

Dijelaskan Gatot, komplotan ini berhasil menipu korban yang jumlahnya mencapai 3.680 orang. Sebanyak 63 orang di antaranya telah melapor dan diperiksa oleh Polda Metro Jaya.

Adapun total kerugian yang diderita oleh para korban mencapai Rp40 miliar.

Resmi! Vanessa Angel Menikah

"Dari penelusuran kita ini ada lebih kurang 3.680 korban dari itu semua kita sudah memeriksa sebanyak 63 korban. Nah kita coba menghitung kerugian berapa, kerugian lebih kurang Rp40 miliar," tuturnya.

Tren Fashion Batik Modern 2020

Cek! Inspirasi Batik Couple yang Bakal Bikin Penampilanmu dan Si Dia Makin Sempurna

Para pelaku ini kini ditahan di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi juga masih terus mendalami aliran dana dari para tersangka.

Patut Dicoba! Tips Agar Tidak Mendengkur Saat Tidur

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dedi Murthi mengatakan para tersangka ini terancam hukuman penjara hingga 12 tahun. "Ada 12 tahun," kata Dedi di Polda Metro Jaya, Senin.

Ngaku Hamil, Mahasiswi UIN Makassar Dibunuh Pacar Pakai Bantal dan Pisau Dapur

Pasal yang diterapkan ada pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Pihak kepolisian juga akan menyita aset para tersangka dan mendalami aliran uang dari para tersangka.

Habib Husein Alatas Jadi Tersangka Kasus Pencabulan, Begini Kronologinya

"TPPU, menyita aset, kemudian memastikan perputaran uang di dalam baik tunai maupun secara perbankan juga akan kita telusuri," pungkasnya.

Sumber: Antara



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom