Imbauan Jemput Siswa Ikuti Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Klaten

Uji coba pembelajaran tatap muka terbatas diberlakukan di sekolah dasar Klaten, Selasa (1/12/2020), namun disertai imbauan jemput siswa.

SOLOPOS.COM - Siswa SMPN 2 Klaten berjalan di halaman sekolah setelah mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah, Jumat (9/10/2020). Hari pertama uji coba pembelajaran tatap muka terbatas diisi dengan materi tentang pencegahan Covid-19. (Espos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Uji coba pembelajaran tatap muka terbatas mulai diberlakukan di tingkat sekolah dasar di Klaten, Jawa Tengah, Selasa (1/12/2020). Imbauan kepada orang tua untuk menjemput pesreta didik kelas I hingga III menyertai uji coba tersebut.

Salah satu wilayah yang menggelar uji coba pembelajaran tatap muka di tingkat SD Klaten itu adalah Kecamatan Bayat. Ada 33 SD negeri dan lima SD swasta di wilayah Bayat. Dari jumlah itu, uji coba tatap muka terbatas diberlakukan di empat SD negeri dan satu SD swasta. SD itu yakni SDN Jarum, SDN Kebon 1, SDN Bogem, SDN Bayuripan 1, serta SD Program Khusus Muhammadiyah Bayat.

“Sebelumnya ada empat SD yang akan menggelar uji coba. Tetapi, tadi ada pengajuan dari salah satu SD swasta dan sudah disetujui dari dinas dan puskesmas untuk menggelar tatap muka terbatas. Sehingga ada lima SD yang mengadakan tatap muka terbatas,” kata Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Bayat, Slamet, saat dihubungi Solopos.com, Senin (30/11/2020).

Parodi Akting Keluarga Betrand Peto, 4 Bocah Tuai Pujian

Bergulirnya uji coba pembelajaran tatap muka di lima sekolah Klaten itu mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19 di wilayah Bayat. Kasus Covid-19 di wilayah Bayat relatif landai dengan mayoritas desa di kecamatan itu tak ada kasus warga terkonfirmasi positif Covid-19.

Selain itu, pertimbangan menggulirkan tatap muka terbatas di lima sekolah itu juga didasarkan pada hasil pengecekan Satgas Covid-19 Kecamatan Bayat. Dari pengecekan itu, kelima SD dinilai paling siap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 mulai dari sarana dan prasarana hingga standar operasional prosedur (SOP).

Slamet menguraikan protokol kesehatan yang diterapkan dalam uji coba pembelajaran tatap muka di Klaten adalah mewajibkan seluruh warga sekolah menerapkan 3M. Selain itu, ada pengecekan suhu tubuh di pintu masuk sekolah. Jumlah siswa per kelas juga dibatasi.

Fengsui Tempat Usaha: Ini Tips Warung Sembako Sukses!

“Tempat duduk sudah diatur satu-satu untuk menjaga jarak. Siswa yang masuk per kelas itu maksimal seperti tiga dari jumlah siswa. Misalkan jumlah siswa satu kelas 20 orang, yang masuk itu tujuh orang. Sisanya secara bertahap masuk siang hari atau keesokan harinya tergantung dari kondisi sekolah,” urai dia.

Tak Wajib Diantar

Terkait berangkat dan pulang siswa, Slamet mengatakan siswa tak harus diantar oleh orang tua mereka. Namun, dia tetap mengimbau agar orang tua atau wali siswa kelas I, II, dan III bisa mengantar dan menjemput anak mereka ke sekolah.

“Imbauan kami kelas I, II, dan III itu tetap diantar dan dijemput orang tua atau saudara. Untuk kelas IV, V, dan VI bisa berangkat dan pulang sendiri namun tetap dalam pengawasan dari sekolah,” jelas dia.

Cermati! Zodiak-Zodiak Ini Bisa Jatuh Cinta demi Uang

Sebelumnya, uji coba pembelajaran tatap muka terbatas sudah dilakukan di tiga SMP negeri di Bayat yakni SMPN 1 Bayat, SMPN 2 Bayat, dan SMPN 3 Bayat. “Protokol kesehatan ketat sudah dilakukan di tiga sekolah. Kami dari Korwil bersama jajaran kecamatan, kapolsek, dan koramil terjun langsung mengecek penerapan protokol kesehatan,” kata dia.

Sementara itu, di Kecamatan Karanganom belum ada SD yang direncanakan menggelar uji coba tatap muka terbatas mulai Selasa (1/12/2020). “Untuk anak didik SD belum ada koordinasi mengingat untuk Kecamatan Karanganom masih ditetapkan sebagai zona merah,” kata Camat Karanganom, Slamet Samudra.

Sementara, untuk tingkat SMP sudah menggelar uji coba tatap muka terbatas yakni di SMPN 1 Karanganom dan SMPN 2 Karanganom sejak pekan lalu. “Ada petugas gabungan dari TNI, polri, kasi Trantib Kecamatan, dan petugas kesehatan dari puskesmas mengecek ke sekolah untuk pengawasan dan pelaksanaannya,” kata dia.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Berita Terbaru

Nekat, Gelar Hajatan di Sukoharjo akan Dibubarkan

Solopos.com, SUKOHARJO-- Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Sukoharjo memperketat pengawasan terhadap hajatan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di...

Kasus Covid-19 di Ponpes Colomadu Karanganyar, Diduga Gegara Santri Nggak Jujur

Solopos.com, KARANGANYAR -- Delapan orang santri putri di salah satu pondok pesantren atau ponpes di Kecamatan Colomadu, Karanganyar, terkonfirmasi...

Penyaluran BST Klaten Difokuskan di Desa Demi Mencegah Kerumunan

Solopos.com, KLATEN – Penyaluran Bantuan Sosial Tunai atau BST tahap 10 pada Januari 2021 melalui Kantor Pos Klaten tetap...

New Normal Sragen: Belanja Nyaman dengan 3M di Supermarket

Solopos.com, SRAGEN — Dua petugas bersiaga di dua pintu masuk Luwes Sragen, Jumat (15/1/2021). Keduanya bertugas mengukur suhu tubuh...

Tempat Ibadah Solo Diperketat Selama PPKM!

Solopos.com, SOLO — Tempat peribadatan memperketat protokol kesehatan jelang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Upaya tersebut sebagai wujud tempat...

Terapkan Paseduluran Keluarga, Warga KRB III Merapi Selalu Siap Mengungsi

Solopos.com, KLATEN — Warga di kawasan rawan bencana atau KRB III erupsi Gunung Merapi di Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang,...

80% Warga Sragen Sudah Mematuhi Aturan PPKM

Solopos.com, SRAGEN — Tingkat kepatuhan warga Sragen dalam mentaati Instruksi Bupati tentang pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM mencapai...

Ubahlaku Pandemi Covid-19, Pekerja Solo Sesuaikan Kebijakan Kantor

Solopos.com, SOLO — Perusahaan-perusahaan di Kota Solo, Jawa Tengah menyesuaikan pola kerja pekerjanya sebagai antisipasi penyebaran virus corona pemicu...

Petugas DPKPP Klaten Keliling Sawah Ajak Petani Pakai Masker

Solopos.com, KLATEN – Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten menggencarkan pemantauan dan sosialisasi ke area sawah di...

Vaksin Nakes Kota Solo Baru Separuh, Kok Bisa?

Solopos.com, SEMARANG — Kota Solo baru menerima jatah 10.620 dosis vaksin Covid-19. Jumlah itu masih separuh dari total kebutuhan...