Kategori: Klaten

Imam Tarawih Positif Covid-19, Belasan Orang Jemaah Masjid Di Manisrenggo Klaten Dites PCR


Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Solopos.com, KLATEN -- Belasan orang jemaah Salat Tarawih masjid di Manisrenggo, Klaten, menjalani tes swab PCR dan isolasi mandiri karena berkontak erat dengan warga positif Covid-19.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, warga yang positif Covid-19 itu berinisial T dan sebelumnya menjadi imam Salat Tarawih di masjid itu pada Senin (12/4/2021).

Keesokan harinya atau Selasa (13/4/2021), T merasakan gejala meriang dan tak bisa mencium bau. Oleh seorang warga yang juga perawat, T disarankan menjalani tes PCR. T lantas menjalani isolasi mandiri.

Baca Juga: 71 Desa Di Klaten Masuk Zona Oranye Risiko Penularan Covid-19

Hasil tes keluar pada Jumat (16/4/2021) yang menyatakan imam diĀ  masjid wilayah Manisrenggo, Klaten, itu positif Covid-19. Camat Manisrenggo, Raharjo Budi Setiyono, membenarkan ada seorang warga berinisial T positif Covid-19.

Setelah T terkonfirmasi positif Covid-19, satgas lantas melacak kontak erat. Dari pelacakan tersebut, ada 16 orang yang terdata dan merupakan makmum saat T menjadi imam Salat Tarawih.

Mereka lantas mengikuti tes antigen dan hasil seluruhnya dinyatakan negatif Covid-19. Setelah tes antigen, belasan orang itu mengikuti tes PCR untuk memastikan kondisi mereka.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Klaten Melonjak Lagi, PPKM Mikro Gagal?

Tes Antigen

"Tes antigen keluar hari itu juga dan semuanya negatif. Kemudian dilanjutkan tes PCR dan sampai saat ini hasil tes belum keluar. Sebanyak 16 orang itu terdiri atas delapan anggota keluarga Pak T dan delapan warga lain [masyarakat sekitar masjid]," kata Raharjo saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (21/4/2021).

Raharjo menjelaskan 16 orang jemaah masjid yang merupakan kontak erat pasien positif Covid-19 di Klaten tersebut kini menjalani isolasi mandiri menunggu hasil tes PCR.

Sementara itu, T juga menjalani isolasi mandiri. "Langkah kami, pemerintah desa dan Satgas Jogo Tonggo kami kumpulkan untuk membahas kebutuhan warga yang isolasi mandiri itu," jelas Raharjo.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Naik Tajam, SMPN 1 Jogonalan Klaten Gelar US Blended Assesment

Belum diketahui dari mana T terpapar virus corona. Namun, T diketahui memiliki mobilitas tinggi. Raharjo menjelaskan untuk sementara waktu, masjid tempat T menjadi imam ditutup sembari menunggu hasil tes PCR belasan orang jemaah.

Satgas terus melakukan sterilisasi masjid. "Jamaah lainnya sementara disarankan menjalankan salat berjamaah di masjid lain," ungkapnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih