Ilmuwan Perbesar Dark Matter, Kerangka Alam Semesta Terungkap

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, CAMBRIDGE — Sebuah tim dari Harvard & Smithsonian Center for Astrophysics baru-baru ini menjalankan simulasi terperinci dari gambar dark matter atau materi gelap. Hasilnya menakjubkan! Tim berhasil mengungkap kerangka alam semesta yang selama ini belum pernah terlihat.

Menggunakan kekuatan supercomputer, tim peneliti memperbesar gumpalan materi gelap terkecil di alam semesta tersebut. Studi tersebut mengungkapkan lingkaran cahaya materi gelap sebagai wilayah aktif langit yang tidak hanya dipenuhi oleh galaksi tetapi juga tabrakan pemancar radiasi.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Kondisi itu memungkinkan tim Harvard & Smithsonian Center for Astrophysics menemukan lingkaran cahaya ini di langit yang sebenarnya.

Taman Nasional Baluran Lepas Liarkan 2 Banteng Jawa

Sepanjang sejarah perkembangan ilmu kosmologi dan astrofisika modern, materi gelap adalah hal yang sangat sulit dipahami. Simulasi tersebut telah menunjukkan gambaran paling realistis, walaupun masih belum sepenuhnya terpecahkan.

Dalam Jurnal Harvard & Smithsonian Center dijabarkan bahwa mereka saat ini masih meneliti lebih lanjut mengenai dark matter. Sambil menunggu hasil dari penelitian tersebut, simulasi dianggap sebagai acuan yang paling akurat dari penjabaran dark matter.

Apa Dark Matter?

Sepanjang sejarah perkembangan ilmu kosmologi dan astrofisika modern, salah satu penemuan yang mungkin paling mengejutkan di abad ke-20 adalah bahwa materi barionik atau materi biasa hanya menyumbang kurang dari 5% dari total massa alam semesta.

Drama Serah Terima Suami ke Pelakor Viral di Tiktok

Materi gelap atau dark matter merupakan suatu materi yang membuat seperempat dari alam semesta. Tanpanya, galaksi akan berantakan.  Sisanya diisi oleh hal yang tidak diketahui atau tidak dikenal dan asing yang oleh ilmuwan disebut sebagai dark matter atau materi gelap.

Jika materi dan energi ditinjau secara terpisah, maka materi biasa hanya menyumbang kurang dari 15% dari total materi yang ada di alam semesta. Sedangkan, 85% sisanya adalah materi gelap. Dengan kata lain, di alam semesta ini persentase materi gelap kurang lebih enam kali lebih banyak daripada materi biasa.

Meskipun materi gelap terdiri atas 85% dari semua materi di alam semesta, ia tidak berinteraksi dengan cahaya. Itu hanya bisa dilihat melalui pengaruh gravitasi yang dimilikinya terhadap cahaya dan materi lainnya. Lebih buruk lagi, upaya untuk mendeteksi materi gelap di Bumi secara langsung sejauh ini belum membuahkan berhasil.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Mengayuh Sejarah Becak yang Lahir di Jepang sejak Restorasi Meiji

+ PLUS Mengayuh Sejarah Becak yang Lahir di Jepang sejak Restorasi Meiji

Di banyak negara berkembang di Asia dan Afrika, bahkan negara maju seperti di Jepang, becak masih menjadi sarana transportasi. Restorasi Meiji menjadi momentum sejarah lahirnya becak sebagai sarana transportasi di Jepang.

Berita Terkini

Harga Dan Spesifikasi Samsung Galaxy XCover 6 Pro

Samsung merilis smartphone baru Galaxy XCover 6 Pro pada Juli 2022. Berapa harga dan spesifikasi Samsung Galaxy XCover 6 Pro?

Ini Cara Download Lagu MP3 dari YouTube

Anda sering mendengarkan lagu-lagu dari Youtube dalam versi MP3. Kemudian ingin download agar bisa di dengarkan offline, ini caranya.

Pengertian dan Fitur Absensi Online Talenta.co

Paling terpentingnya lagi dengan adanya sistem absensi online bisa membantu tim HR untuk memberikan penggajian pada karyawan perusahaan.

ASUS Vivobook 13 Slate OLED (T3300), Laptop Sekaligus Tablet Kekinian

Asus Vivobook 13 Slate OLED memiliki sejumlah fitur unggulan.

Tips Pakai Earphone Agar Tidak Ada Efek Negatif di Telinga

Earphone merupakan aksesoris yang membantu saat ingin mendengarkan musik atau suara dari perangkat elektronik.

Teknologi Militer Israel Terbaru, Bisa Lihat Benda di Balik Dinding

Teknologi militer Israel terbaru Xaver 1000 mampu melihat benda di balik dinding dengan teknologi artificial intelligence atau AI.

Tak Daftar di Kementerian Kominfo, Netflix Dan Twitter Bisa Diblokir

Apabila tidak melakukan pendaftaran PSE lingkup privat seperti Netflix hingga Twitter, menurut Kominfo bisa diblokir pada 21 Juli 2022.

Woi! Ada Warna Baru di Ponsel Lipat Huawei P50 Pocket

Ponsel lipat dari Huawei P50 Pocket kini hadir dengan dua warna baru, yakni Gold dan Silver.

Berikut Cara Memulihkan Akun WA Yang Dibajak

Aplikasi WhatsApp merupakan aplikasi pesan paling banyak penggunannya, sehingga rentan WA dibajak pelaku kejahatan.

Anda Harus Tahu! Ini Tanda WA Dibajak

Anda perlu waspada, aplikasi WhatsApp atau WA bisa disadap kendati dilengkapi fitur enkripsi end-to-end. Untuk mengatahuinya ini tanda WA dibajak.

Apa Itu DVB-T2 Dalam Siaran TV Digital

Pemerintah sudah mulai mengalihkan siaran TV analog ke TV digital. Agar bisa menangkap siaran TV digital dibutuhkan fitur DVB-T2. Apa itu DVB-T2?

Huawei Nova Y90 Meluncur Ini Spesifikasinya

Perusahaan teknologi multinasional asal China, Huawei baru saja meluncurkan smartphone baru untuk kelas menengah, Yakni Huawei Nova Y90.

Solusi Playstore Tidak Bisa Digunakan Biar Bisa On Lagi

Google Playstore tidak bisa digunakan. Adakah yang pernah mengalami kondisi seperti itu? Begini solusinya.

Ini Waktu dan Cara Melihat Fenomena 5 Planet Berjajar Mulai 24 Juni

Fenomena langka terjadi mulai Jumat 24 Juni hingga akhir Juni 2022, yakni lima planet berjajar di langit. Ini waktu yang tepat dan cara melihatnya.

Yuk Melihat Fenomena Langka 5 Planet Berjajar Pada 24 Juni 2022

Hari ini, Jumat 24 Juni 2022 Anda bakal menyaksikan fenomena langka yang hanya terjadi sekitar 18 tahun sekali yakni lima planet akan berjajar di langit.