Ilmuwan Perbesar Dark Matter, Kerangka Alam Semesta Terungkap

Solopos.com, CAMBRIDGE — Sebuah tim dari Harvard & Smithsonian Center for Astrophysics baru-baru ini menjalankan simulasi terperinci dari gambar dark matter atau materi gelap. Hasilnya menakjubkan! Tim berhasil mengungkap kerangka alam semesta yang selama ini belum pernah terlihat.

Menggunakan kekuatan supercomputer, tim peneliti memperbesar gumpalan materi gelap terkecil di alam semesta tersebut. Studi tersebut mengungkapkan lingkaran cahaya materi gelap sebagai wilayah aktif langit yang tidak hanya dipenuhi oleh galaksi tetapi juga tabrakan pemancar radiasi.

Kondisi itu memungkinkan tim Harvard & Smithsonian Center for Astrophysics menemukan lingkaran cahaya ini di langit yang sebenarnya.

Taman Nasional Baluran Lepas Liarkan 2 Banteng Jawa

Sepanjang sejarah perkembangan ilmu kosmologi dan astrofisika modern, materi gelap adalah hal yang sangat sulit dipahami. Simulasi tersebut telah menunjukkan gambaran paling realistis, walaupun masih belum sepenuhnya terpecahkan.

Dalam Jurnal Harvard & Smithsonian Center dijabarkan bahwa mereka saat ini masih meneliti lebih lanjut mengenai dark matter. Sambil menunggu hasil dari penelitian tersebut, simulasi dianggap sebagai acuan yang paling akurat dari penjabaran dark matter.

Apa Dark Matter?

Sepanjang sejarah perkembangan ilmu kosmologi dan astrofisika modern, salah satu penemuan yang mungkin paling mengejutkan di abad ke-20 adalah bahwa materi barionik atau materi biasa hanya menyumbang kurang dari 5% dari total massa alam semesta.

Drama Serah Terima Suami ke Pelakor Viral di Tiktok

Materi gelap atau dark matter merupakan suatu materi yang membuat seperempat dari alam semesta. Tanpanya, galaksi akan berantakan.  Sisanya diisi oleh hal yang tidak diketahui atau tidak dikenal dan asing yang oleh ilmuwan disebut sebagai dark matter atau materi gelap.

Jika materi dan energi ditinjau secara terpisah, maka materi biasa hanya menyumbang kurang dari 15% dari total materi yang ada di alam semesta. Sedangkan, 85% sisanya adalah materi gelap. Dengan kata lain, di alam semesta ini persentase materi gelap kurang lebih enam kali lebih banyak daripada materi biasa.

Meskipun materi gelap terdiri atas 85% dari semua materi di alam semesta, ia tidak berinteraksi dengan cahaya. Itu hanya bisa dilihat melalui pengaruh gravitasi yang dimilikinya terhadap cahaya dan materi lainnya. Lebih buruk lagi, upaya untuk mendeteksi materi gelap di Bumi secara langsung sejauh ini belum membuahkan berhasil.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom