Ganjar Pranowo. (Instagram/@ganjar_pranowo)

Solopos.com, SOLO -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo ternyata mempunyai cara atau kiat khusus untuk memprediksi munculnya bencana alam. Dia menggunakan ilmu titen (hafal) dan kearifan lokal untuk selalu waspada terhadap ancaman bencana alam khususnya di Jateng.

Berdasarkan unggahan pengelola akun media sosial Instagram @kominfo.jateng, Rabu (5/2/2020), ilmu titen yang dimaksud adalah mendeteksi ciri unik kondisi alam pertanda bencana.

860 Calhaj Sukoharjo Berangkat Haji Tahun Ini, Mayoritas Lansia

Ganjar Pranowo mencontohkan tiga hal, pertama jika hewan turun dari pegunungan, maka itu sebagai pertanda gunung akan meletus atau ada kejadian yang tidak beres di gunung.

Kedua, jika muncul retakan tanah disertai keluarnya air keruh, maka itu merupakan pertanda terjadinya gempa bumi atau tanah longsor.

Terakhir, jika di pagi hari tiba-tiba susah membuka pintu, maka itu disebut sebagai pertanda akan terjadinya bencana alam berupa gempa bumi.

Harga Bawang Kating di Karanganyar Meroket, Tembus Rp60.000 Per Kg

Kemudian, ada beberapa kearifan lokal di masing-masing daerah yang dicontohkan oleh Ganjar Pranowo dalam memprediksi dan mencegah bencana alam. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat tetap waspada dengan ancaman bencana alam.

Ada dua hal yang dicontohkan Ganjar Pranowo. Pertama adalah bila ada retakan tanah, alu--alat untuk menumbuk padi yang terbuat dari kayu diletakkan di setiap sudut retakan tanah agar bangunan tidak roboh.

Terdampak Penutupan Purwosari Solo, Pelaku Usaha Lakukan Ini

Kemudian, ada juga menggunakan kentongan yang digunakan sebagai bentuk Early Warning System.

"Ilmu titen dan kearifan lokal ini kunci agar mitigasi bencana dapat dipersiapkan dg lebih baik," bunyi unggahan pengelola akun @kominfo.jateng.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Dinas Kominfo Prov Jateng (@kominfo.jateng) on


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten