Kategori: Jateng

Ikuti 40 Harian Ibu, Pasien Positif Corona Grobogan Sempat Berinteraksi Dengan Warga


Solopos.com/Arif Fajar Setiadi

Solopos.com, GROBOGAN - Seorang warga Desa Panunggalan, Pulokulon, Grobogan, dinyatakan positif virus corona. Pasien berinisial YA itu bahkan sempat berinteraksi dengan warga setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Slamet Widodo menjelaskan pasien positif corona kedua di wilayahnya adalah YA pemuda berusia 24 tahun. Pasien tersebut bekerja sebagai satpam di RSUP Kariadi Semarang. YA sempat dirawat di ruang isolasi di rumah sakit tempatnya bekerja karena mengalami gejala seperti terpapar Covid-19.

Sikap Hati-Hati Anies Baswedan Hadapi Luhut dan Terawan Soal Ojol

Setelah beberapa hari menjalani perawatan dan sudah dilakukan pengambilan sampel lendir di saluran pernapasannya [swab], kondisinya membaik. Dia kemudian diperbolehkan pulang untuk menjalani isolasi mandiri di rumah dinas direktur RSUP Kariadi Semarang.

Namun YA hanya beberapa hari menjalani isolasi mandiri di rumah dinas direktur RSUP Kariadi Semarang. Kemudian, pada Jumat (10/4/2020), dia pulang ke Desa Panunggalan tanpa izin. “Seharusnya YA masih menjalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil uji swab. Namun ia pulang karena ada peringatan 40 hari meninggalnya ibunya,” ujar Slamet Widodo.

Peringatan 40 hari meninggalnya orang tua YA itu memang tidak menggundang orang karena hanya membagikan makanan ke tetangga. Namun, YA sempat berinteraksi dengan sejumlah orang, selain keluarga dan kerabatnya. Karena ia sempat olahraga bola voli dengan pemuda di kampungnya.

Beda Data! Kemenkes Catat 278 Kasus Positif Corona Jateng, Provinsi Cuma 199

“Saat ini Dinas Kesehatan dan gugus tugas sedang melakukan penelusuran orang yang sempat berinteraksi dengan pasien positif Covid-19 tersebut. Selanjutnya warga yang berinteraksi dengan YA akan menjalani rapid test,” jelas Slamet.

Batasi Akses

Camat Pulokulon, Grobogan, Sudarmoyo, langsung membatasi akses keluar masuk warga di lingkungannya. Hal itu dilakukan setelah tahu YA sempat berinteraksi dengan warga. Setidaknya ada tiga RT yang dibatasi akses keluar masuknya.

“Berdasarkan hasil rapat forum koordinasi pimpinan kecamatan [Forkompimpcam] Pulokulon, diputuskan Kepala Desa Panunggalan mengajukan pembatasan [akses] untuk tiga RT di Desa Panunggalan Kecamatan Pulokulon, juga warga melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,” jelas Sudarmoyo dalam laporannya ke Bupati Grobogan, Selasa (14/4/2020).

Berkurang Satu, Tinggal 4 Kelurahan di Kota Solo yang Bersih Corona

Selain pembatasan akses, langkah lainnya untuk pencegahan persebaran virus corona di tiga RT Panunggalan Grobogan adalah dengan penyemprotan cairan disinfektan secara serentak dan pembagian masker kepada warga di tiga RT tersebut. Pihaknya juga mengajukan permohonan bantuan jaring sosial kepada Pemkab Grobogan untuk warga yang melakukan isolasi mandiri.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi