Ikut Kajian, Roger Danuarta Tanyakan Hal Ini ke Ustaz Adi Hidayat
Roger Danuarta. (Istimewa/Instagram)

Solopos.com, JAKARTA - Aktor Roger Danuarta diketahui baru saja berpindah keyakinan menjadi seorang muslim. Kini, dirinya pun rajin mengikuti beberapa kajian untuk memperdalam ilmu agamanya.

Baru-baru ini, Roger pun diketahui ikut menghadiri kajian Ustaz Adi Hidayat pada Sabtu, 8 Desember 2018 lalu. Bahkan ia pun sempat bertanya mengenai pemakaman ibundanya, Engnawati Atmadja, yang diketahui wafat pada 23 November 2018 lalu.

Pertanyaan pria yang dikabarkan dekat dengan Cut Meyriska ini diketahui lantaran ia ikut memakamkan ibundanya yang memiliki agama berbeda darinya. Roger ingin mengonfirmasi apakah dirinya merupakan seorang murtad, lantaran banyaknya netizen yang menuding dirinya demikian, karena memakamkan sang ibu yang non-muslim.

"Saya Roger, saya mau bertanya kepada ustadz. Saya baru saja menjadi mualaf," ungkap Roger Danuarta.

"Kemarin ini ibu saya meninggal, dan saya pun memakamkan beliau. Yang ingin saya tanyakan adalah apakah saya murtad? Karena ada orang mengatakan kalau saya ini murtad. Padahal kalau menurut saya, kalau bukan anaknya siapa lagi yang harus memakamkan orangtuanya? Saya mohon pencerahan dari ustadz," tanyanya kepada Ustaz Adi Hidayat.

Mendengar pertanyaan Roger, sang Ustaz pun memberikan kejelasan mengenai hal tersebut. Bahkan ia mengingatkan mengenai toleransi antar umat beragama.

"Bakti anak kepada kedua orangtua sepanjang dalam urusan dunia, jika memang terjadi perbedaan keyakinan maka dia tidak terbatas. Kalau urusan ibadah, itu bisa berbeda. Beliau ibadah di tempat lain, anda di tempat lain. Jangan saling paksa kata Allah, berikan toleransi," kata Ustaz Adi Hidayat.

"Kalau anda datang, untuk meniatkan misalnya hanya sekadar menghormati, hadir di situ tapi tidak meyakini apa yang dilakukan, hanya untuk menampilkan bakti terakhir, itu tidak masalah. Sepanjang anda tidak meyakini prosesnya benar, misalnya kremasi dan sebagainya," tambahnya.

Lebih lanjut, Ustadz Adi Hidayat menyatakan bahwa tak seharusmya kalimat-kalimat kafir dan murtad semudah itu diucapkan. Sebab, hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan.

"Kalimat-kalimat kafir, murtad itu jangan mudah diucapkan oleh lisan kita. Murtad itu, apalagi kafir misalnya, itu tandanya jelas. Sepanjang belum jelas tandanya, tidak boleh diucapkan" jelasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom