Tutup Iklan
Ikhsan Terduga Teroris Cemani Sukoharjo Meninggal Karena 2 Luka Tembak?
Jenazah terduga teroris asal Cemani, Sukoharjo Ikhsan Abdullah alias Muhamad Jihad Ikhsan, 22 seusai disalatkan di Masjid At Taqwa untuk dimakamkan di TPU Muslim Polokarto, Sukoharjo, Minggu (12/7/2020). (Solopos/Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kuasa hukum keluarga terduga teroris asal Cemani, Grogol, Sukoharjo, Ikhsan Abdullah alias Muhamad Jihad Ikhsan, 22, menyebut ada dua luka tembak di tubuh pemuda itu.

Ikhsan yang ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri karena diduga terlibat penyerangan Wakapolres Karanganyar meninggal dunia RSUP Kariadi Semarang, Sabtu (11/7/2020) malam.

Belum diketahui pasti penyebab meninggalnya terduga teroris yang diduga merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sukoharjo itu.

Yang Tersisa Dari Masa Lalu Solo Kota Pelesiran Esek-Esek: Prostitusi di Jl Natuna (Bagian IV/Habis)

Jenazah terduga teroris Ikhsan tiba di rumah duka, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Minggu (12/7/2020) pukul 15.10 WIB.

Jenazah kemudian disalatkan di Masjid At Taqwa Ngruki dan langsung dimakamkan di Permakaman Muslim Polokarto, Sukoharjo.

Sekretaris The Islamic Study and Action Center (ISAC) Solo sekaligus kuasa hukum keluarga Ikhsan, Endro Sudarsono, saat ditemui di rumah duka mengungkapkan Ikhsan meninggal dunia akibat dua luka tembak.

Meledak! Sehari Pasien Positif Covid-19 Kota Solo Bertambah 18 Orang

Luka tembak itu didapat terduga teroris asal Cemani, Sukoharjo, itu saat ditangkap Densus 88 Antitetor Mabes Polri pada Jumat (10/7/2020).

"Keterangan dari polisi saat di rumah sakit, ditemukan dua luka tembak pada bagian paha kanan dan perut Ikhsan. Penembakan di bagian perut ini yang kemungkinan membuat Ikhsan meninggal," ungkapnya.

Sisa-Sisa Proyektil

Tim medis, lanjut dia, telah berupaya maksimal dengan membersihkan sisa-sisa proyektil yang masih bersarang di tubuh Ikhsan.

Pasien Covid-19 Sukoharjo Yang Meninggal Ternyata Pedagang Pasar Harjodaksino, DKK Solo Siapkan Tracing Masif

Pembersihan sisa proyektil di tubuh terduga teroris asal Cemani, Sukoharjo, ini dilakukan melalui operasi di RSUP dr Kariadi Semarang. Namun, takdir berkata lain. "Nyawa [Ikhsan] tidak tertolong," katanya.

Endro menyayangkan penembakan tim Densus hingga mematikan saat akan menangkap seseorang. Mestinya Densus 88 cukup memberikan tembakan peringatan atau melumpuhkan saja.

Apalagi saat kejadian Ikhsan hanya membawa sepeda onthel dan benda yang membahayakan petugas. Tembakan pada bagian perut tersebut diduga menyebabkan Ikhsan kehilangan nyawa.

Tambah Lagi 8 Kasus Baru, Positif Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Jadi 108 Orang

"Saat ini keluarga fokus dulu ke proses pemakaman almarhum Ikhsan. Tapi kami akan meminta Komnas HAM dan DPR menginvestigasi soal penangkapan hingga meninggalnya Ikhsan," katanya.

Sementara itu, duka mendalam dirasakan keluarga terduga teroris asal Cemani, Sukoharjo, itu. Ayah Ikhsan, Kemis, tak menyangka putranya yang ditangkap Tim Densus 88 meninggal dunia.

Mulai Minggu Malam, Alkid Solo Steril Dari Kerumunan, Semua Pintu Ditutup!

"Saya masih tidak percaya anak saya terlibat terorisme. Apalagi katanya ditangkap ada kaitannya dengan aksi di Karanganyar," katanya.

Ikhsan diduga terlibat dalam kasus penyerangan Wakapolres Karanganyar, Kompol Busroni, di kawasan jalur pendakian Gunung Lawu via Comoro Kandang pada 21 Juni lalu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho