IHSG Diprediksi dalam Tekanan Global, Saham-Saham Bisa Menguat?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas pada perdagangan Jumat (20/5/2022) ini.

Ika Fatma Ramadhansari - Solopos.com
Jumat, 20 Mei 2022 - 05:30 WIB

SOLOPOS.COM - Ilustrasi investor memantau pergerakan saham di pasar modal. (freepik)

Solopos.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat terbatas pada perdagangan Jumat (20/5/2022) ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG menutup perdagangan dengan menguat 0,44 persen atau 29,92 poin sehingga parkir di level 6.823,34 pada perdagangan Kamis (19/5/2022) kemarin.

Analis Artha Sekuritas Indonesia, Dennies Christoper menyampaikan IHSG pada perdagangan hari ini ditutup menguat meskipun masih terdapat kekhawatiran akan inflasi yang mendorong bursa saham secara global bergerak melemah.

Dia meneruskan, sentimen positif dari dalam negeri berasal dari pengaruh rilis kinerja emiten per kuartal I/2022 serta musim pembagian dividen.

Adapun pada perdagangan esok hari, Dennies memprediksi IHSG menguat. Dia menjelaskan secara teknikal candlestick, IHSG membentuk higher high dan higher low mengindikasikan potensi penguatan.

“Pergerakan akan didorong rilis kinerja emiten per kuartal I/2022,” dikutip Bisnis.com, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga: Saham Disuspensi Setahun, Begini Kondisi Keuangan PT Sritex (SRIL)

Namun dia juga memperkirakan bahwa penguatan besok bersifat sementara dikarenakan masih akan ada tekanan dari sentimen global terkait inflasi berkepanjangan dan kebijakan The Fed kedepan.

Untuk perdagangan di akhir pekan ini, Artha Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dengan support 6.678 dan 6.533 serta resistance 6.909 dan 6.995.

Sementara itu, Saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) berpotensi mengalami tekanan setelah menguat selama dua hari.

Analis Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta mengatakan penguatan saham teknologi itu hanya ditopang dari sisi teknikal. Sehingga berpotensi mengalami pelemahan dalam waktu dekat.

Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat, Saham BMRI Diborong Asing

“Kenaikan yang terjadi pada GOTO selama 2 hari ini, disebabkan oleh adanya teknikal rebound, karena secara teknikal pergerakan GOTO sudah jenuh jual dan membuat para pelaku pasar membeli sahamnya,” kata dia Kamis (19/5/2022).

Andhika mengatakan dalam jangka waktu dekat level support Rp250 dengan level resistence Rp292. Meski demikian, dia menilai untuk jangka panjang GOTO memiliki prospek yang baik, karena adanya perkembangan ekonomi digital yang membuat gaya hidup dan belanja masyarakat.

Pasalnya berpotensi pergeseran pola belanja dari offline menjadi online. “Namun demikian untuk jangka pendek pergerakan GOTO masih berpotensi untuk turun, karena GOTO masih rugi, sehingga para pelaku pasar masih akan bersikap wait and see sambil menunggu kinerja keuangan GOTO membaik,” katanya.

Di sisi lain, berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 15.00 WIB IHSG parkir pada posisi 6.823,33 atau naik 0,44 persen. Sepanjang perdagangan.

Baca Juga: Lakukan Stock Split, Harga Saham BCA Jadi Rp7.000-an!

IHSG bergerak pada rentang 6.620,68 – 6.851,71 Tercatat, 190 saham menguat, 338 saham melemah dan 149 saham bergerak ditempat. Investor asing tercatat membukukan aksi net foreign sell Rp251,56 miliar. Investor asing tercatat melego saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp160,6 miliar, atau yang terbanyak pada hari ini.

Menyusul dibelakangnya adalah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) senilai Rp155,4 miliar dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp86,9 miliar. Di sisi lain, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi yang paling banyak diborong asing dengan net buy Rp91,9 miliar.

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi yang paling banyak ditransaksikan senilai Rp2 triliun.

Saham GOTO naik 12,9 persen ke Rp280. Sementara itu, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) memuncaki top gainer saham hari ini setelah naik 19,79 persen.

Menyusul di belakangnya adalah PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) yang menguat 18,12 persen dan PT Ladangbaja Murni Tbk (LABA) dengan kenaikan 16,92 persen.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Solopos.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif