IHSG ANJLOK : Kebijakan Jokowi Tak Konsisten, Biang Perlambatan Ekonomi

 Perahu melintas di perairan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (Wahyu Darmawan/JIBI/Bisnis)

SOLOPOS.COM - Perahu melintas di perairan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (Wahyu Darmawan/JIBI/Bisnis)

IHSG anjlok menjadi sinyal perlambatan ekonomi Indonesia. Inkonsistensi kebijakan pemerintah dinilai ikut berpengaruh.

JAKARTA — Perlambatan ekonomi merembet ke sektor riil. Depresiasi rupiah dan prospek pertumbuhan yang tak pasti menyeret performa yang sudah loyo sejak tahun lalu ke jalur negatif awal tahun ini. Hal ini disinyalir terpengaruh inkonsistensi kebijakan pemerintah.

PromosiPentagon Buka Suara Soal UFO, Bukan Fiksi dan Jadi Ancaman Serius

Ketua Umum Apindo Hariyadi B. Sukamdani, mengungkapkan perlambatan ekonomi lebih tajam dari yang didesain Bank Indonesia dan pemerintah. Penyebabnya, konsep yang baik–kadang-kadang muluk–tidak diiringi konsistensi dan eksekusi tepat waktu.

Dia mencontohkan proyek Pelabuhan Cilamaya yang sudah dibahas sejak pemerintahan SBY justru batal dibangun di wilayah itu. Pemerintahan Joko Widodo malah menggeser lokasinya. Padahal, investor telanjur membuka pabrik di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta, agar dekat dengan pelabuhan.

Inkonsistensi lain yang menyebabkan penurunan sektor padat karya adalah ketidaksesuaian antara Inpres No 9/2013 yang mengatur penetapan upah minimum dengan praktik di lapangan.

“Intinya, [dalam peraturan itu] upah minimum ceiling-nya [batas atas] sebesar angka kebutuhan hidup layak. Tapi kenyataannya, begitu penentuan upah 2014, semua dilanggar,” ungkapnya.

Saat dimintai tanggapan, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjamin belanja pemerintah akan mengungkit kinerja sektor riil mulai kuartal II/2015 dari keterpurukan sepanjang tiga bulan awal tahun. “Kami harapkan ada pengganda atau multiplier effect dari belanja pemerintah, khususnya dari infrastruktur,” katanya.

Imbas Inkonsistensi

Imbas terhadap sektor riil tercermin pada kinerja laba emiten yang rontok kuartal I/2015 hingga memantik koreksi habis-habisan indeks harga saham gabungan (IHSG) sampai dengan 6,3% sepanjang pekan lalu.

Laporan sejumlah asosiasi pelaku usaha pun mengungkap penurunan di sektor masing-masing selama Januari-Maret dibanding setahun lalu. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) melaporkan penjualan mobil jeblok dengan penurunan 14%. Indonesia Property Watch (IPW) mengeluhkan penjualan properti yang anjlok 49%.

Berikutnya, koreksi penjualan semen 3,2% yang disampaikan oleh Asosiasi Semen Indonesia (ASI). Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menyebutkan penjualan makanan dan minuman hanya tumbuh 4-5%, melambat dari kebiasaannya yang tumbuh rata-rata 7% setiap kuartal I.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bahkan menyebutkan kinerja seluruh sektor riil turun pada tiga bulan pertama (lihat tabel). Bahkan, sektor makanan dan minuman yang biasanya kebal terhadap gejolak ekonomi, kali ini kena dampak dengan kontraksi 10%.

Penurunan performa sektor riil itu sekaligus mengonfirmasi perkiraan perlambatan konsumsi rumah tangga dengan laju di bawah 5%, pertama kali sejak kuartal II/2012. Perlambatan konsumsi rumah tangga berarti penurunan daya beli masyarakat.

“Kuartal I/2015 memprihatinkan, hampir di seluruh sektor. Saya belum mendapat laporan dari teman-teman di Apindo yang mencatat kondisinya positif,” kata Hariyadi B. Sukamdani.

Prediksi perlambatan konsumsi rumah tangga pada kuartal I/2015 dikemukakan oleh DBS Bank yang berbasis di Singapura. DBS melakukan riset setelah melihat data impor tiga bulan pertama yang jatuh dan penjualan otomotif yang buruk sejak akhir 2014.

“Daya beli tampaknya terbebani oleh perlemahan rupiah dan ketidakpastian yang melingkupi prospek pertumbuhan ke depan,” kata tim riset DBS yang dipimpin oleh Gundy Cahyadi.

Rupiah selama tahun berjalan (year to date) telah melemah sekitar 6% ke kisaran Rp13.000 per dolar AS, melanjutkan depresiasi 2% sepanjang tahun lalu.

DBS bahkan bertaruh, jika pertumbuhan konsumsi terjerumus ke bawah 4%, maka pertumbuhan produk domestik bruto 5% tak dapat lagi diharapkan. Target pertumbuhan 7% yang diidamkan pemerintah akan semakin jauh dari jangkauan.

“Pertumbuhan konsumsi yang ajek bukanlah penyulut bagi ekonomi. Kekecewaan terhadap pertumbuhan investasi, pada gilirannya menyerempet ke pertumbuhan konsumsi.”

Sementara itu, analisis lainnya menyebutkan terdapat korelasi antara penurunan daya beli dengan perlemahan harga komoditas. Imbas koreksi komoditas itu terutama diderita oleh masyarakat di luar Jawa yang merupakan sentra produksi komoditas pertambangan dan perkebunan.

Sekalipun perusahaan berbasis komoditas mengekang ekspansi untuk menekan kerugian lebih besar, pemutusan hubungan kerja dengan karyawan sulit dihindari. Akibatnya, permintaan turun dan berdampak terhadap konsumsi rumah tangga.

“Akhir commodity booming itu 2013. Dampaknya waktu itu tidak terlalu kelihatan. Tapi, sekarang sudah kelihatan ke sektor riil, ke demand,” kata ekonom PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk Agustinus Prasetyantoko.

Menurutnya, perlambatan tajam konsumsi rumah tangga menunjukkan energi pertumbuhan ekonomi tahun ini kian terbatas, setelah ekspor terkontraksi dan investasi masih belum pasti.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Hotman Paris Unggah Pesan Ini untuk Iqlima Kim

Konflik pengacara Hotman Paris Hutapea dengan mantan asisten pribadinya, Iqlima Kim, rupanya belum selesai.

Deretan Menteri & Pejabat Hadiri Pernikahan Adik Jokowi dengan Ketua Mk

Prosesi pernikahan secara adat Jawa tersebut berjalan lancar

Pengemudi Ngantuk, Mobil Tabrak Pembatas Hingga Keluar dari Tol Madiun

Kecelakaan tunggal dialami mobil Honda Mobilio berpelat nomor S 1220 WW di KM 614.700 B Tol Kertosono-Madiun, Kamis (26/5/2022) siang.

Di Balik Slogan Solo The Spirit Of Java, Ternyata Begini Ceritanya

Slogan Solo The Spirit Of Java lahir dari sayembara yang digelar Pemkot Solo sekitar tahun 2005 sebagai upaya branding promosi pariwisata dan kebudayaan regional Soloraya.

Pasar Kelet Jepara Kebakaran, 4 Kios Ludes Terbakar

Pasar Kelet yang ada di Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengalami kebakaran.

Digosipkan dengan Raffi Ahmad, Siapa Mimi Bayuh?

Nama Mimi Bayuh menjadi sorotan setelah muncul gosip selingkuh dengan Raffi Ahmad, siapa wanita ini?

Viral! Cerita Wisatawan Dipaksa Naik Jip ke Bunker Kaliadem Merapi

Rombongan wisatawan yang hendak ke obyek Bunker Kaliadem dipaksa untuk menggunakan jasa mobil jip, cerita itu kemudian viral di media sosial.

Dapat Tugas Menangani Minyak Goreng, Benarkah Luhut Punya Usaha Sawit?

Mendapat tugas untuk mengatasi masalah minyak goreng, apakah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan punya perkebunan sawit?

Jalan Dakwah Habib Novel Alaydrus

Habib Novel Alaydrus adalah tokoh Islam asal Solo yang menghidupi umat dengan dakwah sejuk.

30 Tahun Dewa 19 Berkarya: Nostalgia dan Rejuvenasi di Kota Asal

Grup band Dewa 19 menyajikan perpaduan nostalgia dan rejuvenasi atau peremajaan untuk merayakan 30 tahun berkarya di belantika musik Indonesia.

All New Tracker RS, SUV Kecil dari Chevrolet

Chevrolet mengenalkan sport utility vehicle atau SUV berukuran kecil, All New Tracker RS khusus untuk pasar otomotif di China.

Begini Serunya Kejuaraan Karapan Sapi di Sampang Jatim

Kejuaraan digelar dengan tujuan untuk melestarikan kebudayaan sekaligus ajang promosi wisata

Johnny Depp Menyangkal Testimoni Amber Heard

Pada Rabu (25/5/2022), Johnny Depp dan pengacara menyangkal testimoni Amber Heard yang mengklaim sang aktor melakukan kekerasan fisik.

Warga Keluhkan Jalan Rusak, Ini Penjelasan Sekda Ponorogo

Warga mengeluhkan kondisi jalan rusak yang ada di beberapa titik di Ponorogo.

Kian Menjanjikan, Begini Kiat Bisnis Usaha Bunga Papan

Pernikahan adik Jokowi, yakni Idayati, dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman menggerakkan ekonomi Solo termasuk bisnis bunga papan.

Timnas Indonesia U-19 Bawa 22 Pemain ke Toulon Cup, 2 dari Persis Solo

Timnas Indonesia U-19 telah menuntaskan pemusatan latihan di Stadion Madya Senayan Jakarta sejak 16 Mei 2022 untuk menghadapi Toulon Cup Prancis.