IDULADHA 2017 : Berkurban Untuk Kulonprogo, Warga Singapura Syaratkan Ini untuk Petugas
Kandang Domba (SOLOPOS/Triyono)

Iduladha 2017, warga Singapura ikut berkurban

Solopos.com, KULONPROGO -- Sebanyak 1.200 ekor domba dikurbankan pemilik sebuah peternakan di Singapura, "Rajendra Farm" untuk dibagi-bagikan kepada warga Kulonprogo.

Baca Juga : IDULADHA 2017 : Wow, Ribuan Warga Singapura Berkurban Untuk Kulonprogo

Pemilik Rajendra Farm, Heri Kurniawan menuturkan ada sejumlah ketentuan ketat yang disyaratkan pihak Singapura. Antara lain, hewan kurban tidak boleh diseret ataupun dilecut saat didatangkan pihak peternak pada H-1 Iduladha ke penampungan sementara. Ruang penyembelihan dan pemotongan tidak diperkenankan untuk dimasuki sembarang orang, kecuali petugas.

“Petugas wajib menggunakan sepatu boots, sarung tangan, celana panjang, bermasker. Setelah disembelih, bagian kepala, kaki, dan jeroan domba harus dimusnahkan, tidak boleh dikonsumsi, ini sudah amanah mereka,” kata Heri, Rabu (30/8/2017).

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kulonprogo, Arief Prastowo mengungkapkan, komunitas muslim di Singapura hanya sekitar 17 persen dan ada ketentuan pembatasan jumlah penyembelihan hewan. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dan Jalaluddin Travel and Services belum lama ini, juga menandatangani nota kesepahaman bersama, terkait kerjasama untuk penyaluran dana bantuan dan ibadah dari warga muslim Singapura.

"Nantinya kerjasama tidak hanya terkait kurban, melainkan juga bentuk ibadah lain. Misalnya bantuan untuk pondok pesantren, pembangunan masjid, dan lain sebagainya," tuturnya.

Disinggung soal 1.200 ekor hewan kurban bantuan dari warga Singapura, ia menyatakan distribusi hewan kurban diperkirakan memakan waktu tiga hari. Hewan kurban sebelumnya juga diperiksa kesehatannya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom