IDI: Sesuai Konvensi Jenewa, Nakes Harus Dilindungi dari Siapapun

Sesuai Konvensi Jenewa 1949, nakes harus dilindungi.

 Nakes bernama Gabriela Meilan, 22,,menjadi korban penyerangan KKB di Papua. Jenazahnya masih berada di dasar jurang di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Kamis (16/9/2021) malam. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Nakes bernama Gabriela Meilan, 22,,menjadi korban penyerangan KKB di Papua. Jenazahnya masih berada di dasar jurang di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Kamis (16/9/2021) malam. (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA — Lima orang tenaga kesehatan (nakes) menjadi korban penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Salah satu jenazah nakes bahkan belum bisa dievakuasi karena berada di dasar jurang.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Papua dr. Donald Arrongear menyatakan keprihatinannya terhadap kasus kekerasan yang dialami tenaga kesehatan di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua itu.

Prihatin

“Kami sangat prihatin terhadap kekerasan yang dialami nakes karena seharusnya mereka dilindungi oleh berbagai pihak,” kata Arrongear kepada Antara di Jayapura, Kamis.

Dikatakannya, petugas kesehatan dan guru harusnya dilindungi oleh berbagai pihak yang bersengketa.

Baca Juga: Ya Tuhan, Jenazah Nakes Korban KKB Papua Belum Bisa Dievakuasi 
 
“Sesuai Konvensi Jenewa 1949, nakes harus dilindungi. Namun yang terjadi di Kiwirok malah sebaliknya nakes menjadi korban,” kata Donald Arrongear.

“Kami berharap Pemda dan aparat keamanan membantu memberikan keamanan kepada petugas kesehatan yang bertugas di daerah,” ujarnya lagi.

Kecam Aksi Brutal

Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito mengatakan saat ini satu nakes belum diketahui nasibnya yakni Gabriel Sokoy.

Kantor Staf Kepresidenan (KSP) memperingatkan KKB segera menghentikan aksi brutal tak berperikemanusiaan kepada masyarakat sipil, serta perusakan fasilitas publik, fasilitas kesehatan, dan pendidikan di Papua.

“KKB harus segera menghentikan tindakan yang sama sekali tidak memiliki rasa kemanusiaan ini. Aparat penegak hukum harus bertindak dan melakukan penegakan hukum secara tegas dan tuntas atas serangkaian aksi teror KKB,” kata Deputi V KSP Bidang Politik, Hukum, Keamanan, dan HAM Jaleswari Pramodhawardani dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Kamis malam.

Baca Juga: KPK Ungkap Rekayasa Proyek di Kabupaten Hulu Sungai Utara 

Aksi kekerasan dalam beberapa waktu terakhir yang dilakukan KKB di Papua, menurut KSP, adalah serangan dan pembakaran sejumlah fasilitas pelayanan publik, seperti puskesmas,

perumahan para tenaga kesehatan (nakes), gedung SD, SMP, perumahan bagi para guru, serta balai-balai warga kampung. Penyerangan tersebut dilakukan KKB pada hari  Selasa (14/9/2021)

di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Pada hari Senin (13/9/2021), KKB juga menyerang dan membakar Kantor Kas Bank Papua, pasar, puskesmas, dan SD Inpres di Kiwirok.

Ketakutan

Serangkaian aksi yang mengganggu dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat tersebut, kata dia, telah berdampak setidaknya 11 orang nakes, yang di antaranya mengalami luka-luka, hilang, dan meninggal dunia.

Kabar terakhir yang diterima KSP bahwa salah satu korban meninggal akibat aksi kekerasan KKB di Papua adalah perawat Gabriella Meilani, 22. Sementara itu, seorang nakes lain yang belum ditemukan adalah Gerald Sokoy, 28.

“Kantor Staf Kepresidenan menyatakan dukacita sedalam-dalamnya atas gugurnya pahlawan kemanusiaan, seperti Gabriella Meilani, dan hilangnya Gerald Sokoy yang telah mendedikasikan hidupnya melayani warga masyarakat pedalaman di Papua,” kata Jaleswari.

Baca Juga: Waspada! Pengadaan Barang dan Jasa Masih Jadi Ladang Korupsi 

Jaleswari Pramodhawardani juga mengatakan bahwa kekerasan oleh KKB merupakan tindakan pidana serius terhadap warga Papua yang harus segera dihentikan.

Ia juga menyayangkan jatuhnya korban nakes. Saat ini kehadiran nakes sangat dibutuhkan untuk mengatasi pandemi Covid-19 di wilayah-wilayah pedalaman di Papua.

Tindakan kekerasan yang dilakukan KKB kepada nakes, kata Jaleswari, merupakan pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, UU No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, UU No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan, UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, dan UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Adik Ipar Ahok Pacaran Pakai Mobil Patroli Polisi Terancam Dicopot

Adik ipar Ahok, Bripda Arjuna Bagas terancam dicopot dari satuannya karena diduga menggunakan mobil dinas patroli jalan raya (PJR) untuk pacaran.

RUPTL Terbaru Masih Memberi Ruang Luas bagi Energi Kotor

Pemerintah akan membuka peran perusahaan listrik swasta atau independent power producer (IPP) untuk pengembangan pembangkit berbasis energi baru terbarukan.

Pakar Komunikasi UNS Solo: Ganjar Calon Kuat Capres 2024, Malu-Malu Mau

Pakar komunikasi politik UNS Solo menilai Ganjar Pranowo adalah kandidat kuat sebagai capres di Pilpres 2024, tapi masih malu-malu.

10 Berita Terpopuler: Masih Dicari 1000 Pelaku Usaha hingga Video Viral

Kabar ACT Group dan Wong Solo Group menandatangani MoU pengembangan UMKM Soloraya, Rabu (20/10/2021), dan dua video viral menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Jumat (22/10/2021).

Solopos Hari Ini: PTM Jalan Terus, Warga Ditagih Pinjol Meski Tak Utang

Klaster penularan Covid-19 di sekolah di Solo meluas. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyatakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah tetap berjalan.

Maling Ponsel Wartawan Saat Siaran Langsung, Pencuri Ini Malah Dipuji

Seorang pencuri ponsel milik wartawan yang tengah melakukan siaran langsung malah mendapat pujian dari netizen atas aksinya.

Serangan Siber Berpola Kecil Meningkat 233% pada 2021

Serangan DDoS kecil-kecilan (penolakan layanan terdistribusi) melonjak sebesar 233% pada paruh pertama 2021

Daftar 106 Pinjol Resmi Terdaftar OJK 2021, Jangan Sampai Salah Pilih!

Ini dia 106 daftar pinjaman online atau pinjol resmi yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan alias OJK pada 6 Oktober 2021.

Peringati Hari Pangan, FP UNS Bahas Eksistensi Petani Milenial

FP UNS ingin menumbuhkembangkan eksistensi petani milenial dengan menggelar berbagai pelatihan dan inovasi teknologi digital berkonsep smart farming.

Partai Gerindra: Indonesia Stabil jika Prabowo Presiden

Jika Prabowo menjadi presiden berikutnya, maka pembangunan infrastruktur di masa Presiden Jokowi akan dilanjutkan.

Fahri Hamzah dan Fadli Zon Berseberangan Gegara Jl. Kemal Ataturk

Wacana penamaan jalanan di kawasan Menteng, Jakarta, menjadi Jalan Mustafa Kemal Ataturk, itu memunculkan perdebatan antara Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

Duh, Kades Diduga Korupsi Dana Desa demi Nikahi Istri Muda

Selain digunakan untuk biaya menikah, tersangka juga menggunakan uang negara untuk bermain penggandaan uang secara gaib.

Sejarah Hari Ini : 22 Oktober 1943, Inggris Serang Kota Kassel Jerman

Penyerangan Kota Kassel di Jerman merupakan salah satu peristiwa dari sekian banyak kejadian penting yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 22 Oktober.

40 Pinjol Ilegal di Kalsel Digerebek, Konsultan Warga China

Pinjaman Rp 1 juta dalam 7 hari harus mengembalikan Rp 1 juta, apabila tidak bisa bayar, per hari akan terkena bunga 5 persen

Sindikat Pinjol Ilegal Kirim Teror Lebih dari 100.000 SMS per Hari

Para tersangka yang ditangkap Bareskrim ini berperan sebagai operator SMS blasting dan desk collection atau menagih utang secara virtual.