Petugas mengevakuasi mayat laki-laki tua tanpa identitas di hutan rakyat Sumber Gayam, Genukharjo, Wuryantoro, Wonogiri, Sabtu (10/8/2019). (Istimewa/Humas Polres Wonogiri)

Solopos.com, WURYANTORO — Warga yang sedang mencari kayu menemukan mayat laki-laki tua yang sudah kering nyaris hanya tinggal kerangka di kawasan hutan rakyat Sumber Gayam RT 001/RW 009, Genukharjo, Wuryantoro, Wonogiri, Sabtu pukul 09.00 WIB.

Saat ditemukan mayat itu belum diketahui identitasnya. Identitas mayat diketahui pada sore hari setelah ada warga yang melapor telah kehilangan anggota keluarganya. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Minggu (11/8/2019), mayat tersebut adalah Ngateman, 65, warga Wonokriyo RT 002/RW 004, Tawangharjo, Giriwoyo, Wonogiri.

Pelaksana tugas (Plt) Kapolsek Wuryantoro, Ipda Samhadi, kepada Solopos.com, Minggu, menyampaikan identitas mayat diketahui setelah ada warga yang mengaku telah kehilangan bapaknya sejak sehabis Lebaran, awal Juni lalu. Warga tersebut anak dari Ngatemen, yakni Harianto, 40, yang sekarang tinggal di Bukit Ayu Sukadamai RT 003/RW 019, Mangsang, Sungai Bedug, Batam, Kepulauan Riau. Dia melapor kehilangan orang tuanya beberapa jam setelah mayat Ngateman ditemukan. Seusai melapor petugas mengarahkannya mengecek mayat di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri.

Saat melihat secara langsung, Harianto meyakini mayat itu adalah bapaknya karena dia sangat hapal dengan ciri-ciri wajah dan tubuh Ngateman. Dia semakin yakin setelah mengecek pakaian yang ditemukan di dekat mayat lelaki tua itu. Ada ciri khusus yang sangat dihapalnya, yakni kantong baju yang dijahit tangan. Mayat sudah dibawa keluarga untuk dimakamkan secara layak.

“Menurut keluarga korban, Pak Ngateman mengalami gangguan jiwa dan sering bepergian tanpa pamit. Selain itu dia pikun. Dari kondisi itu, diduga penyebab dia meninggal dunia karena tersesat di hutan sehingga tak bisa makan dan minum,” kata Samhadi mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati saat dihubungi Solopos.com.

Dia menceritakan, mayat Ngateman kali pertama ditemukan Sumaryono, 60, warga Sumber Gayam, saat sedang mencari kayu pukul 08.30 WIB.

Sesampainya di hutan dia mencium bau busuk. Lalu dia mencari sumber bau itu. Tak lama dia menemukannya. Awalnya dia mengira sumber bau itu adalah bangkai kera. Namun, setelah Sumaryono menyingkirkan semak belukar yang menutup bangkai, ternyata di baliknya ada mayat laki-laki yang kepalanya berambut putih. Saat ditemukan mayat telanjang. Di dekatnya ditemukan pakaian yang diduga pakaian mayat tersebut.

"Mayat tanpa identitas. Berdasar pemeriksaan, mayat adalah seorang laki-laki tua. Informasi temuan mayat itu menyebar dengan cepat melalui medsos [media sosial], seperti Facebook. Dari medsos itu lah anak korban mengetahui ada mayat yang ditemukan di hutan dan curiga mayat itu adalah bapaknya,” imbuh Samhadi.

Terlebih, lanjut dia, ciri-ciri mayat dan pakaian yang ditemukan mirip dengan ciri-ciri bapak dan pakaian bapaknya. Ciri-ciri tersebut meliputi, kurus dan tinggi badan lebih kurang 144 cm. Sementara, pakaian terdiri atas baju lengan panjang biru dan celana training biru panjang yang dipotong. Setelah itu Harianto memastikannya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten