Identitas Kependudukan Digital Mulai Diterapkan di Sragen, Tapi Masih Terbatas

Identitas Kependudukan Digital (IKD) mulai diterapkan Disdukcapil Sragen meski masih terbatas untuk pegawai mereka. Nantinya IKD akan memudahkan warga dalam mengakses data Kependudukan lewat satu aplikasi.

 Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sragen, Adi Siswanto, menunjukkan aplikasi Identitas Kependudukan Digital di kantornya pada Selasa (20/9/2022). (Solopos.com/Galih Aprilia Wibowo).

SOLOPOS.COM - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sragen, Adi Siswanto, menunjukkan aplikasi Identitas Kependudukan Digital di kantornya pada Selasa (20/9/2022). (Solopos.com/Galih Aprilia Wibowo).

Solopos.com, SRAGEN — Teknologi yang semakin berkembang memicu hadirnya layanan pemerintah yang berbasis digital. Hal ini juga dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sragen melalui pengembangan aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Dengan adanya IKD nantinya setiap warga tak perlu lagi membawa KTP fisik untuk banyak kepentingan. Data kependudukan bisa diakses melalui IKD.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Kepala Disdukcapil Kabupaten Sragen, Adi Siswanto, mengatakan IKD masih dalam tahap pengembangan karena memang baru dirintis pada 2022. Saat ini IKD sudah dilakukan uji coba kepada para pegawai Dispendukcapil Kabupaten Sragen. Nantinya dikembangkan juga untuk para pejabat pemerintah di Bumi Sukowati sebelum akhirnya bisa diterapkan seluruh lapisan masyarakat.

“Aplikasi IKD berbasis Android yang bisa diunduh via Google Playstore. Penerapannya menunggu imbauan dari pemerintah pusat, namun masyarakat sudah bisa mendaftar secara mandiri, tetapi masih harus diverifikasi oleh petugas Dispendukcapil Sragen guna pencocokan data,” terang Adi pada Solopos.com saat ditemui di kantornya pada, Selasa (20/9/2022).

Baca Juga: KPU Karanganyar Masih Dapati Warga yang Namanya Dicatut Parpol

Ia menambahkan pada dasarnya pelayanan digital ini akan memudahkan masyarakat sehingga bisa mengakses data dalam satu tempat. Masyarakat yang ingin mencoba aplikasi tersebut cukup dengan mengisi nomor induk kependudukan (NIK) dan e-mail.

Setelah mengisi data muncul barcode yang nantinya harus diperlihatkan kepada petugas Dispendukcapil untuk memindai barcode tersebut sehingga aplikasi bisa digunakan.

“Dalam aplikasi tersebut guna terdapat PIN berlapis ketika ingin mengakses data, yang berfungsi sebagai keamanan,” ungkap Adi.

Data administrasi kependudukan bisa diakses dalam satu aplikasi tersebut, dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) Digital, Kartu Keluarga (KK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), bahkan kartu Vaksinasi Covid-19, yang otomatis terhubung dengan database pusat.

Baca Juga: Pelayanan Adminduk di Sragen Diperbarui, Ini Aplikasinya

Adi menambahkan proyeksi penggunaan IKD adalah membuat semua data kependudukan  ada dalam satu genggaman. Kendala yang dihadapi dalam penggunaan aplikasi ini adalah tidak semua masyarakat melek digital atau belum mempunyai handphone berbasis Android.

Petugas Administrator Database Disdukcapil Kabupaten Sragen, Warno mengatakan sementara ini IKD hanya bisa diakses melalui Android. Belum bisa diakses melalui website ataupun pengguna IOS.

“Contoh penerapan IKD sendiri adalah ketika naik kendaraan umum, misalnya kereta api yang membutuhkan KTP. Dengan IKD tidak perlu KTP secara cetak, cukup dengan KTP Digital yang berada dalam IKD,” tambah Warno.

Untuk mengecek keaslian KTP Digital bisa dilakukan dengan cara memindai KTP Digital yang berada dalam IKD. Jadi, misalnya satu pihak menunjukkan KTP Digital kemudian pihak lain memindainya dengan fitur dalam aplikasi IKD juga.

Baca Juga: Keren! Layanan Adminduk Daring di Wonogiri Terbesar dan Pertama di Indonesia

Warno menambahkan, karena pertumbuhan penduduk yang tiap tahun kian bertambah, KTP Digital bisa menjadi solusi ketika kehabisan blangko KTP.

Selain itu, Disdukcapil Sragen juga mengembangkan aplikasi Pelaporan Kematian Langsung Terbit Akta (Pelita), yang bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus akta kematian. Selain memudahkan masyarakat, penggunaan Pelita juga memudahkan dalam pendataan laporan kematian secara otomatis.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas Air Mata Penyebab Asfiksia, Mati Lemas Kurang Oksigen di Tragedi Kanjuruhan

      Gas air mata hingga mengakibatkan penghirupnya mengalami asfiksia diduga menjadi penyebab utama jatuhnya ratusan korban jiwa pada tragedi di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam.

      Berita Terkini

      Pemkab Boyolali Gelar Pengajian Maulid Nabi, Sekda: Terbesar Seusai Pandemi

      Sekda Boyolali meminta semua elemen untuk meramaikan kegiatan tersebut, baik warga muslim atau nonmuslim.

      Waspada, Sudah 207 Pohon Tumbang di Sragen Akibat Angin Kencang

      Kepala BPBD Sragen Agus Cahyono menyatakan jalur angin di Sragen berada di Kecamatan Plupuh, Tanon, Kedawung, Gondang, dan Sambirejo.

      LK3 Boyolali: Pelaku KDRT Sudah Tidak Sayang pada Pasangan

      Kalau pasangan sayang, pasti akan berpikir dua kali untuk menyakiti orang yang disayangi.

      Harga Kedelai Melambung, Bakul Tahu di Sragen Mengeluh

      Para bakul tahu di Sragen terpaksa harus mengurangi ukuran tahu agar bisa mendapatkan laba meskipun para pembeli juga mengeluh.

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Ganti Musim, BPBD Karanganyar: Waspada Bencana Alam

      Hujan dengan intensitas rendah, sedang, hingga lebat sudah terjadi di wilayah Karanganyar dalam beberapa hari terakhir.

      Sudah Musim Penghujan, BPBD Sragen Masih Lakukan Dropping Air

      Kepala BPBD Sragen, Agus Cahyono, mengatakan dropping air dilakukan di wilayah sisi utara Bengawan Solo.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 5 Oktober 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Rabu (5/10/2022), bisa disimak di sini.

      Ustaz Adi Hidayat akan Isi Pengajian Muktamar Muhammadiyah Solo Akhir Pekan Ini

      Tabligh Akbar itu bakal diikuti warga persyarikatan Muhammadiyah se-Soloraya secara daring dan luring. Diperkirakan ada 100.000 jemaah yang bakal mengikuti acara.

      Agenda Solo Hari Ini: Fashion Show By Sosialita di SBF, Krenova di STP

      Agenda Kota Solo hari ini, Rabu (5/10/2022), akan ada Fashion Show By Sosialita di Solo Batik Fashion, Krenova Subosukawonosraten di Solo Technopark dan wayang orang di GWO Sriwedari.

      Stok Vaksin Covid-19 di Solo Habis, Ini Langkah Wali Kota Gibran

      Stok vaksin Covid-19 di Solo habis sejak awal Oktober dan sudah mengajukan stok ke Dinkes Jateng

      Tekan Inflasi, Klaten Galakkan Tanam Sejuta Pohon Cabai

      Pemkab Klaten menggalakkan menanam sejuta pohon cabai sebagai upaya menekan inflasi.

      Berlokasi di Perbatasan Sukoharjo-Karanganyar, Pasar Sedayu Milik Sukoharjo

      Pasar Sedayu terdapat 34 pedagang kios dan 132 pedagang los yang mayoritas menjajakan busana, bahan makanan berupa sayuran, makanan ringan, dan kebutuhan pokok, serta hewan ternak.

      Kepiting Jadi Program Andalan Puskesmas Juwangi Boyolali Tekan Angka Stunting

      Program Kepiting bertujuan memantau dan mengendalikan angka stunting di Kecamatan Juwangi.

      Kabel PT Telkom Senilai Puluhan Juta Rupiah Dicuri, Begini Cara Pelaku Beraksi

      Sindikat pencuri kabel Telkom membawa beragam peralatan seperti linggis, kapak, pasak hingga balok kayu untuk mempermudah mengangkat gulungan kabel.