Tutup Iklan
Salah satu diorama di Museum Sangiran Sragen. (Solopos/Dok)

Solopos.com, SRAGEN -- Ide pembuatan Kampung Flintstone dan taman ala Jurassic Park yang dilontarkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo disebut selaras dengan rencana Pemkab -rp5.000-bisa-foto-sepuasnya-di-taman-bunga-celosia-sangiran-sragen-mau" title="Cukup Rp5.000 Bisa Foto Sepuasnya di Taman Bunga Celosia Sangiran Sragen, Mau?">Sragen untuk mewujudkan Kampung Purba di wilayah Sangiran, Kalijambe, Sragen.

Namun rencana Kampung Purba atau dalam bentuk Kampung Flintstone atau Jurassic Park masih menunggu pembahasan teknis lanjutan dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman .

Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) -kubur-kuno-dengan-harta-karun-di-situs-sangiran-sragen-misi-penggalian-dimulai" title="Menguak Kubur Kuno dengan Harta Karun di Situs Sangiran Sragen, Misi Penggalian Dimulai">Sragen Sumon Nugroho yang juga ikut dalam rapat koordinasi dengan Gubernur Ganjar di Sangiran, Senin (19/8/2019) lalu, sepakat dengan ide Ganjar soal Kampung Flintstone dan Jurassic Park yang dikemas secara kekinian dan sentuhan milenial.

Namun ide Gubernur tersebut, kata dia, harus dituangkan dalam action plan dulu. Ide Kampung Flintstone dan Jurassic Park itu baru lontaran saat rakor dan belum diwujudkan dalam bentuk action plan.

"Saya kira nanti ke depannya ada pertemuan lanjutan yang membahas secara detail ide-ide liar itu dan dituangkan dalam bentuk perencanaan oleh Kemenko Bidang Kemaritiman karena yang menginisiasi kementerian tersebut,” ujar Simon saat dihubungi Solopos.com, Selasa (20/8/2019).

Dia menyampaikan percepatan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan salah satunya di -ganjar-pengin-ada-jurassic-park-dan-kampung-flintstone-di-sangiran-sragen" title="Gubernur Ganjar Pengin Ada Jurassic Park dan Kampung Flintstone di Sangiran Sragen">Sangiran itu harus melibatkan tiga unsur, yakni pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

KSPN Sangiran itu nanti, ujar dia, dalam pengembangannya dikoordinasi Badan Otoritas Brobobudur (BOB). "Dulu memang mencuat rencana Kampung Purba tetapi masih bersifat opsional karena harus disinergikan dengan Kemenko Kemaritiman. Kalau Sragen hanya sebagai lokasi. Untuk penentuan lokasinya pun harus ada kajian khusus mengingat Sangiran itu merupakan kawasan cagar budaya yang tidak bisa asal bangun,” ujarnya.

Simon ingat ketika ada investasi kolam renang saja tidak diizinkan karena di kawasan cagar budaya Situs Manusia Purba Sangiran. Simon mengusulkan adanya diskresi antara pemerintah dengan balai purbakala agar ada pengecualian untuk pembangunan KSPN Sangiran.

“Semua itu harus dikaji mendalam dalam implementasinya antara pusat, provinsi, kabupaten, dan UNESCO,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Sragen, I Yusef Wahyudi, menyampaikan tindak lanjut hasil rakor di Sangiran itu nanti ada pembagian tugas berdasarkan wewenang antara pusat, provinsi, dan daerah.

“Kebetulan ini sesuai dengan konsep yang saya buat untuk branding baru tentang Sangiran, yakni berupa Kampung Purba. Ide Kampung Purba sudah didiskusikan dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba [BPSMP] Sangiran. Kalau Kampung Flintstone dan Jurassic Park itu perlu biaya besar,” ujarnya.

Tim Sragenesia yang dimotori Fajar Adhi Nugroho sempat membuat konsep desain Taman Purba Sangiran yang lebih sederhana daripada Jurassic Park atau Flintstone.

Fajar yang juga Kabid Pengelolaan Informasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sragen bersama timnya membuat desain itu untuk destinasi wisata baru selain museum yang bisa dikelola pemerintah desa (pemdes) dan masyarakat sekitar.

“Taman itu lebih banyak menyuguhkan hiburan dan spot-spot foto dan patung manusia purba versi anak-anak serta rumah-rumahan purba seperti modelnya Flintstone. Ide dan desain yang dibuat 2018 itu belum dipaparkan secara detail sehingga belum mendapat respons baik dari Pemkab Sragen maupun Pemdes Krikilan, Kalijambe,” ujarnya.

Fajar melihat ada potensi tanah kosong milik Pemdes Krikilan yang bisa dikembangkan untuk taman purba itu. Kalau ada dukungan Pemkab Sragen, Fajar optimistis Pemerintah Desa mampu karena cukup sederhana. Fajar berharap taman ini bisa dikelola oleh Badan Usaha Milik (BUM) Desa.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten