Ida Fauziyah. (Instagram-@idafauziyah)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG &mdash;</strong> Hari Kartini di tengah masa kampanye pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 dijadikan momentum calon gubernur Ida Fauziyah menyoroti masih banyaknya kaum perempuan di Jateng yang berpendidikan rendah. Lebih memprihatinkan lagi para perempuan berpendidikan rendah itu masuk kategori warga miskin.</p><p>Padahal, kata Ida di Semarang, Jumat (20/4/2018), R.A. Kartini sebagai pejuang emansipasi wanita lahir hingga tutup usia di Jateng. "Kartini lahir di Jepara dan meninggal di Rembang, tetapi kondisi perempuan [Jateng] yang mengalami kemiskinan masih tinggi, derajat pendidikan juga masih belum," papar Ida. Oleh karena itu, lanjut dia, semangat Kartini harus terus dikobarkan karena masih relevan dengan kebutuhan masyarakat Jawa Tengah saat ini.</p><p>Menurut dia, tingkat kemiskinan dj Jawa Tengah masih cukup tinggi. Selain itu derajat pendidikan masyarakat Jqwa Tengab yang ditunjukkan melalui Indeks Pembangunan Manusia juga masih berada di bawah rata-rata nasional. "Kartini lahir 139 tahun lalu, semangatnya harus terus dikobarkan. Semangat untuk membebaskan perempuan dari kebodohan dan kemiskinan," kata pasangan calon Gubernur Sudirman Said ini.</p><p>Jika diberi amanah untuk memimpin Jateng bersama Sudirman Said, sejumlah program untuk mengentaskan kemiskinan telah disiapkan oleh pasangan Sudirman-Ida. Dalam lima tahun, ia dan Sudirman menargetkan mampu mewujdkan 1 juta wanita wirausahawan baru. Dengan memperluas lapangan pekerjaan, lanjut dia, maka tingkat kemiskinan akan dapat ditekan hingga separuhnya pada lima tahun yang akan datang.</p><p>Antara</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten