Fungsionaris Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ida Fauziyah. (Antara-Fanny Octavianus)

<p><strong>Solopos.com, KENDAL &mdash;</strong>Fungsionaris Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kini maju sebagai calon wakil gubernur dalam pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng, <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah">Ida Fauziyah</a>, menyatakan Jateng kaya pesantren namun miskin apresiasi dari pemprov setempat.</p><p>Dipaparkan mantan ketua umum Fatayat NU yang kini ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) itu bahwa di Provinsi Jateng terdapat sekitar 6.000 pesantren. Namun, katanya, pesantren-pesantren tersebut selama ini kurang mendapat perhatian dan apresiasi dari pemerintah provinsi.</p><p>"Jawa Tengah ini basisnya pesantren, tapi justru tidak dikenal sebagai provinsi santri," kata&nbsp;<a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah">Ida Fauziyah</a> di sela-sela mengikuti khataman Alquran di Pondok Pesantren Al Fadlu Wal Fadhilah, Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Senin (30/4/2018).</p><p>Ke-6.000 pesatren di Jateng itu ditaksir menampung 1 jutaan santri. Di samping itu, lanjutnya, masih ada 12.000 madrasah diniyah yang tersebar di berbagai daerah.</p><p>Ia menyebut pusat-pusat pendidikan berbasis keagamaan itu dibiarkan bekerja sendiri mencerdaskan anak bangsa tanpa ada apresiasi dari pemerintah daerah. Padahal, lanjut dia, penguatan dalam upaya membangun sumber daya manusia itu cukup penting dalam pembangunan.</p><p>Ida lalu menegaskan komitmennya bersama calon gubernur&nbsp;<a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said</a> untuk memberikan apresiasi kepada pondok pesantren dan lembaga pendidikan berbasis agama lainnya yang selama ini seolah-olah terabaikan Pemprov Jateng. Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi Jateng ke depan.</p><p><a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah">Ida Fauziyah</a> dalam kesempatan itu sempat menceritakan bahwa dirinya pernah belajar sebagai santri di pondok yang diasuh K.H. Dimyati Rois tersebut. Sebagai santri di ponpes tersebut, ia pun memohon doa restu untuk maju dalam pilkada atau Pilgub Jateng 2018 bersama dengan mantan Menteri ESDM Sudirman Said.</p><p>Dalam khataman Alquran tersebut, K.H. Dimyati memberikan restu untuk pencalonan Ida tersebut. "Semoga karena Allah, Bu Ida menjadi wakil gubernur," ucapnya.</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten