Calon wakil gubernur Jateng Ida Fauziyah di Sedekah Laut bersama para nelayan Pati. (Instagram.com-idafauziyahpkb)

Semarangpos.com, PATI — Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah  menyatakan kesiapan memperjuangkan legalitas cantrang sebagai alat tangkap ikan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

"Kami bersama teman-teman dari Fraksi PKB DPR sudah memperjuangkannya agar masuk dalam revisi UU Perikanan," kata Ida seusai bertemu dengan nelayan Desa Alasdowo, Kabupaten Pati, Jateng, Jumat (27/4/2018).

Menurut dia, pada sekitar tahun 1980-an, keberadaan cantrang dilegalkan sebagai alternatif pengganti pukat harimau. Penegasan tentang keberadaan cantrang dalam peraturan perundang-undangan ini sebagai bentuk kepastian dan kenyamanan bagi nelayan.

"Nantinya jangan sampai ada ketakutan dari nelayan atas penggunaan cantrang ini," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sesaat sebelum mengikuti pilkada atau Pilgub Jateng 2018 mengundurkan diri dari keanggotaan di DPR itu.

Pasangan calon gubernur Sudirman Said ini lalu menegaskan peran nelayan sebagai pahlawan dalam ketahanan gizi atas hasil tangkapan mereka harus dihargai oleh negara. "Harus ada apresiasi terhadap para nelayan, apa yang menjadi kebutuhan mereka harus diapresiasi," tegas Ida Fauziyah  yang juga ketua umum Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) itu.

Selain kebutuhan atas legalisasi cantrang, Ida Fauziyah  bersama Sudirman Said jika mendapat amanah untuk memimpin Jateng yelah menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, seperti akses kesehatan, hingga pensiun untuk petani dan nelayan. Hal lain yang tidak kalah penting, lanjut dia, adalah pemberdayaan perempuan nelayan dalam mengolah hasil tangkapan sehingga diperoleh nilai tambah atas hasil perikanan mereka.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten