ICC 2019: Prediksi Manchester United Vs AC Milan
Manchester United (Reuters-Rebecca Naden)

Solopos.com, CARDIFF — Manchester United (MU) barangkali bisa dilabeli tim paling siap menghadapi Liga Premier Inggris musim 2019/2020 jika ukurannya adalah hasil laga pramusim. Bagaimana tidak, Setan Merah menggila dengan memborong lima kemenangan dari lima pertandingan. Dua kemenangan di antaranya diraih di ajang International Champions Cup (ICC) 2019 melawan Inter Milan (1-0) dan Tottenham Hotspur (2-1).

Hasil tersebut membuat Marcus Rashford dkk. sementara berada di peringkat keempat klasemen dengan enam poin dari dua pertandingan dengan produktivitas gol (+2). Namun MU berpeluang menjuarai ICC 2019 apabila mampu membekuk AC Milan dengan margin tiga gol atau lebih dalam laga pamungkas di Stadion Principality, Sabtu (3/8/2019) malam WIB.

Sebagai informasi, puncak klasemen kini dipegang Benfica dengan mengemas sembilan poin. Mereka sudah memainkan semua laga di ICC yakni tiga pertandingan dengan produktivitas gol (+5).

Adapun Arsenal dan Bayern Munich yang berada di posisi kedua dan ketiga dengan poin tujuh dan enam sudah tak mungkin menambah angka karena sudah merampungkan tiga laga. Kondisi ini tentu menguntungkan bagi MU yang masih menyimpan satu pertandingan.

Merebut gelar juara ICC sekaligus menjaga kesempurnaan di turnamen pramusim bukan hal mustahil bagi United lantaran Milan menuai hasil buruk beruntun di ICC. Kekalahan dari Bayern Munich dan Benfica dengan skor identik 0-1 membuat Rossoneri berada di dasar klasemen dengan poin nihil plus belum pernah mencetak gol.

Namun Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, menolak jemawa setelah serangkaian hasil bagus di pramusim. Manajer asal Norwegia itu mengatakan pramusim tidak berarti apapun karena ujian sebenarnya berada di kompetisi resmi. United sendiri langsung menghadapi laga berat melawan Chelsea di pekan pertama Liga Premier pekan depan.

“Saya senang melihat para pemain kembali ke pramusim dalam bentuk yang bagus, tapi ini bukan apa-apa. Kami perlu meningkat untuk menjamu Chelsea di Old Trafford,” ujar Solskjaer dilansir Talk Sport.

Di sisi lain, pelatih anyar Milan, Marco Giampaolo, berada dalam tekanan untuk segera memberi sentuhan positifnya bagi tim menyusul hasil buruk di pramusim. Pendekatan 4-3-1-2 ala Giampaolo dengan menempatkan Krzysztof Piatek berdampingan dengan Samu Castillejo di lini depan tampaknya belum optimal untuk membahayakan lawan.

Meski demikian, Giampaolo menilai anak asuhnya telah bekerja dengan sangat baik. “Laga selanjutnya [melawan MU] akan membantu kami meningkatkan pengondisian dan kesinambungan tim,” ujar eks Manajer Sampdoria itu.

Kekuatan Milan bakal bertambah apabila striker anyar asal Lille, Rafael Leao, sudah bisa diturunkan. Leao yang musim lalu mencetak delapan gol dan tiga assist bisa menjadi tandem klop untuk Piatek. Pergerakan dan kelincahan Leao bisa berpadu dengan kelihaian Piatek dalam sundulan dan mencari posisi di pertahanan lawan.

“Bermain dengan dua penyerang memberi Anda peluang lebih baik untuk mencetak gol. Satu berada di tengah, sedangkan yang lain punya kebebasan untuk bergerak,” ujar Leao dilansir Football Italia



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom