Tutup Iklan
Ibunda Ungkap Keinginan Terakhir Irza, Korban Kecelakaan Maut Boyolali
Irza Laila Nur Trisna Winandi. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Ibunda korban kecelakaan maut di Puskesmas Mojosongo Boyolali,  Irza Laila Nur Trisna Winandi, Dwi Yani Merbawaningrum, mengungkapkan keinginan-keinginan mendiang anaknya sebelum meninggal dunia.

Irza Laila yang akrab disapa Ica meninggal dunia di halaman Puskesmas Mojosongo, Boyolali, saat sebuah truk menabrak pusat pelayanan kesehatan itu, Kamis (25/7/2019). Di hari yang sama, mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo itu akan menjalani sidang kedua skripsinya.

Menurut Dwi Yani Merbawaningrum, Irza ingin mengikuti sebuah konferensi internasional pada bulan Oktober nanti.

“Dia bilang ingin sekali ikut konferensi internasional, tapi saya lupa konferensi apa dan di mana. Itu acaraya nanti Oktober,” ujar Dwi Yani didampingi suaminya, Nur Rohman, seusai menghadiri acara wisuda Irza di Kampus UNS Solo, Sabtu (24/8/2019).

Selain itu, menjelang hari sidang, Irza yang meninggal dalam usia 21 tahun itu sempat mengungkapkan keinginan untuk pergi ke Dieng. Alasannya, Irza ingin menyaksikan salju di dataran tinggi daerah Wonosobo tersebut.

“Waktu itu kan musim salju di Dieng. Dia ingin sekali ke sana setelah sidang. Saya bilang iya, nanti kita ke sana dan menginap di sana. Tapi belum juga kesampaian, sekarang dia sudah tidak ada,” ujarnya.

Peraih indeks prestasi (IPK) 3,38 itu juga memiliki hati yang mulia. Menurut Ibunya, Irza yang bercita-cita bekerja di Bali pernah mengatakan akan memotong rambutnya untuk disumbangkan kepada sebuah yayasan kanker.

“Saya baru ingat beberapa hari setelah anak saya meninggal, dia pernah bilang ingin memotong rambut untuk disumbangkan ke yayasan kanker,” ujarnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho