Ibu Hamil di Klaten Wajib Tes HIV/AIDS
Grup band asal Yogyakarta, Guyon Waton, tampil bersama pejabat Klaten saat digelar peringatan Hari AIDS Sedunia di Alun-alun Klaten, Minggu (22/12/2019). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Ibu hamil di wilayah Klaten diwajibkan mengikuti voluntary counseling and testing (VCT) untuk memastikan mereka tak terjangkit virus HIV/AIDS.

Hal itu dimaksudkan untuk pencegahan sejak dini dan antisipasi bayi dalam kandungan mereka terjangkit virus tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Anggit Budiarto, mengatakan pelayanan VCT sudah dibuka di 34 puskesmas di Klaten. Tes HIV/AIDS bagi ibu hamil mulai digencarkan sejak 2019.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, dari total 17.925 ibu hamil, sudah ada 12.324 orang yang mengikuti VCT hingga Oktober 2019. Dari jumlah tersebut, ada 11 ibu hamil yang dinyatakan positif HIV/AIDS.

Jokowi Diserang Demokrat Soal Kasus Jiwasraya, Ini Balasan Erick Thohir

Anggit mengatakan VCT menjadi bagian penting bagi ibu hamil. Jika dinyatakan positif HIV/AIDS bisa segera dilakukan upaya pencegahan virus tak menular kepada bayi di dalam kandungan.

“Jika dinyatakan positif, ada pendampingan serta pengobatan dengan minum ARV [antiretroviral]. Obat itu rutin diminum untuk menekan perkembangbiakan virus HIV/AIDS sehingga nantinya si bayi bisa negatif virus tersebut,” kata Anggit saat ditemui di acara peringatan Hari AIDS sedunia di Alun-alun Klaten, Minggu (22/12/2019).

Anggit mengatakan belum semua ibu hamil memanfaatkan fasilitas VCT di Puskesmas. Ada yang masih enggan memeriksakan kondisi mereka apakah terjangkit virus atau tidak.

Ada pula yang memeriksakan perkembangan kehamilan mereka ke dokter spesialis anak sehingga tak bisa terpantau petugas Dinkes. “Nanti akan kami cek ke wilayah untuk memastikan ibu-ibu hamil sudah memeriksakan diri atau belum,” jelas Anggit.

Hamil 6 Bulan, Wanita Ini Bersama Suami 35 Kali Tipu Toko Emas di Solo

Peringatan Hari AIDS Sedunia di Alun-alun Klaten menghadirkan bintang tamu grup band yang mengusung genre dangdut akustik, Guyon Waton. Peringatan tahun ini dibuat berbeda.

Jika biasanya digelar seminar, kali ini Pemkab Klaten menggelar acara di luar ruangan dengan mengundang grup band untuk semakin memperluas cakupan masyarakat yang diedukasi tentang pencegahan HIV/AIDS serta mengurangi stigma buruk bagi pengidap HIV/AIDS.

"Lewat acara ini ada interaksi sosial. Ada ODHA yang juga hadir pada acara ini serta membaur dengan penonton lainnya. Nyatanya tidak ada apa-apa. Ini membuktikan penularan HIV/AIDS itu tidak melalui suatu hal yang bersifat sosial seperti ini,” jelas dia.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Guyon Waton tampil membawakan sejumlah lagu andalan mereka seperti Korban Janji dan Sebatas Teman serta sejumlah lagu ciptaan penyanyi campursari, Didi Kempot.

Aksi Spontan Warga Gilingan Solo Berbagi 1.100 Ceting Nasi

Di sela jeda lagu, vokalis band asal Yogyakarta itu, Bagus, menyelipkan pesan untuk tidak lagi memberikan stigma kepada para ODHA. Pesan serupa disampaikan Bupati Klaten, Sri Mulyani, yang naik ke panggung.

“Jangan lakukan seks bebas. Jauhi penyakitnya [HIV/AIDS], tetapi jangan jauhi orangnya [ODHA],” jelas Mulyani yang juga Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klaten.

Sekretaris KPA Klaten, Kuswandjana, mengatakan selama ini masih banyak warga yang belum paham penularan HIV/AIDS. Lantaran hal itu, KPA terus melakukan sosialisasi tentang HIV/AIDS termasuk cara pemulasaraan jenazah ODHA yang sebelumnya menyasar kepala urusan (Kaur) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa atau yang akrab disapa modin. Selanjutnya menyasar ke tokoh agama.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom