Kategori: Sragen

Ibadah Natal, Anak-Anak dan Orang Lansia Diminta Tidak ke Gereja


Solopos.com/Muh Khodiq Duhri

Solopos.com, SRAGEN -- Kapolres Sragen, AKBP Yuswanto Ardi, mengimbau masyarakat khususnya anak-anak dan lanjut usia (lansia) tidak mengikuti kegiatan peribadatan di gereja pada perayaan Natal tahun ini.

Hal itu disampaikan Kapolres seusai upacara apel pasukan Operasi Lilin Candi 2020 di Lapangan Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 408/Suhbrastha, Senin (21/12/2020). Pemerintah melarang jemaat gereja merayakan Natal maupun Tahun Baru.

Kendati begitu, para jemaah masih diperkenankan menyelenggarakan kegiatan peribadatan di gereja dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Flyover Purwosari Solo Sudah Boleh Dilewati Lur, Sementara Cuma 6 Hari

“Dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang dihadiri tokoh agama dan perwakilan gereja, ada kesepatan terkait pembatasan jumlah jemaat. Diprioritaskan jemaat dengan usia pas, dalam arti bukan anak-anak dan bukan lansia. Tentunya protokol kesehatan harus dijalankan dengan ketat,” papar Kapolres kepada wartawan.

Kapasitas gereja satu dengan yang lain berbeda-beda-beda. Kapolres meminta kegiatan peribadatan hanya diikuti 50% dari kapasitas gereja.

Pemasangan Tenda di Halaman

Kapolres juga menyarankan pemasangan tenda atau tratak di halaman gereja agar upaya jaga jarak antarjemaat bisa lebih maksimal. Kegiatan peribadatan di gereja itu dibatasi maksimal 1,5 jam.

“Target dari operasi lilin candi ini tidak hanya aman, tetapi juga sehat. Baik itu personel yang berjaga atau masyarakatnya,” papar Kapolres.

Tanaman Hias Kata Fengsui Tentukan Keberuntungan

Guna mengantisipasi aksi intoleran dan terorisme, polisi menyiagakan lima pos pengamanan di depan gereja besar di Kota Sragen.

Dua gereja berada di jalur utama, sementara tiga gereja berada di area permukiman penduduk. Polisi juga menyiagakan dua pos pengamanan lalu lintas di rest area jalan tol Solo-Kertosono.

“Personel Polri yang disiagakan 178, di-back up dari TNI dan Pemkab, totalnya ada 752 personel. Soal intoleransi, kami mengingatkan masyarakat Sragen mari bangun kerukunan antarumat beragama dalam melaksanakan ibadah. Saya ingatkan jangan sampai ada sedikit pun kegiatan yang bersifat intoleransi di Kabupaten Sragen. Kami sudah beri pemahaman kepada tokoh-tokoh masyarakat. Saya yakin kecil kemungkinan intoleransi akan terjadi. Namun demikian, kami siap menghadapi. Apabila dibutuhkan untuk penegakan hukum, ya kami lakukan,” terang Kapolres.

Pembelajaran Tatap Muka Tuntut Panduan

Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama, Kolonel Inf Rano Tilaar, yang memimpin upacara membacakan amanat Kapolri. Dia mengingatkan Operasi Lilin Candi bukan agenda rutin biasa.

Apalagi, kegiatan itu dilakukan di masa pandemi Covid-19. Operasi Lilin Candi 2020 diselenggarakan selama 15 hari mulai 21 Desember hingga 4 Januari 2021.

“Peningkatan aktivitas masyarakat pada Natal dan Tahun Baru sangat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas dan pelanggaran protokol kesehatan. Jangan sampai kegiatan Natal dan Tahun Baru menghadirkan klaster baru Covid-19,” tegasnya.

Share
Dipublikasikan oleh
Rohmah Ermawati