Ibadah Haji Terbatas, Arab Saudi Batasi Peserta Kurang dari 1.000 Orang
Ilustrasi haji (Freepik)

Solopos.com, JAKARTA -- Pemerintah Arab Saudi membatasi jumlah peserta ibadah haji terbatas pada tahun ini kurang dari 1.000 orang. Hal itu untuk melindungi kesehatan masyarakat setelah pandemi coronavirus.

Penjelasan itu disampaikan otoritas Arab Saudi pada Selasa (23/6/2020). Menteri Kesehatan Arab Saudi Dr. Tawfiq Al-Rabiah mengatakan selain membatasi jumlah peserta, isolasi juga wajib dilakukan sebelum dan sesudah ibadah itu.

Dia menegaskan Arab Saudi mampu memastikan keselamatan peziarah atau peserta ibadah haji terbatas tahun ini.

Rekomendasi Saham 24 Juni, Saham Perbankan Ini Menarik Dibeli

"Kementerian kesehatan telah mengumpulkan pengalaman dalam pelayanan para peziarah. Dengan demikian memiliki kapasitas manusia dan teknis yang cukup untuk melayani para peziarah dan menjaga kesehatan mereka," katanya seperti dikutip Bisnis.com dari Arabnews.com.

Dia menambahkan rumah sakit terpadu akan disediakan, bersama dengan pusat kesehatan di Arafat dalam kasus darurat selama haji. Kader medis juga akan menemani peserta ibadah haji terbatas sepanjang perjalanan mereka.

Selain itu, pemerintah setempat melarang peserta haji berusia 65 tahun ke atas. “Hanya orang-orang yang berada di Kerajaan, yang berusia di bawah 65 tahun dan yang tidak memiliki penyakit kronis diizinkan untuk melakukan haji tahun ini. Mereka akan diuji sebelum tiba di tempat-tempat suci dan akan mengalami isolasi diri setelah melakukan haji,” kata dia.

Pandemi Covid-19 Bikin Gaji Ke-13 Pegawai Pemkot Solo Tak Jelas Kapan Cair

Petugas Haji juga akan Dites

Dia menambahkan mereka yang melayani jemaah selama haji juga akan dites. Sementara itu, banyak negara Asia Timur memutuskan untuk membatalkan delegasi mereka untuk haji tahun ini sebelum keputusan Arab Saudi untuk membatasi jumlah peziarah.

Menteri Haji dan Umrah Saudi Mohammed Saleh Bentin mengatakan menghargai keputusan tersebut karena bertujuan melindungi orang-orang di atas segalanya. Hal itu juga merupakan prioritas Kerajaan Saudi sejak awal pandemi.

Seperti diketahui, pemerintah Arab Saudi telah membatalkan umrah dan sekarang telah memutuskan ibadah haji terbatas untuk orang-orang yang sudah tinggal di Arab Saudi.

Nasib Karyawan Hotel di Solo, Masuk Hanya 8 Hari per Bulan, Sebagian Dirumahkan

Ia menambahkan bahwa keputusan untuk membatasi jumlah peserta haji menjadi kurang dari 1.000 diambil berdasarkan prinsip Kerajaan dan pengalaman masa lalu dalam mengelola haji. Tujuan utamanya adalah menjaga kesehatan dan keselamatan para peziarah mengingat pandemi virus corona.

"Ini adalah proses yang sulit dan kami bekerja dengan para ahli di kementerian kesehatan, kementerian dalam negeri dan pihak berwenang lainnya untuk memastikan haji yang aman," kata Bentin.

Dia menambahkan Kementerian Haji akan bekerja sama dengan misi diplomatik di Kerajaan untuk menentukan jumlah penduduk non-Saudi yang memenuhi syarat. Liputan media tentang haji tahun ini akan sejalan dengan langkah-langkah kesehatan yang diadopsi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho