Kampus IAIN Surakarta. (Iainsurakarta.ac.id)

Solopos.com, KARANGANYAR– Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta menyambut baik komitmen Pemerintah Karanganyar yang akan menghibahkan tanah untuk kampus baru. Rektor IAIN Solo, Mudofir, mengatakan komitmen pemberian hibah tersebut sudah muncul sejak setahun lalu.

Saat itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menghadiri persemian gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) di IAIN Surakarta. Sejak saat itu, sudah ada pembicaraan mengenai rencana pemberian tanah untuk kampus IAIN Surakarta.

Saya sudah dua kali berkunjung ke Pemkab Karanganyar membahas terkait rencana tersebut. Kalau staf lainnya sudah berulang kali,” kata dia saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Senin (13/1/2020).

Mudofir menambahkan, luas tanah yang dihibahkan Pemkab Karanganyar untuk IAIN Surakarta luasnya sekitar 9 ha hingga 14 ha. Lokasinya berada di sebelah timur Waduk Lalung atau selatan Karanganyar.

Rencananya tanah hibah itu bakal dibangun gedung baru untuk fakultas umum menyongsong peralihan status IAIN Surakarta menjadi UIN (Universitas Islam Negeri).

“Nantinya jika IAIN sudah bertransformasi menjadi UIN, tentunya membutuhkan fasilitas dan kebutuhan yang banyak. Sehingga lahan yang dihibahkan tersebut bisa dimanfaatkan untuk pembangunan gedung baru, yaitu sektor kampus III,” sambung Mudofir.

Mudofir menambahkan, saat ini Menteri Agama, melalui Direktorat Jendral Pendidikan Islam sudah melayangkan surat kepada Pemkab Karanganyar yang berisi ucapan terima kasih atas komitmennya memberi hibah berupa tanah.

“Sekarang kan masih tahap pembicaraan, belum perjanjian hitam di atas putih. Saya berharap komitmen ini menghasilkan realisasi. Tahapnya masih panjang, kami juga menunggu persetujuan dari DPRD Karanganyar,” beber dia.

Mengenai jarak, Mudofir menilai tidak menjadi kendala meskipun beda wilayah. Selain itu juga masih satu lingkup se-keresidenan Surakarta.

Justru menurut Mudofir, lokasi yang akan dihibahkan tersebut kondusif, sejuk, dan nyaman untuk belajar. Akses transportasi juga mudah lantaran dekat dengan perkotaan.

Jadi tidak ada alasan karena jauhnya jarak. Sekarang segala informasi juga sudah melalui sistem online, jadi lebih dimudahkan,” imbuh dia.

Mudofir berharap tahap pembangunan bisa dilakukan pada 2021. Gedung itu semestinya dibangundi tanah bersertifikat jelas dan bukan sengketa. Sementara saat ini tanahnya masih dalam proses pembahasan.

“Pada intinya kami berterima kasih. Dalam hal ini negara hadir memberi pelayanan kepada masyarakat untuk mengakses pendidikan di perguaruan tinggi. Selain itu pemberian hibah tersebut dalam rangka membangun SDM bangsa yang unggul,” kata Mudofir.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten