Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meletakkan paving untuk menandai dimulainya penataan Hutan Kota Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Selasa (11/2/2020). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN - Satu lagi ruang terbuka hijau di Sragen yang akan dipercantik pada tahun ini. Ruang terbuka itu adalah Hutan Kota Plumbungan di Kecamatan Karangmalang.

Penataan hutan kota seluas 15 hektare itu dilaksanakan dalam dua tahap yakni pada 2020 dan 2021. Penataan hutan kota itu diselenggarakan PT Japfa Comfeed Indonesia dengan total anggaran Rp3 miliar.

Viral karena Bentuknya Aneh, Patung Gajah di Gresik Habiskan Dana Rp1 Miliar

Peletakan batu pertama penataan Hutan Kota Plumbungan itu dilaksanakan Selasa (11/2/2020). Kegiatan itu dihadiri Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Direktur Corporate Affairs PT Japfa Comfeed Indonesia Rachmat Indrajaya, Kepala Unit Japfa Comfeed Indonesia Sragen, Adi Purnomo dan lain-lain.

Penataan Hutan Kota Plumbungan tahap I meliputi pembangunan jogging track sepanjang 800 meter, pengadaan kursi taman, pembangunan plaza entrance, dan pembangunan toilet. “Untuk penataan tahap I menelan dana hampir Rp1 miliar. Setelah tahap I selesai, dilanjutkan tahap II tahun depan. Total anggarannya Rp3 miliar,” jelas Adi Purnomo saat ditemui Solopos.com di lokasi.

Penataan Hutan Kota Plumbungan tahap II meliputi pembangunan tempat pembuangan sampah (TPS) berkonsep reduce, reuse dan recycle (3R), melanjutkan pembangunan jogging track sepanjang sekitar 1.700 meter, arena bermain anak, penataan tanaman dan lain-lain.

“Tahun ini baru dibangun small jogging track sepanjang 800 meter. Tahun depan dibangun yang lebih panjang mengeliling hutan kota seluas 15 hektare ini. Total panjang jogging track itu 2,5 km,” papar Adi.

Penataan Hutan Kota Plumbungan itu diharapkan bisa menambah jumlah ruang terbuka hijau yang lebih ramah anak di wilayah Sragen. Hutan Kota Plumbungan juga diharapkan bisa menjadi alternatif jujukan wisata keluarga di Bumi Sukowati.

“Bukan semata untuk meraih [Piala] Adipura, tapi kami ingin menghadirkan kenyamanan bagi warga. Warga Sragen perlu tempat untuk berinteraksi atau berkumpul di tengah kota yang lahannya semakin menyempit. Harapannya, hutan kota ini benar-benar bisa menjadi paru-parunya kota,” papar Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Ajaib! Air Sumur Bor di Krendowahono Karanganyar Bisa Terbakar

Setelah selesai ditata, Bupati Yuni tidak ragu menyematkan nama Japfa pada Hutan Kota Plumbungan. Menurutnya, penyematan nama Japfa itu bagian dari rasa terima kasih kepada PT Japfa Comfeed atas kontribusinya dalam menata ruang terbuka hijau dengan dana Rp3 miliar itu.

“Namanya nanti akan kami ganti dengan Hutan Kota Japfa Plumbungan. Biar jadi penanda bahwa hutan kota ini adalah tinggalan Japfa. Hutan kota ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Sragen dengan perusahan swasta,” terang Yuni.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten