Pelajar SDN 4 Joho dan MTs Sukoharjo mengikuti upacara seusai menaikkan bendera merah putih di halaman Rusunawa, Joho, Sukoharjo, Kamis (16/8/2018). (Istimewa/Bimo Wijanarko)

<p><span><strong>Solopos.com, SUKOHARJO</strong> -- Puluhan warga dan pelajar di Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo, menyambut HUT ke-73 RI dengan cara mengibarkan bendera raksasa ukuran 12 meter kali 16 meter di halaman Rusunawa, Joho, Kamis (16/8/2018). </span></p><p><span>Sebanyak 70-an warga dan pelajar&nbsp;</span><span>SDN 4 Joho dan MTsN Sukoharjo&nbsp;</span><span>menarik beramai-ramai bendera tersebut sebelum berbaris dan membentuk formasi upacara bendera. Lurah Joho, Wisnu, <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180812/490/933733/kekeringan-sukoharjo-masjid-diprioritaskan-dapat-bantuan-air" title="Kekeringan Sukoharjo: Masjid Diprioritaskan Dapat Bantuan Air">membacakan teks</a> proklamasi di acara tersebut.</span></p><p><span> Koordinator aksi, Bimo &ldquo;Kokor&rdquo; Wijanarko, menyatakan perjuangan pahlawan patut diapresiasi karena Indonesia mampu bertahan hingga 73 tahun.&nbsp;</span><span>Menurutnya, semua penjajah dikalahkan oleh pejuang Indonesia<a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180807/490/932580/kisah-perjalanan-kerabat-sultan-agung-jadi-asale-desa-cangkol" title="Kisah Perjalanan Kerabat Sultan Agung Jadi Asale Desa Cangkol"> hingga meraih kemerdekaan</a> pada 17 Agustus 1945. </span></p><p><span>&ldquo;Tugas kita dalam mengisi kemerdekaan adalah merdeka dari korupsi. Semua tidak boleh korupsi, pejabat tidak korupsi dan warga juga tidak boleh korupsi,&rdquo; ujarnya.</span></p><p><span>Penggagas Museum Rekor Sukoharjo (Muresko) iitu menyatakan <a href="http://soloraya.solopos.com/read/20180816/491/934545/drumernya-disangka-gelandangan-begini-lagu-band-ternchem-kesukaan-jokowi" title="Drumernya Disangka Gelandangan, Begini Lagu Band Ternchem Kesukaan Jokowi">membangkitkan rasa</a> nasionalisme kepada generasi bangsa bisa dilakukan dengan cara unik, yaitu mengibarkan bendera besar bersama-sama.</span></p><p><span>&ldquo;Pelajaran tentang nasionalisme bisa dengan hal unik, anak-anak bekerja sama dengan sungguh-sungguh menaikkan bendera merah putih. Bekerja sama tanpa melihat usia. Kejadian tadi [kibarkan bendera] berbanding terbalik dengan politikus yang saling hujat lawan politik,&rdquo; ujarnya.</span></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten