Tutup Iklan
Cozmeed bersama sukarelawan menggelar upacara di sekitar puncak Gunung Lawu, Sabtu (17/8/2019). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO -- Perayaan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia dilakukan dengan berbagai cara oleh masyarakat Indonesia. Tak terkecuali Cozmeed yang berkolaborasi dengan para sukarelawan dan pencinta alam menggelar upacara bendera di sekitar puncak Gunung Lawu, Sabtu (17/8/2019).

Selain itu juga dilakukan kegiatan bersih gunung dengan memunguti sampah yang ada di gunung tersebut. Pejabat Marketing Komunikasi Cozmeed Network International, Nur Rizky, mengatakan kegiatan upacara bendera di sekitar puncak gunung merupakan kegiatan rutin Cozmeed setiap tahunnya.

"Kami dari Cozmeed melibatkan sukarelawan Anak Gunung Lawu [AGL]. Seusai upacara ada pemberian motivasi kepada pegiat alam untuk memungut sampah di sepanjang jalur penurunan," kata dia kepada Solopos.com, Minggu (18/8/2019).

Sebelum turun gunung, para pendaki gunung diberikan kantong plastik untuk tempat sampah. Dengan kantong plastik tersebut para pendaki bisa memungut sampah yang ditemui sepanjang jalur turun gunung.

"Bukan hanya sampah sendiri yang diangkut, tapi sampah apa pun yang ditemui," kata dia.

Kemudian untuk memberikan apresiasi kepada para pendaki yang sudah mau memungut sampah tersebut, Cozmeed memberikan doorprize sebagai bentuk apresiasi.

"Setelah sampai di bawah, pendaki yang sudah mengumpulkan sampah ke dalam trash bag bisa menyerahkannya ke panitia kemudian pendaki tersebut berhak mendapatkan kupon doorprize," kata dia.

Menurut Rizky, upacara bendera diikuti sekitar 300 orang. Upacara digelar pada Sabtu (17/8/2019) pagi di Telaga Kuning di selatan puncak Gunung Lawu. Sedangkan pembersihan sampah diikuti sekitar 500 orang beserta para pendaki gunung yang saat itu berada di puncak Gunung Lawu.

Rizky mengatakan isu lingkungan ditekankan dalam kegiatan tersebut. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan dinilai penting untuk menjaga alam kebersihan alam.

"Semakin ke sini jumlah pendaki semakin meningkat. Itu akan dibarengi dengan volume sampah. Butuh perilaku lebih beradap para pendaki yang menyebut dirinya sebagai pecinta alam," kata dia.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten