Ratusan warga dan anggota Pasoepati berbaur memeriahkan pembagian tumpeng dalam HUT ke-20 Pasoepati di car free day Jl. Slamet Riyadi depan Halte Sriwedari, Minggu (9/2/2020). (Solopos/Chrisna Chanis Cara)

Solopos.com, SOLO – “Ayo tumpengnya dimakan bersama. Nasinya jangan banyak-banyak, nanti terbuang. Kita pesta, tipis tapi rata.” Di antara ratusan anggota Pasoepati yang memadati car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi depan Halte Sriwedari, Mayor Haristanto sibuk melayani warga yang berebut tumpeng.

Tak jauh dari sana, belasan Srikandi Pasoepati ikut membagikan 25 tumpeng yang terkumpul dari sumbangan sejumlah pihak. Hari itu, Minggu (9/2/2020), Pasoepati tepat berusia 20 tahun. Sebuah usia yang matang untuk sebuah kelompok suporter di Indonesia.

Siap-Siap! Wisata Pemandian Air Hangat Bayanan Sragen Bakal Dipercantik

Tak hanya Mayor, sesepuh Pasoepati seperti Kris Pujiatni dan Maryadi Gondrong turut memeriahkan dua dekade Pasoepati. Ada pula Ketua Majelis Pasoepati, Ekya Sih Hananto, dan Dewan Penasihat Pasoepati, Ginda Ferachtriawan.

Sebelum memotong tumpeng, mereka bersama para suporter menyanyikan Satu Jiwa yang menjadi anthem Pasoepati. “Usia 20 tahun tentu harus semakin dewasa, tidak anarkis. Mari mendukung dengan nyanyian dan tarian,” ujar Maryadi Grondong di sela acara.

Ulang tahun Pasoepati kali ini mengusung kampanye tersendiri yakni #jagamanahankita. Slogan itu tak lepas dari rencana Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Stadion, Manahan, Solo, tahun depan. Belakangan Pasoepati gencar mengedukasi anggotanya agar menjadi penonton yang tertib dan cerdas.

Goool… Tendangan Ketum PSSI Jebol Gawang Wali Kota Solo

Laga ujicoba antara Persis Solo melawan Persib Bandung di Stadion Manahan, 15 Februari, menjadi “laboratorium” awal untuk membentuk iklim suporter yang kreatif dan santun. “Yang paling dekat ya tanggal 15 besok. Pasoepati harus menjadi pelopor suporter yang tertib. Kita sama-sama jaga Manahan,” ujar Ketua Majelis Pasoepati, Ekya Sih Hananto.

Perayaan sederhana pagi itu tak hanya dihadiri Pasoepati dari Soloraya. Sigit, 34, seorang anggota Pasoepati dari Karawang, juga turut menyambangi kegiatan. Dia menyempatkan diri ke CFD di sela pulang kampung ke Kartasura, Sukoharjo.

Dibully Gara-Gara Homeschooling, Bocah Solo Ini Buktikan Lewat Karya

Sigit berharap Pasoepati semakin kompak di usianya yang sudah dua dekade. “Tetap solid dan loyal dengan Persis. Apalagi musim ini Persis punya materi yang menjanjikan,” ujarnya kepada Solopos.com.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten