Tutup Iklan
Ketua Panitia Perayaan HUT ke-22 Solopos, Kaled Hasby Ashshidiqy, menyerahkan bantuan beras untuk warga di Balai Desa Ngancar, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, Sabtu (31/8/2019). (Istimewa-Riza Nur Wahyudi)

Solopos.com, SOLO -- Harian Umum Solopos menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) di Desa Ngancar, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (31/8/2019). Dalam baksos itu,  panitia menyiapkan 250 paket sembako berupa lima kilogram beras untuk warga miskin, 35 tangki air bersih serta servis dan ganti oli gratis untuk 50 unit sepeda motor.

Kegiatan itu didukung oleh Yamaha, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Solo, PT Intersolusindo, Solo Grand Mall, Solopeduli, dan PMI Solo.

Ketua Panitia Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Solopos, Kaled Hasby Ashshidiqy, mengatakan baksos itu merupakan kegiatan rutin Solopos dalam setiap perayaan HUT. 

Dia menjelaskan Desa Ngancar dipilih sebagai lokasi sasaran Gebyar Baksos atas rekomendasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPD) Wonogiri dan survei panitia.

Di Ngancar, setidaknya terdapat 230 warga miskin penerima bantuan beras sejahtera (rastra) serta ada tiga dan delapan dusun mengalami kekeringan parah.

“Baksos tahun ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya menggelar satu kegiatan. Kali ini kami ingin membikin acara yang lebih besar sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat Desa Ngancar yang membutuhkan bantuan,” tutur Kaled di sela-sela Gebyar Bakti Sosial (Baksos) dalam rangka HUT ke-22 Harian Umum Solopos di Balai Desa Ngancar, Sabtu.

Air bersih untuk warga Ngancar Wonogiri. (Istimewa-Riza Nur Wahyudi)

Kepala Desa (Kades) Ngancar, Kecamatan Giriwoyo, Didik Purwanto, menyampaikan terima kasih atas bantuan Solopos dan pihak-pihak yang terlibat. Momen ini sangat tepat karena warga memerlukan bantuan pangan dan air akibat kekeringan dan kebakaran lahan.

“Air bersih didistribusikan ke tiga dusun yakni Petir, Glonggong, dan Tapan. Warga di tiga dusun itu biasanya harus membeli air hingga Rp200.000 per tanki. Bantuan ini anugerah yang luar biasa,” ujar dia.

Ia menceritakan di Ngancar, dulu ada sumber-sumber air yang bisa dipakai warga saat kemarau. Namun, sumber air itu hilang karena hutan kerap terbakar. Akibatnya, setiap kemarau tiba, warga harus pandai-pandai menghemat air.

“Ibaratnya untuk mandi saja hanya satu ember. Warga juga menambah penampungan air dengan terpal di halaman rumah,” imbuh dia.

 Servis gratis bersama Yamaha. (Istimewa-Riza Nur Wahyudi)

Salah seorang warga Ngancar,  Sri Hartuti, 40, yang menerima seplastik beras seberat lima kilogram menyatakan bantuan itu sangat berarti baginya. Dia mengaku padinya tak jadi panen lantaran puso akibat kekurangan air.

“Bantuan ini sangat membantu kami. Ini musim paceklik. Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada Solopos dan pihak-pihak lain yang telah membantu,” ujar perempuan asal Dusun Glonggong, Desa Ngancar.

Selain menerima paket sembako, Yani juga mengikuti program servis dan ganti oli gratis dari Yamaha. Yamaha menyediakan servis gratis dan ganti oli untuk 50 sepeda motor di Desa Ngancar. Selain itu, warga di Dusun Tapan, Petir, dan Glonggong, juga menerima bantuan 35 tangki air bersih.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten