Tutup Iklan

Hukuman Dipotong 4,5 Tahun, Mantan Direktur RSUD Sragen yang Tersandung Kasus Korupsi Segera Bebas

Mantan direktur RSUD Sragen yang terlibat kasus korupsi segera bebas karena permohonan kasasi dikabulkan Mahkamah Agung.

 Gedung VIP Wijayakusuma RSUD Sragen dalam foto yang diambil Desember 2020 silam. (Espos/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Gedung VIP Wijayakusuma RSUD Sragen dalam foto yang diambil Desember 2020 silam. (Espos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi yang disampaikan dua terpidana kasus dugaan korupsi pengadaan Ruang Sentral Operation Komer (OK) atau Ruang Sistem Operasi RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen pada 2016.

Sebelumnya, dr. Djoko Sugeng Pudjianto selaku Mantan Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Nanang Yulianto Eko Budi Raharjo selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Rahardyan Wahyu selaku distributor sama-sama divonis hukuman enam tahun penjara.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Semarang memutuskan ketiganya terbukti bersalah melanggar Pasal 2 UU No. 31/1999 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU 20/2001 terkait perbuatan memperkaya diri dalam sidang yang digelar pada 21 September 2020.

Baca juga: Kisah Bagas Pemanah Indonesia di Olimpiade Tokyo: Anak Pak Bon SD Asal Klaten & Mantan Atlet Panahan Andalan Jateng

Atas putusan itu, ketiga terpidana kasus korupsi RSUD Sragen itu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jateng. Akan tetapi, upaya banding yang diajukan Djoko Sugeng dan Nanang menguatkan putusan PN Tipikor Semarang.

Sebaliknya, Rahardyan Wahyu, justru lebih beruntung karena mendapat potongan masa hukuman 4,5 tahun sehingga ia hanya perlu menjalani pidana 1,5 tahun berdasar putusan banding.

Djoko Sugeng dan Nanang akhirnya mengajukan kasasi ke MA. Petikan kasasi baru diterima Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen pada pekan lalu itu memutuskan keduanya sama-sama mendapat potongan masa pidana masing-masing 4,5 tahun untuk Djoko Sugeng dan empat tahun untuk Nanang.

“Hasil kasasi, Djoko Sugeng diputus 1,5 tahun penjara, denda Rp50 juta, subsider tiga bulan kurungan. Sementara Nanang diputus dua tahun penjara, denda Rp50 juta, subsider tiga bulan kurungan. Mungkin majelis hakim MA melihat sudah ada pengembalian seluruh kerugian negara sehingga mengabulkan kasasi,” ujar Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sragen, Agung Riyadi, kepada Solopos.com, Minggu (25/7/2021).

Baca juga: Misteri Warga Newung Hilang Saat Cari Pasir Bengawan Solo

Kronologi Kasus

Sebagai informasi, Kejari Sragen resmi menahan Djoko Sugeng dan Nanang atas kasus korupsi RSUD Sragen pada 12 Februari 2020 lalu. Masa penahanan Djoko Sugeng sendiri bakal mencapai 1,5 tahun pada 12 Agustus mendatang. Dengan begitu, setelah menerima putusan kasasi tersebut, Djoko Sugeng segera menghirup udara bebas di luar penjara. Sementara Nanang masih harus menjalani masa pidana hingga enam bulan ke depan.

Berdasar hasil audit, kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi ruang sistem operasi itu senilai Rp2.017.000.000. Kerugian negara itu langsung diserahkan Rahardyan Wahyu kepada Kejari Sragen setelah ia ditetapkan sebagai tersangka. Oleh Kejari Sragen, kerugian negara senilai Rp2 miliar itu diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen pada 19 Januari 2021.

Berita Terkait

Berita Terkini

9 BUMD Sragen Diguyur Modal Rp25 Miliar Tahun Depan

Dari sembilan BUMD di Sragen, ada tiga BUMD berprestasi secara manajemen dengan mendapatkan penghargaan Top BUMD 2021 Bintang 4.

Desa Sendang Wonogiri Terbaik Nasional, Ini Keunggulannya

Ada tiga hal yang dinilai pada ajang ini, yakni administrasi desa memiliki bobot 20, aktivasi dan akses masyarakat bobot 20, dan inovasi desa terkait pelayanan publik bobot 60.

Jumlah Sambungan Pelanggan Baru PLN di Boyolali Meningkat

Jumlah penyambungan ke pelanggan di Klaten dan Boyolali pada Agustus menyasar sekitar 5.000 pelanggan.

Kejar Herd Immunity, Kapolres Klaten Tinjau Vaksinasi di SMPN 2 Wedi

Peninjauan Kapolres Klaten ke SMPN 2 Wedi guna memastikan vaksinasi di sekolah setempat berlangsung lancar.

Hebat! Desa Sendang Terbaik Nasional soal Keterbukaan Informasi Publik

Desa Sendang, Wonogiri, menjadi desa terbaik se-Indonesia dalam hal keterbukaan informasi publik desa.

Ada Sekolah Langgar Prokes, Pemkot Solo Diminta Tak Sekadar Reaktif

Pemkot Solo diminta tidak hanya bersikap reaktif ketika ada sekolah melanggar prokes saat PTM namun juga melakukan pengawasan sistematis.

PJU Kembali Dinyalakan, Alun-Alun Wonogiri Terang Benderang

Dishub memadamkan PJU di ruas jalan raya tertentu sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, awal Juli 2021.

PTM Terbatas di 824 SD dan SMP di Klaten Bakal Disidak secara Rutin

Sri Mulyani mengatakan sidak dilakukan oleh lima tim yang menyebar ke berbagai sekolah terutama yang menyelenggarakan PTM terbatas.

Dukung Swasembada Daging, Kesehatan Reproduksi Sapi Boyolali Dipantau

Sapi yang memiliki masalah dalam sistem reproduksi akan diobati dan dipantau selama tiga pekan ke depan. 

Timbang Mangkrak, Pawartos Bikin Taman di Lahan Eks Terminal Kartasura

Masyarakat yang tergabung dalam Pawartos membangun taman dan pusat kuliner di lahan bekas Terminal Kartasura, Sukoharjo, yang lama mangkrak.

RAPBD Kabupaten Boyolali 2022 Rp2,27 Triliun

Dalam Ranperda APBD 2022, struktur pendapatan daerah dalam APBD Boyolali tahun 2022 diestimasikan Rp2.278.633.677.000.

Kucing, Hewan Paling Banyak Divaksin Rabies di Wonogiri

Vaksin rabies untuk hewan peliharaan ini digelar sebagai tindakan preventif dan mempertahankan status Jawa Tengah yang bebas rabies.

Baru 40-An Pelaku Usaha Ajukan QR Code PeduliLindungi lewat Pemkot Solo

Jumlah pelaku usaha yang mendaftar pengajuan QR Code PeduliLindungi melalui Dinas Pariwisata Solo masih minim, baru 40-an.

KPA Sragen Gelar Tes HIV di Gunung Kemukus Sasar Pekerja Hiburan

Pemkab Sragen kini punya alat khusus untuk memindai sidik jari warga jika menemui kelompok rentan HIV/AIDS yang tidak memiliki KTP.