Hujan Tak Mengganggu, Fondasi Bore Pile Flyover Purwosari Solo Rampung Pekan Depan
Calon penumpang kereta api (KA) berjalan menyusuri rel di dekat proyek pembangunan flyover Purwosari, Kerten, Laweyan, Solo, Kamis (27/2/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Hujan deras yang mengguyur wilayah Solo beberapa pekan terakhir diklaim tak mengganggu pekerjaan pembangunan flyover Purwosari Solo.

Memasuki pekan ketiga, pembangunan flyover itu menyasar pembuatan fondasi bore pile dan retaining wall atau dinding penahan tanah.

Diprediksi pada 5 Maret nanti, 123 fondasi bore pile rampung dikerjakan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.6 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Jateng, Alik Mustakim, mengatakan sudah mengantongi informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak awal proyek.

Berdasar informasi itu, hujan akan berlangsung terus sampai akhir Maret.

Polisi Sragen Ajari Anak-Anak Cara Melawan Penculik

"Namun, berdasarkan pengalaman, hujan di Solo itu turun saat siang sekitar pukul 14.00 WIB sampai magrib. Intensitasnya tidak mengganggu pekerjaan karena semuanya sudah terukur,” kata dia kepada Solopos.com, Kamis (27/2/2020).

Dia memastikan hujan tak mengganggu pekerjaan teknis maupun lalu lintas material beton. Pelaksana proyek telah menghitung waktu yang dibutuhkan maupun kelebihannya agar target tetap terlaksana.

Penyesuaian waktu tersebut dengan menambah tempo pengangkutan saat hujan turun. Saat hari cerah, waktu pengangkutan dari batching plant ke lokasi proyek sekitar 30-45 menit, namun ketika hujan bertambah jadi 1 jam 15 menit.

Terbongkar, Produksi Pabrik Pupuk Palsu di Wonogiri Capai Ratusan Ton

Menurutnya, pengangkutan material basah dan kering sudah ada penyesuaian. Karena yang penting hasil akhir sesuai spesifikasinya masuk.

Mengenai teknis pembuatan fondasi bore pile, Alik menjelaskan pekerja mengebor dan langsung mengecor. Saat masuk kedalaman tiga meter, air tanah sudah muncul.

Berat beton yang 2,5 kali lipat dari air membuatnya otomatis langsung mengisi ruang saat diinjeksikan ke tanah dan mendorong air terbuang ke atas.

"Jadi kalau genangan muncul di lokasi proyek tidak pengaruh,” bebernya.

Alik menyampaikan fondasi bore pile dikerjakan di kedua sisi, yakni barat dan timur. Sejak awal Februari sampai sekarang, pelaksana telah menyelesaikan 76 fondasi atau sekitar 65 persen.

Sudah Pamit, 3.000-an Jemaah Indonesia Batal Berangkat Umrah Hari Ini

“Kalau perkembangan dinding penahan itu tidak bisa dipersentase karena pengerjaannya dari rendah ke tinggi. Tapi, footing-nya sudah. Secara simultan mungkin pekan depan, kami mulai cor mortar busa di dinding penahan,” tandas Alik.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah VII, Akhmad Cahyadi, mengatakan bangunan flyover Purwosari memiliki 120 tiang penyangga dengan panjang masing-masing 18 meter hingga 21 meter.

Pelaksana proyek menggunakan dua bore pile dan satu bore pile agar mampu menyelesaikan tiga tiang per hari.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho