Hujan Semalaman, Talut Depan Rumah Eks Perdes Wonokeling Karanganyar Longsor Timpa Kandang
Talut di depan salah satu rumah warga Desa Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, longsor pada Kamis (3/12/2020). (Istimewa/BPBD Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Hujan yang mengguyur semalaman membuat talut depan rumah eks perangkat desa di Dusun Kemengan, RT 001/RW 010, Desa Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, longsor menimpa kandang, Kamis (3/12/2020).

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Data Solopos.com himpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, longsor terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Tanah longsor menyebabkan talut permanen runtuh dan menimpa bekas kandang ternak warga di bawahnya.

Talut permanen tersebut milik Suyarjo, 73, yang pernah menjabat perangkat desa dan saat ini sudah pensiun. Menurut informasi, talut yang longsor itu berada di depan rumahnya.

Dor Dor Dor! Mobil Alphard Milik Pengusaha Solo Ditembaki Di Jl Monginsidi

Tanah bekas talut longsor itu di rumah warga Wonokeling, Karanganyar, itu menimpa bangunan di bawahnya. "Ada bekas kandang di bawah talut itu. Bekas kandang itu ada di belakang rumah warga. Itu milik Suyadi, 85. Talut ukuran lebar 25 meter dan tinggi enam meter. Kalau kandang yang terdampak longsor itu ukurannya 12 meter x 3 meter," tutur Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar, Sundoro Budi Karyanto, kepada Solopos.com, Kamis (3/12/2020).

Menurut Sundoro, sebelum longsor, wilayah itu diguyur hujan intensitas tinggi pada Rabu (2/12/2020) malam. Hujan deras tersebut mengakibatkan talut depan rumah Suyarjo retak.

"Jadi keterangan Suyarjo itu hujan deras Rabu malam. Pagi hari itu depan rumah ada retakan. Nah sekitar pukul 10.00 WIB talut depan rumah longsor. Tim BPBD Karanganyar menuju ke lokasi untuk melakukan berbagai upaya termasuk mengirimkan logistik," tuturnya.

Polisi Sebut Istri Pelaku Ada Dalam Mobil Pemilik Duniatex Saat Penembakan Di Jl Monginsidi Solo

Antisipasi Longsor Susulan

Sundoro menyampaikan BPBD Karanganyar bersama sukarelawan setempat dan warga sekitar berupaya membereskan bekas tanah talut yang longsor. Mereka bekerja bakti untuk mengantisipasi tanah longsor susulan.

"Awalnya kan manual. Tetapi kok lama. Kami khawatir terjadi longsor susulan. Maka kepala desa mau mengupayakan penanganan menggunakan alat berat. Itu untuk mempercepat proses," jelasnya.

Pada sisi lain, Sundoro mengingatkan masyarakat Karanganyar yang tinggal di lokasi rawan bencana alam tanah longsor. Ia mengingatkan agar waspada terhadap tanda-tanda alam.

Pelaku Penembakan Mobil Alphard Di Jl Monginsidi Solo Tertangkap Saat Hendak Naik Bus Ke Bekasi

Sundoro mencontohkan apabila hujan deras selama beberapa jam maka masyarakat ia minta keluar rumah atau mengungsi ke rumah kerabat. Langkah itu mengantisipasi dampak bencana alam tanah longsor maupun lainnya.

"Selalu kami sampaikan melalui grup Whatsapp berisi camat se-Kabupaten Karanganyar. Agar disampaikan ke kades atau lurah waspada dengan daerah sekitar terutama di wilayah zona rawan longsor. Kesiapsiagaan itu penting."



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom