Hujan Disertai Angin, Rumah Warga Sukoharjo Rusak Tertimpa Pohon Tumbang
Petugas BPBD bersama sukarelawan dan warga mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa sejumlah rumah di Kabupaten Sukoharjo pada Minggu (22/11/2020). (Istimewa/BPBD Sukoharjo)

Solopos.com, SUKOHARJO-- Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Sukoharjo pada Minggu (22/11/2020) dini hari. Selain pohon bertumbangan, hujan dan angin kencang mengakibatkan sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto menyebutkan sejumlah rumah mengalami kerusakan karena tertimpa pohon ambruk setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang. Di antaranya rumah milik Sudomo di Dukuh Krajan RT 003 RW 006 Desa Krajan, Kecamatan Gatak. Pohon tumbang mengenai bangunan rumahnya hingga mengalami kerusakan berat.

"Rumah rusak dengan kerugian ditaksir Rp25 juta. Beruntung tidak ada korban saat pohon tumbang dan menimpa rumahnya," katanya kepada Solopos.com.

Selain rumah Sudomo, pohon tumbang menimpa bangunan kandang milik Narno, warga Gupit, Kecamatan Nguter. Kandang tersebut tidak berat tertimpa pohon. Angin kencang ini juga menumbangkan pohon-pohon yang berada di pinggir jalan. Proses evakuasi dilakukan tim BPBD bersama sukarelawan dan warga Minggu pagi.

"Hujan deras dan angin kencang yang terjadi menumbangkan pohon-pohon dan membuat rumah warga rusak," katanya.

Sampaikan Pedoman Ubah Laku dengan Bahasa Ibu

Evakuasi

Proses evakuasi langsung dilakukan tim BPBD dibantu instansi terkait lainnya. Evakuasi dilakukan dengan menggunakan gergaji mesin memotong setiap bagian pohon.

Evakuasi membutuhkan waktu yang cukup lama. Selain itu evakuasi dilakukan terhadap pohon-pohon yang tumbang dan menutup akses jalan. Pohon tumbang tersebut langsung dibersihkan agar akses jalan terbuka dan bisa dilalui kendaraan. Pendataan bangunan rusak dan pohon tumbang akibat terdampak angin kencang masih terus dilakukan.

"Kami juga melakukan koordinasi dengan PLN karena aliran listrik padam," katanya.

Sejauh ini, dia mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pihaknya meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang selama beberapa pekan kedepan. Potensi angin kencang meningkat seiring peralihan musim dari kemarau ke penghujan.

Wilayah potensi diterjang angin puting beliung menyebar di Kabupaten Sukoharjo. Angin kencang tersebut menumbangkan pohon hingga rumah. Guna mengantisipasi hal itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk mulai memangkas dahan pohon yang rimbun kemudian mengecek bangunan rumahnya masing-masing.

Gunung Merapi Luncurkan Guguran Material Ke Kali Lamat Sejauh 1 Km

Pohon Tumbang di Solo

Petugas DLH Kota Solo mengangkut pohon waru yang ambruk di Jl. K.H Samanhudi, Kecamatan Laweyan, Solo, Minggu (22/11/2020). (Wahyu Prakoso/Solopos)
Petugas DLH Kota Solo mengangkut pohon waru yang ambruk di Jl. K.H Samanhudi, Kecamatan Laweyan, Solo, Minggu (22/11/2020). (Wahyu Prakoso/Solopos)

Sementara di Solo, satu pohon ambruk di Jl. K.H Samanhudi, Kecamatan Laweyan, Minggu dini hari.

Kasi Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup Kota Solo, Didik Suprihanto, menjelaskan mendapatkan satu laporan pohon waru ambruk Minggu dini hari saat hujan lebat. Pohon ambruk tidak sampai menimpa orang atau pengguna jalan.

"Semalam ada dua laporan pohon ambruk. Satu dahan pohon ambruk di depan TMP [Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti]," kata dia kepada Solopos.com saat evakuasi pohon di Jl.K.H Samanhudi.

Dia menjelaskan, salah satu penyebab pohon waru ambruk karena kondisi akar pohon tidak kuat. Batang pohon di buang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Putri Cempo.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom