Hujan Deras, Pos Kamling di Madiun Ambrol dan Hanyut ke Sungai

Hujan deras yang mengguyur Kota Madiun, Jawa Timur (Jatim), Kamis (13/1/2022) sore, membuat sejumlah fasilitas warga rusak, salah satunya pos kamling.

 Kondisi pos kamling yang ambrol dan terbawa arus Kali Piring, Kamis (13/1/2022). (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Kondisi pos kamling yang ambrol dan terbawa arus Kali Piring, Kamis (13/1/2022). (Istimewa)

Solopos.com, MADIUN — Hujan deras mengguyur wilayah Kota Madiun pada Kamis (13/1/2022) sore. Akibatnya, talut sepanjang 30 meter di Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, ambrol.

Talut sepanjang 30 meter itu ambrol setelah debit air di Kali Piring naik akibat hujan deras yang mengguyur wilayah kota.

PromosiIsu Strategis Penentu Kelancaran Pemilu 2024

Warga sekitar lokasi, Yudi, mengatakan kejadian plengsengan ambrol ini terjadi pada Kamis sore. Saat hujan deras turun membuat debit air Kali Piring.

Baca juga: Waduh! Kawanan Kera Liar Rusak Buah Durian Segulung Madiun

Selain bangunan talut yang ambrol, kata dia, pos kamling yang ada di pinggir sungai pun ikut terbawa arus.

“Bukan hanya pos kamling saja yang terbawa arus sungai. Tetapi juga ada pohon tumbang yang ikut terbawa arus sungai,” kata dia, Jumat (14/1/2022).

Meski sempat khawatir, Yudi menuturkan air tidak sampai meluber ke jalan dan masuk ke rumah warga. Warga berharap pemkot segera merapikan pohon yang ada di sepanjang bantaran sungai yang rawan tumbang dan bisa merusak talut.

Kalaksa BPBD Kota Madiun, Jariyanto, mengatakan dari kejadian meningkatnya debit air di Kali Piring membuat pos kamling yang ada di atas talut ikut terseret di sungai.

Baca juga: Hujan Deras Bukan Penyebab Utama Banjir di Madiun, Ini Penjelasan BPBD

“Sudah diamankan aset lingkungan berupa pos kamling bersama barang-barangnya. Nantinya ditindaklanjuti Dinas PU,” kata dia.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

+ PLUS Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, praktik perkecuan atau kecu atau bandit sosial menempati posisi tertinggi tindak kriminalitas di wilayah Vorstenlanden Surakarta atau Soloraya, yang terjadi akibat kesenjangan status sosial yang tinggi, serta pengaruh kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Berita Terkini

Telaga Ngebel Bakal Dilengkapi Air Mancur, Butuh Berapa Miliar Rupiah?

Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berencana membangun water fountain atau air mancur untuk memperindah Telaga Ngebel.

Nahas, Petani Berusia 80 Tahun di Ponorogo Ditemukan Tewas di Sumur Tua

Seorang petani berusia 80 tahun di Ponorogo ditemukan meninggal dunia di sumur tua.

Hasil Riset Kesdas, 4 dari 10 Orang Ponorogo Menderita Hipertensi

Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo mencatat setidaknya ada empat dari 10 orang di Ponorogo menderita hipertensi.

Bermodus Kemasan Bubuk Kopi, BNNP Jatim Bongkar Peredaran Ganja 16,9 Kg

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur membongkar peredaran narkoba jenis ganja dengan barang bukti sebanyak 16,9 kilogram.

Korban Meninggal Kecelakaan di Tol Surabaya Bertambah Jadi 15 Orang

Korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto bertambah menjadi 15 orang.

Sopir Bus Kecelakaan Maut di Tol Surabaya Ditetapkan Jadi Tersangka

Sopir bus PO Ardiansyah yang mengalami kecelakaan maut di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto ditetapkan sebagai tersangka.

Mantap! Pemkot Madiun Bangun Pondok Lansia, 2023 Sudah Bisa Ditempati

Pemerintah Kota Madiun kini tengah membangun pondok khusus bagi warga lanjut usia.

Jos! Pemkab Ponorogo Raih Opini WTP 10 Kali Berturut-Turut dari BPK

Pemkab Ponorogo berhasil mempertahankan selama sepuluh tahun berturut-turut mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

2 Pelaku Pembalakan Liar Hutan di Ponorogo Ditangkap, 3 Pelaku Diburu

Dua dari lima pelaku pembalakan liar hutan lindung di Kabupaten Ponorogo berhasil dibekuk.

Awalnya Flu & Kejang, Puluhan Sapi di Magetan Terkonfirmasi Positif PMK

Puluhan ekor sapi di Kabupaten Magetan terkonfirmasi positif PMK dengan gejala awal flu dan kejang-kejang.

Kreatif! Kakek-Kakek di Madiun Ini Ubah Limbah Kayu Jadi Miniatur Truk

Seorang kakek-kakek di Kabupaten Madiun ini mengubah limbah kayu menjadi kerajinan truk yang bernilai ekonomi.

Sadis, Pemuda Bunuh Teman Kencannya Pakai Pisau di Hotel Kediri

Pemuda asal Jombang membunuh teman kencannya di salah satu hotel di Kediri.

Waduh, 2 Ekor Sapi di Madiun Suspek PMK, Ada Luka di Mulut dan Kaki

Dua ekor sapi di Kabupaten Madiun dinyatakan suspek penyakit mulut dan kaki (PMK).

9 Rumah di Pasuruan Dihantam Truk Bermuatan Pasir, Diduga Rem Blong

Dump truk berpelat nomor M 8148 UG bermuatan pasir batu menabrak sembilan bangunan rumah warga di Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (18/5/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Belum Direlokasi saat Revitalisasi Dimulai, Pedagang Pasar Sleko Ngeluh

Sejumlah pedagang Pasar Sleko, Kota Madiun, mengeluh karena belum direlokasi saat proyek revitalisasi pasar tersebut dimulai.