Hujan Deras, Pagar Halaman SMPN 2 Jatiroto Wonogiri Roboh
Warga bekerja bakti di lokasi talut halaman rumah warga ambrol di Dusun Lemah Mendak RT 001/RW 014, Desa Kepuhsari, Manyaran, Wonogiri, Senin (3/2/2020). (Istimewa/BPBD Wonogiri)

Solopos.com, WONOGIRI — Sejumlah wilayah di Wonogiri terdampak bencana banjir setelah diguyur hujan deras beberapa jam pada Minggu (2/2/2020). Akibatnya, beberapa pemukiman tergenang air serta talut rumah ambrol.

Hujan lebat yang cukup lama itu juga merobohkan pagar halaman SMPN 2 Jatiroto, Kecamatan Jatiroto. Pagar sepanjang lebih kurang 18 meter dengan tinggi lebih kurang 1 meter itu roboh pukul 12.00 WIB. Pagar itu menimpa jalan beton di samping sekolah.

Slamet Budiono dan Rahmat Hidayat Batal Gabung Persis Solo

Saat peristiwa terjadi tidak ada orang di dekat pagar. Kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta. Warga setempat sudah membersihkan puing-puing pagar agar tak menganggu warga yang melintas di jalan

“Saat itu hujan deras yang disertai angin kencang juga merobohkan pohon di Lingkungan Pencil RT 001/RW 003, Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri. Batang pohon menutup jalan sehingga akses jalan sempat terganggu. Tak lama personel sukarelawan dan warga bisa mengatasinya,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, saat dimintai konfirmasi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin (3/2/2020), banjir terjadi di Dusun Bulu, Desa Baleharjo, Eromoko. Air sungai yang meluap menggenangi jalan dusun hingga masuk ke empat unit rumah warga. Air sungai mulai meluap pukul 16.00 WIB atau setelah beberapa lama hujan deras mengguyur.

Pakai Profil Facebook Palsu, Bodong Perkosa 2 Perempuan di Semarang Hingga Luka

Genangan di jalan dusun dan permukiman saat itu mencapai 30 cm-50 cm. Penghuni rumah yang terdampak dapat menyelamatkan diri sebelum genangannya tinggi. Selang satu jam banjir surut.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka. Kerugian yang dialami warga ditaksir Rp300.000. Banjir akibat air sungai meluap juga terjadi di Desa Panekan [Eromoko]. Satu rumah tergenang. Ada juga tebing sungai di Eromoko yang longsor,” jelas Bambang.

Pada hari yang sama, talut halaman rumah Warino, 55, warga Dusun Lemah Mendak RT 001/RW 014, Desa Kepuhsari, Manyaran, sepanjang 30 meter dan tinggi 7 meter, ambrol menimpa dinding rumah Pandi. Akibatnya, dinding rumah Pandi berstukrut kayu (gebyok) roboh.

Diperiksa Soal Investasi Bodong MeMiles, Siti Badriah Cuma Ngaku Ini

Beruntung, saat itu penghuni rumah tak berada di dekat dinding, sehingga mereka selamat. Sebelum dinding rumah selesai diperbaiki, Pandi akan mengungsi di rumah saudaranya.

“Warga sekitar bersama personel polisi, TNI, dan sukarelawan memulihkan kondisi sesaat setelah kejadian. Kegiatan dilanjutkan pagi tadi [Senin]. Peristiwa terjadi pukul 19.15 WIB setelah hujan lebat reda. Total kerugian yang dialami warga diperkirakan mencapai Rp80 juta,” imbuh Bambang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho