Hujan Deras, 9 Rumah Belakang Kantor Pos Klaten Kebanjiran
Warga Kampung Ngepos, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah membersihkan rumah dari sisa air banjir luapan sungai yang melintas di kampung tersebut, Jumat (7/2/2020) siang. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Sekitar sembilan rumah di Kampung Ngepos, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah kebanjiran, Jumat (7/2/2020) siang. Air cepat surut seiring menurunkan debit air sungai yang melintas di kampung tersebut.

Peristiwa kebanjiran itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Air mulai surut sekitar pukul 14.30 WIB seiring hujan yang mengguyur sejak pukul 13.00 WIB mulai reda. Ketua RW 06, Kampung Ngepos, FX Ngadiman, mengatakan air sempat masuk ke rumahnya yang berada di tepi sungai dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter.

3 WNI Terisolasi di Wuhan China, Menkes: Cek Masih Mau Pulang atau Tidak

“Karena memang hujannya sangat deras. Selain itu, air yang dari jalan sudah tidak bisa masuk lagi ke sungai karena terhalang serta kondisi sungai sudah penuh,” kata Ngadiman saat ditemui wartawan di rumahnya.

Ngadiman mengatakan peristiwa rumah kebanjiran bukan kali pertama terjadi. Pada musim hujan tahun ini, rumahnya sudah dua kali kebanjiran. “Yang sering menjadi langganan kebanjiran itu ada sembilan rumah,” kata dia.

Bertabur Diskon di Solo Grand Mall, Yakin Enggak Minat?

Ngadiman menjelaskan air yang mengalir di sungai depan rumahnya berasal dari aliran got Jl. Pemuda serta wilayah hulu seperti di sekitar SMKN 3 Klaten. Dia berharap ada saluran baru di wilayah hulu agar air tak semuanya ditampung di aliran sungai yang berada di depan rumahnya.

“Kami berulang kali menyampaikan agar aliran air di wilayah hulu seperti di dekat SMKN 3 Klaten itu bisa dipecah dengan sebagian dialirkan ke Kali Lunyu. Dengan cara itu, semua aliran air dari hulu tidak masuk ke wilayah kami. Itu sudah pernah diusulkan dalam Musrenbang [musyawarah rencana pembangunan],” kata dia.

Bawang Putih di Boyolali Tembus Rp60.000/Kg, Konsumen Berhemat

Camat Klaten Tengah, Sofyan, mengatakan banjir di sejumlah rumah warga Ngepos terjadi selama 30 menit. Dia menjelaskan penyebab banjir itu lantaran ada pendangkalan serta penyumbatan aliran air menuju ke sungai.

“Semestinya memang alur sungai di wilayah hulu bisa dipecah. Akan kami usulkan melalui Musrenbang kabupaten. Laporan dari warga memang tiap hujan deras berdurasi cukup lama, air sungai akan meluap,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho