Atap warung yang terbang tertiup angin tersangkut di tiang listrik di Dukuh Gentongan, Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten, Senin (30/12/2019) sore. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Atap warung yang tengah dibangun di tepi sawah wilayah Dukuh Gentongan, Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Klaten, terbang saat terjadi hujan deras dan angin kencang, Senin (30/12/2019) sore.

Atap itu kemudian tersangkut di tiang listrik hingga membuat tiang listrik itu doyong. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat hujan deras disertai angin kencang terjadi di sejumlah wilayah Klaten termasuk Gentongan.

Kencangnya angin membuat atap warung yang masih dalam tahap pembangunan diterbangkan angin. Atap galvalum (baja ringan) dengan rangka kayu terbang hingga tersangkut di tiang serta kabel listrik tak jauh dari bangunan warung.

Peristiwa itu membuat aliran listrik di wilayah Gemblegan dan sekitarnya padam. Lantaran angin kencang terus menerjang, tiang listrik doyong.

Saat atap terbang, ada empat pekerja di dalam bangunan warung. Mereka kocar-kacir ke sawah meninggalkan warung.

Truk Tabrak Bus Usai Disalip di Sukoharjo, 10 Orang Terluka

“Warga yang tinggal di seberang warung juga berlarian menjauh dari lokasi. Saat atap mengenai tiang listrik, sempat terjadi ledakan,” kata salah satu warga Gentongan, Alek, 27, saat ditemui wartawan di sekitar lokasi kejadian.

Alek menjelaskan sekitar 30 menit angin kencang menerjang wilayah Gentongan. Arah angin terus berubah-ubah.

“Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini. Semua yang ada di dekat bangunan berlarian,” jelas dia.

Sekitar pukul 17.15 WIB, petugas dari PLN mendatangi lokasi. Mereka langsung melakukan pembersihan dan mengevakuasi atap warung yang tersangkut di tiang dan kabel listrik.

Perjalanan truk petugas menuju lokasi sempat terhambat tiang listrik doyong. Di wilayah Kampung Sendangan, Desa Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah, satu pohon mahoni ambruk hingga melintang di jalan.

Berenang di Embung Pungkruk Sragen, Warga Grobogan Tewas Tenggelam

Untuk memperlancar arus lalu lintas, petugas dari TRC BPBD Klaten dan sukarelawan memangkas pohon yang ambruk tersebut.

Tak hanya di wilayah Mojayan, pohon ambruk diterjang angin terjadi di sejumlah wilayah seperti di SMKN 1 Trucuk serta Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara.

“Sementara TRC dan sukarelawan mengevakuasi pohon tumbang yang mengganggu arus lalu lintas. Wilayah yang terdampak angin kencang masih dalam pendataan,” kata Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Klaten, Susila, di Mojayan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten