Warga melihat los di Pasar Plembon, Desa Belangwetan, Klaten Utara, yang ambruk setelah diterjang angin kencang disertai hujan deras, Senin (9/12/2019) sore. (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN -- Hujan deras disertai angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten, Senin (9/12/2019) sore. Akibatnya, sejumlah pohon tumbang dan bangunan ambruk.

Peristiwa itu juga mengakibatkan sejumlah warga terluka. Di wilayah perbatasan Wedi-Jogonalan, dua orang berboncengan naik sepeda motor terluka tertimpa pohon mahoni di tepi Jl. Ki Pandanaran yang ambruk.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.15 WIB. Saat itu, bapak dan anak, Mardi Rosidi Ari Wibowo, 40, dan Balqis Nero As Shidiq, 14, warga Desa Pakahan, Jogonalan, berboncengan mengendarai sepeda motor dari arah Sumberejo menuju Wedi.

Saat melintas di depan RS PKU Muhammadiyah Wedi, pohon mahoni ambruk diterjang angin hingga menimpa sepeda motor yang dikendarai bapak dan anak tersebut.

"Pohon yang ambruk menyebabkan anaknya yang membonceng kena dahan sementara kaki bapaknya tertimpa batang pohon," kata Adi saat ditemui wartawan di sekitar lokasi kejadian.

Pemuda Sukoharjo Nyolong Belasan Kali Demi Gaya Hidup dan Ngapelin Pacar

Setelah kejadian itu sang anak bisa menyelamatkan diri keluar dari ranting pohon yang ambruk. Sementara sang bapak terjepit batang pohon.

"Anaknya bisa keluar sementara bapaknya sempat terjepit pada bagian kaki dan bisa dikeluarkan setelah dibantu warga," jelas Adi.

Kedua korban lantas dibawa ke PKU Muhammadiyah Wedi guna mendapatkan perawatan. Sementara kondisi sepeda motor ringsek.

Mardi mengalami lecet pada kaki, tangan, serta bahu dan mata kiri lebam. Selain itu, Mardi mengalami perdarahan di hidung. Sementara Nero mengalami lecet.

"Kondisi keduanya sadar penuh. Bapaknya kami berikan pengantar untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit," kata salah satu dokter PKU Muhammadiyah Wedi, Astri.

Mendaftar Cawali-Cawawali, Politikus PDIP Solo Ini Pernah Dipenjara Karena Korupsi

Angin kencang juga menyebabkan satu los di Pasar Plembon, Desa Belangwetan, Klaten Utara, ambruk. Selain itu, pohon di kawasan pasar yang berada di tepi jalan raya Solo-Jogja itu tumbang dan atap seng sejumlah bangunan beterbangan.

Peristiwa itu bersamaan dengan bergulirnya pasar kuda di Pasar Plembon yang buka saban hari Pon pada kalender Jawa. Lurah Pasar Plembon, Agus Setiyono, mengatakan los yang ambruk berukuran sekitar 4 meter x 10 meter.

Selain merusak los, peristiwa itu menyebabkan dua orang yang berteduh di bawah los terluka. Salah satu korban yakni Ketua Paguyuban Jual-Beli Kuda Plembon, Warsito, yang mengalami luka pada bagian wajah serta punggung akibat tertimpa reruntuhan los.

Warsito dibawa ke RSU Islam Klaten guna mendapatkan perawatan. “Satu orang lagi pedagang warung bernama Ny. Kamto yang masih kerabat dengan Pak Warsito. Saat kejadian sedang istirahat sambil minum tiba-tiba ada angin hingga los ambruk. Ny. Kamto mengalami luka lecet-lecet,” kata Agus.

Gempa Gunungkidul Terasa Sampai Solo, Lantai V Kompleks Balai Kota Bergoyang

Angin kencang juga menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Ngawen. Salah satu bangunan yang rusak yakni SMPN 1 Ngawen. Gapura pintu gerbang sekolah di Desa Mayungan tersebut ambruk.

Genting di sejumlah ruangan rontok. Salah satu ruang yakni ruang kelas IX F mengalami rusak cukup parah lantaran genting rontok dan seluruh plafon ambrol. Beruntung tidak ada korban terluka akibat kejadian itu.

Salah satu guru SMPN 1 Ngawen, Sugeng Riyanto, 58, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.

“Saat kejadian seluruh siswa sudah pulang sementara sejumlah guru masih berada di sekolah karena mengisi e-raport. Suasana saat itu cukup mencekam. Kondisi awan secara cepat berubah hitam kemudian ada angin kencang dan hujan turun. Angin kencang itu menerjang sekitar 30 menit,” kata Sugeng.

Ceramah di Solo, Gus Muwafiq Kembali Meminta Maaf

Sugeng memastikan ambrolnya plafon serta rontoknya genting di sejumlah ruangan tak mengganggu aktivitas belajar mengajar lantaran ujian semester gasal sudah berakhir. Karyawan, guru, serta siswa direncanakan menggelar gotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat kejadian itu.

“Plafon yang ambrol itu dipasang sekitar 2015 lalu,” jelas Sugeng.

Hujan deras disertai angin kencang juga menerjang sejumlah wilayah Kecamatan Trucuk. Dampak angin kencang itu berada di sejumlah desa diantaranya Desa Trucuk, Sabranglor, Mireng, serta Jatipuro.

Hilang dari Day Care, Bocah Balita Ditemukan Tak Bernyawa Tanpa Kepala

Kebanyakan dampak angin kencang itu menyebabkan pohon tumbang melintang di jalan hingga bangunan. Satu rumah semipermanen di Dukuh Rejodadi, Desa Trucuk dilaporkan ambruk hingga rata dengan tanah setelah diterjang angin.

“Namun rumah itu tidak dihuni. Keluarga yang menghuni itu kini tinggal di Kabupaten Ngawi,” kata Camat Trucuk, Bambang Haryoko.

Bambang mengatakan dalam sepekan terakhir angin kencang hingga menyebabkan kerusakan dua kali terjadi di Trucuk. Tak ada korban jiwa akibat dua kali kejadian angin kencang tersebut.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten