Guguran lava pijar keluar dari Gunung Merapi terlihat dari Deles, Klaten, Rabu (30/1/2019) dini hari. (Solopos-Burhan Aris Nugraha)

Solopos.com, BOYOLALI – Hujan abu tipis kembali menerpa sebagian wilayah Kecamatan Musuk dan Boyolali Kota, Selasa (29/1/2019) malam. Sementara itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan mewaspadai hujan abu tersebut.

Hujan abu berasal dari material di puncak Gunung Merapi akibat adanya guguran lava pijar seperti yang dilaporkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui akun Twitternya @BPPTKG. 

“Selamat malam #WargaMerapi. Guguran lava pijar teramati dari CCTV pukul 20.17 WIB, ke arah hulu Kali Gendol, jarak luncur 1400 m, durasi 141 detik. Tingkat aktivitas #Merapi Waspada (Level 2). Masyarakat diimbau tetap tenang serta mewaspadai kemungkinan terjadi hujan abu lokal,” cuit BPPTKG.

Kepala Desa Sruni, Musuk, Taryono mengatakan, hujan abu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB dan berlangsung sekitar 1 jam. “Iya [ada hujan abu] tapi tipis sekali dan berlangsung kurang lebih satu jam. Abu tipis terlihat di dedaunan,” ujarnya melalui telepon, Rabu (30/1/2019) pagi.

Hujan abu tersebut tidak terlalu menggangu warga karena saat itu banyak yang sudah berada di dalam rumah. “Jam segitu kan sudah pada di rumah dan mungkin sudah pada tidur sehingga tidak masalah,” imbuhnya.

Namun dia mengakui, abu tersebut membuat rumput pakan ternak menjadi kotor. Sehingga pagi hari peternak harus membersihkannya terlebih dahulu dengan cara mengibas-ngibaskannya sebelum diberikan kepada ternak. “Ya paling [rumput] pakan ternak menjadi kotor. Tetapi karena tidak ada hujan, abu di daun menjadi kering sehingga mudah dibersihkan,” kata dia seraya menambahkan cuaca pagi hari di lereng gunung cukup cerah.

Hujan abu juga menerpa desa lain di Musuk seperti Cluntang. Tokoh masyarakat setempat, Sumarjo mengatakan hal senada dengan Taryono hujan abu yang terjadi sangat tipis. “Memang ada tadi malam, tapi ya tipis sekali,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Bambang Sinungharjo mengatakan, hujan abu tipis juga terjadi di desa lain di wilayah Musuk seperti

Desa Sangup, Mriyan, dan Ringinlarik, serta sebagian wilayah Kecamatan Boyolali Kota. “Di kota [Boyolali] juga iya tapi tipis sekali. Itu abu yang terbawa angin dari puncak Gunung Merapi akibat adanya guguran lava pada pukul 20.17 WIB tadi malam [Selasa],” kata dia.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap tetang dengan adanya hujan abu tersebut. “Kami harapkan masyarakat tetap tenang,” imbaunya.

Meski demikian, pagi ini pihaknya akan melakukan pengecekan ke beberapa desa di Musuk yang terpapar hujan abu itu. “Nanti kami akan melihat ke Musuk. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten