Hujan Abu, Petani Tegalmulyo Klaten Buru-Buru Selamatkan Tanaman

Para petani Desa Tegalmulyo, Kemalang, Klaten, buru-buru menyemprot tanaman mereka agar tidak rusak setelah diguyur hujan abu erupsi Merapi.

 Petani Desa Tegalmulyo, Kemalang, Klaten, menyemprotkan air bercampur obat jamur pada tanaman cabai yang tertutup abu tipis Merapi, Selasa (19/1/2021). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Petani Desa Tegalmulyo, Kemalang, Klaten, menyemprotkan air bercampur obat jamur pada tanaman cabai yang tertutup abu tipis Merapi, Selasa (19/1/2021). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Hujan abu dampak erupsi Gunung Merapi mengguyur wilayah Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Selasa (19/1/2021) pagi. Setelah reda, para petani ramai-ramai menyemprot tanaman cabai mereka supaya tidak rusak.

Hujan abu sebagai dampak awan panas guguran Gunung Merapi mengguyur wilayah itu pada Selasa pukul 02.27 WIB. Awan panas tercatat pada seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 209 detik. Jarak luncur sekitar 1.800 meter ke barat daya (Kali Krasak-Boyong). Tinggi kolom 500 meter di atas puncak dengan angin bertiup ke timur.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Hujan abu tipis mengguyur seluruh wilayah Tegalmulyo, Klaten. Genting rumah, tandon air, tanah, hingga tanaman memutih. Abu yang memutihkan jalan berterbangan ketika ada kendaraan yang melintas.

Kunjungi Puskesmas Manahan Solo, Gubernur Ganjar Ungkap Kelemahan Sistem Vaksinasi Covid-19

Salah satu warga Dukuh Tegalrejo, Desa Tegalmulyo, Mardi, 46, mengatakan sejak pukul 08.00 WIB menyiram seluruh tanaman cabai keriting yang ia tanam pada lahan sekitar 3.000 meter persegi.

Penyemprotan menggunakan air campur obat jamur untuk menghilangkan abu yang menempel pada tanaman. Hal itu ia lakukan untuk menyelamatkan tanaman agar tak rusak bahkan mati. Apalagi, tanaman cabai yang ia tanam sudah berbuah.

Pakan Ternak

"Kalau tidak segera kami semprot daun bisa keriting. Selain itu, cabai bisa busuk," kata Mardi saat ditemui Solopos.com di lahan pertaniannya di Tegalmulyo, Klaten, yang diguyur hujan abu.

Hujan Abu Tipis Merapi Landa Sidorejo dan Tegalmulyo Klaten

Mardi menuturkan selain berdampak ke tanaman, abu bisa berdampak pada kualitas rumput untuk pakan ternak. “Kalau rumput terkena abu, kualitasnya kurang bagus untuk ternak. Harus disemprot,” urainya.

Bagi Mardi, hujan abu Selasa itu merupakan kali ketiga sejak status Merapi siaga. Namun, selama ini hujan abu yang mengguyur tipis. “Paling tebal ya saat ini meskipun abunya juga tipis,” katanya.

Warga Tegalmulyo, Klaten, lainnya, Suwanti, 38, juga menuturkan hujan abu yang menempel pada tanaman tak bagus untuk bunga kol yang ia tanam. Namun, Suwanti memilih tak langsung melakukan penyemprotan.

Ruang Isolasi RS Kota Solo Hampir Penuh, Rumkitlap Vastenburg Kapan Dibuka?

Ia hanya berharap hujan segera turun hingga menghemat air dan tenaga untuk melakukan penyemprotan. “Kalau dijual ada abunya harganya bisa turun. Bunga kol yang saya panen saat ini nanti dicuci dulu, diangin-anginkan biar kering baru dijual ke tengkulak agar harganya tetap bagus. Saat ini harga jual ke tengkulak Rp9.000/kg hingga Rp10.000/kg,” jelasnya.

30 Menit

Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno, mengatakan hujan abu tipis mengguyur wilayah Tegalmulyo pada Selasa pagi dengan durasi lebih dari 30 menit. Guyuran hujan abu merata ke seluruh wilayah Tegalmulyo.

“Sudah beberapa kali hujan abu. Namun, meskipun saat ini tipis. Namun hujan abu yang paling tebal. Ketebalan abu yang menempel rata-rata 1 milimeter,” jelas dia.

Tekan Penularan Covid-19 Antarnakes, RSUD Karanganyar Larang Makan Bersama

Kepala Desa Tegalmulyo, Klaten, itu menjelaskan hujan abu secara langsung berdampak kurang bagus bagi tanaman. Begitu pula rumput pakan ternak.

“Dampak untuk ternak itu kalau rumput yang kena abu diberikan ke sapi, nafsu makan sapinya berkurang. Kalau dicuci, sapi juga tidak mau karena kalau dicuci justru bau amis. Ya tetap dikasihkan untuk pakan sapi. Paling tidak, sebelum diberikan rumputnya dikibas-kibaskan agar debunya hilang. Untuk pertanian terutama bunga kol dan cabai juga tidak bagus,” ungkapnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Gagal Diraih Solo, Ini Potensi 4 Kota Kreatif Unesco di Indonesia

+ PLUS Gagal Diraih Solo, Ini Potensi 4 Kota Kreatif Unesco di Indonesia

Kota Solo dua kali gagal meraih predikat The Unesco Creative Cities Network (UCCN) atau Kota Kreatif Unesco. Di Indonesia, terdapat empat kota yang sudah dinobatkan sebagai Kota Kreatif Unesco.

Berita Terkini

Disebut Tak Punya Bumel, Ini Deretan Bus Kota Legend di Sukoharjo

Masih ingat dengan deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah?

Bulan Bakti IIDI, Bagikan 1.000 Telur untuk Anak-Anak di CFD

Sebanyak 1.000 telur dibagikan dalam rangka Bulan Bakti Ikatan Istri Dokter Indonesia, yang mengusung tema dukung program prioritas nasional cegah stunting.

Warga Banjiri CFD Perdana di Jl. Mayor Kusmanto Klaten

Warga membanjiri kawasan jalan Mayor Kusmanto yang digunakan untuk area CFD.

Round Up Masalah PPDB SMA/SMK di Solo: Zonasi - Manipulasi Bikin Pusing

Sederet masalah mewarnai proses PPDB SMA/SMK di Kota Solo pada tahun ini.

Round Up Remaja Wonogiri Hilang - Hamil, Ayah Bayi Masih Misterius

Sosok ayah bayi dalam kandungan remaja Wonogiri yang hilang setahun lalu sampai saat ini belum diketahui dengan pasti.

Murah Banget! Harga Makanan di Warung Pak Solet Makamhaji Mulai Rp8.000

Harga makanan di warung makan Pak Solet, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, murah meriah, mulai Rp8.000 per porsi.

Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini: Bakal Hujan Lama

Prakiraan cuaca di Karanganyar hari ini, Minggu (3/7/2022), hujan akan turun sejak siang hingga malam.

Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini Minggu 3 Juli 2022 Hujan Siang Malam

Inilah prakiraan cuaca untuk kawasan Sukoharjo pada hari Minggu (3/7/2022).

Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini: Hujan Sejak Siang hingga Malam

Prakiraan cuaca di Sagen hari ini, Minggu (2/7/2022), hujan bakal turun dari siang hingga malam.

Waspada Hujan Siang Ini Lur! Berikut Prakiraan Cuaca Solo Minggu 3 Juli

Hujan ringan mewarnai prakiraan cuaca Kota Solo hari ini, Minggu (3/7/2022). Simak prakiraan cuaca pada jam-jam lainnya.

Hujan Lagi Lur, Ini Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Minggu 3 Juli 2022

Simak prakiraan cuaca wilayah Boyolali untuk hari ini Minggu (3/7/2022) yang tersaji lengkap.

Pemprov: Pembangunan SMAN di Pasar Kliwon Terkendala Lahan Sempit  

Pembangunan SMA negeri di Pasar Kliwon yang sudah diwacanakan sejak 2020 belum terlaksana karena terkendala lahan yang sempit. 

Ganjar Disomasi Terkait PPDB, Rudy: Malah Terkenal

Rudy, panggilan akrabnya justru menilai somasi terhadap Ganjar sebagai sesuatu yang bagus karena akan membuat Ganjar kian terkenal. 

Megawati Pusing Capres PDIP? Ini Kata Pengamat

Megawati Soekarnoputri diprediksi pusing memilih antara mementingkan internal partai atau mengikuti keinginan publik dengan mencapreskan Ganjar Pranowo.