USS Airlington. (Istimewa/navysite.de)

Solopos.com, WASHINGTON - Pemerintah AS menyetujui pengiriman sistem pertahanan rudal Patriot dan kapal perang lainnya ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.

USS Arlington, kapal mengangkut marinir, kendaraan amfibi, dan pesawat tempur serta rudal Patriot, akan bergabung dengan satuan tempur kapal induk USS Abraham Lincoln. Armada itu sudah melewati Terusan Suez Mesir pada Kamis lalu dan saat ini tengah berlayar di Laut Merah.

AS menyatakan pengerahan perangkat keras militer ke kawasan itu sebagai tanggapan atas "kesiapan Iran yang meningkat untuk melakukan operasi ofensif".

Sistem rudal Patriot adalah mekanisme pertahanan terhadap pesawat, drone, rudal jelajah dan rudal balistik yang saat ini dikerahkan di Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Penjabat Sekretaris Pertahanan telah menyetujui pergerakan USS Arlington (LPD-24) dan sistem pertahanan Patriot ke Komando Sentral AS (CENTCOM) sebagai bagian dari permintaan awal pasukan untuk awal pekan ini," menurut pernyataan Pentagon seperti dikutip Aljazeera.com, Minggu (12/5/2019).

USS Arlington adalah dermaga transportasi amfibi yang membawa ratusan marinir. Diproduksi oleh Raytheon, rudal Patriot digunakan oleh AS dan beberapa negara sekutu. Awal pekan ini, satuan tugas pembom angkatan udara AS, termasuk pembom B-52, juga tiba di pangkalan udara AS Al Udeid di Qatar, kata Komando Sentral AS.

"Departemen pertahanan terus memantau dengan cermat kegiatan rezim Iran, militer dan perang proksi mereka. Akan tetapi, karena keamanan operasional, kami tidak akan membahas jadwal atau lokasi pasukan,” menurut laporan itu.

Amerika Serikat tidak mencari konflik dengan Iran, tetapi kami bersikap dan siap untuk membela pasukan dan kepentingan AS di kawasan itu.

Kantor berita Iran ISNA mengutip Ayatollah Tabatabai-Nejad di kota Isfahan yang mengatakan: "Armada miliaran dolar AS dapat dihancurkan dengan satu rudal. Jika mereka mencoba langkah apa pun, mereka akan menghadapi puluhan rudal,” katanya.

Ribuan orang Iran mengambil bagian dalam pawai pada Jumat untuk mendukung keputusan pemerintah untuk mengurangi batasan pada program nuklirnya. Iran telah mengancam untuk melangkah lebih jauh jika negara yang terikat dengan kesepakatan nuklir pada 2015 gagal melindunginya dari sanksi AS.

Saluran TV Iran menunjukkan pengunjuk rasa berbaris setelah sholat Jumat di Teheran dan mengatakan pawai serupa telah diadakan di Iran


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten