Hotman Paris Sentil Aksi SBY Laporkan Pengacara Setya Novanto

Hotman Paris Sentil Aksi SBY Laporkan Pengacara Setya Novanto

SOLOPOS.COM - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono berjalan memasuki gedung untuk melaporkan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya, kepada Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (6/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Rivan Awal Lingga)

Menurut Hotman pernyataan di muka sidang tidak serta merta bisa dipidanakan.

Solopos.com, JAKARTA – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea  mengomentari langkah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY yang melaporkan pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya. Hotman menilai laporan SBY ke Bareskrim Polri tersebut tidak perlu dilakukan.

Hotman dalam sebuah video yang beredar di Instagram, Sabtu (10/2/201) mulanya menjelaskan tentang dasar objek pidana. Menurut dia, dasar pelaporan SBY tersebut pun dipertanyakan.

"Bapak SBY melaporkan polisi, pengacara Setya Novanto. Pertanyaanya adalah apakah argumentasi dalam persidangan bisa dijadikan dasar objek pidana," kata dia dalam video tersebut.

Untuk menggambarkan kasus itu, Hotman mengungkapkan contoh kasus dalam persidangan. Yang mana hasilnya argumentasi dalam persidangan tidak dapat menjadi dasar pelaporan.

"Contoh kalau jaksa misalnya menuntut si A membunuh, ternyata si A-nya bebas oleh pengadilan, maka apakah si A bisa memenjarakan jaksa atau melaporkan ke polisi. Tentu jawabannya tidak," tegas dia.

Untuk itu, lanjut dia, SBY diminta tidak terlalu reaksioner dalam menanggapi masalah tersebut. "Jadi Pak SBY tidak perlu terlalu khawatir. Kecuali sumpah palsu baru boleh dipidana," kata dia.

Dikutip dari Liputan6.com, Jumat (9/2/2018), Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) resmi melaporkan Firman Wijaya ke Bareskrim Polri. SBY melaporkan kuasa hukum Setya Novanto atau Setnov bersama sang istri, Ani Yudhoyono.

"Saya sebagai warga negara yang menaati hukum, tetapi juga ingin mencari keadilan, secara resmi melaporkan Saudara Firman Wijaya," ujar SBY usai melapor di Bareskrim Polri, Selasa (6/2/2018).

Menurut SBY, Firman sudah mencemarkan nama baiknya dengan coba menelisik dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi e-KTP.

"Saudara Firman saya nilai telah melakukan fitnah dan mencemarkan nama baik saya berkaitan dengan permasalahan e-KTP. Selebihnya saya serahkan kepada Tuhan Mahakuasa, Allah SWT," kata Presiden keenam RI itu.

Sebelumnya, Firman Wijaya sempat menelisik adanya tanggung jawab pemerintahan terhadap proyek pengadaan e-KTP yang akan dijalankan pada 2011. Firman sempat bertanya kepada saksi Mirwan Amir yang merupakan mantan politikus Demokrat.

Berita Terkait

Berita Terkini

Salat Idulfitri di Klaten: Zona Hijau Boleh di Masjid, Zona Merah Harus di Rumah

Salat Idulfitri dipastikan bisa digelar di masjid dan lapangan di daerah Klaten yang dinyatakan aman dari persebaran Covid-19 atau daerah zona hijau dan kuning.

300 Ulama Meninggal akibat Terpapar Covid-19

Ada lima kabupaten yang melaporkan munculnya klaster tarawih yakni Brebes, Sukoharjo, Sragen, Pati, dan Purbalingga.

Manfaatkan Momen Ramadan dan Lebaran, Pameran UMKM Soloraya Digiatkan

Geliat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Soloraya menunjukkan tren positif setelah terdampak pandemi Covid-19.

Sasar Objek Wisata, Babinsa Bulu Sukoharjo Kampanyekan 5M

Koramil 03/Bulu Kodim 0726/Sukoharjo bersama Satgas Covid-19 Kecamatan Bulu terus melakukan kegiatan penegakan disiplin protokol kesehatan berupa 5M.

20.000 Pemudik Tiba di Karanganyar, Bupati: Mereka Pandai Cari Waktu Pulang

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyebut para pemudik yang tiba di Bumi Intanpari sebelum Lebaran 2021 pandai mencari waktu pulang.

Sidak Pasar Tumpah Sragen: Parkir Motor dan Oprokan di Bahu Jalan Bikin Macet

Pasar tumpah di sejumlah lokasi Kabupaten Sragen mengakibatkan kemacetan karena pedagang oprokan dan parkir kendaraan bermotor di bahu jalan.

Lebaran Virtual, ShopeePay Bagikan 4 Ide THR Unik dan Berkesan untuk Orang Tersayang

ShopeePay sediakan beragam produk dan layanan digital sebagai inspirasi THR Lebaran

Masjid Istiqlal Batal Gelar Salat Id

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar, mengatakan pilihan membatasi jemaah tak bisa dilakukan sebab kapasitas maksimal masjid 250.000 orang dan 10 Persen dari jumlah itu masih terlalu banyak.

Antisipasi Keramaian, Pemkot Solo Swab Acak Pengunjung di 3 Mal

Pemerintah Kota Solo melakukan swab acak kepada pengunjung dan pegawai di tiga mal Kota Solo pada Senin (10/5/2021) sore.

GEMBIRA, Rahasia Kak Seto Bisa Parkour di Usia 70 Tahun

Di usia nyaris 70 tahun, Kak Seto masih sanggup parkour.

Resmi! KPK Nonaktifkan Novel Baswedan dan 74 Pegawai

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, bersama 74 pegawai KPK lainnya dinyatakan tidak lolos TWK dan dinonaktifkan KPK.