Tutup Iklan

Hotman Paris Dipolisikan karena Bilang "Goblok Nih Orang", Ini Pembelaannya

Hotman Paris Dipolisikan karena Bilang

SOLOPOS.COM - Hotman Paris Hutapea di Mata Najwa beberapa waktu lalu (peristiwa dalam foto tak terkait berita). (Twitter.com)

Pengacara beken Hotman Paris Hutapea dipolisikan setelah mengatakan "goblok nih orang" dalam sebuah acara di stasiun televisi swasta.

Solopos.com, JAKARTA -- Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dilaporkan atas kasus pencemaran nama baik oleh pengacara Mahidin Jaya. Hotman disebut telah memotong pembicaraan Mahidin sebagai pelapor dan mengucapkan kata-kata yang mencemarkan nama baik.

Laporan itu tercatat pada Senin (24/10/2016) dengan nomor LP/5164/X/2016/PMJ/ DIT RSKRIMUM. Pelaporan ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono. "Iya benar, ada yang melaporkan kemarin sore." sebut Awi, Selasa (25/10/2016).

Dalam acara itu, Hotman menyatakan kata-kata yang dianggap menyinggung lawan bicaranya. "Lu enggak pakai otak, pendapat lu terlalu bodoh, bodoh banget, parah banget sih Lu, goblok nih orang," kata Hotman dalam acara itu.

Laporan ini masih akan ditelusuri oleh polisi sebelum berlanjut atau tidak ke tahap penyidikan. Namun, menurut Awi untuk memastikan benar tidaknya kalimat yang dilaporkan mengandung unsur pencemaran nama baik, pihaknya harus memanggil ahli bahasa.

Sementara itu, Hotman mengklaim bahwa ucapannya dalam sebuah acara yang disiarkan oleh sebuah stasiun televisi swasta tersebut bukanlah pencemaran nama baik. "Itu kan jelas bukan pencemaran nama baik. Yang dia laporkan itu kan yang di TV. Itu bukan pencemaran nama baik dong. Masa pendapatnya salah kita bilang benar," sebut Hotman ketika dimintai konfirmasi oleh Bisnis/JIBI, Selasa (25/10/2016).

Menurut Hotman, tindakannya menyela pernyataan Mahidin adalah untuk membuktikan kebenaran pendapatnya. Dia juga memastikan bahwa dirinya akan hadir jika kelak dipanggil oleh pihak kepolisian terkait kasus ini.

"Jadi memang kita harua buktikan pendapat kita benar dan pendapat lawan salah. Waktu itu memang dia [Mahidin] ada di situ. Jadi kalau kita katakan pendapat dia salah dan tidak berbobot, apa itu pencemaran nama baik? Kenapa dia hadir di debat tersebut kalau dia tidak berani berdebat, apalagi lawannya," jelas Hotman.

Hotman menjelaskan letak permasalahan yang terjadi. Menurutnya, dalam acara debat tersebut, Mahidin mengemukakan sebuah teori di mana saksi ahli yang diajukan jaksa lebih kuat posisinya dibandingkan saksi ahli yang diajukan pengacara. Dia pun kemudian menyela karena merasa tidak setuju dengan kalimat tersebut dan menganggap hal itu melecehkan pengacara.

"Itu melecehkan pengacara. Mana ada ketentuan itu, berarti jaksa akan selalu menang dong. Padahal teorinya bukan begitu," tegas Hotman.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah Tiwi, Pesepak Bola Putri Solo yang Tak Kapok Meski 2 Kali Cedera Engkel

Tiwi kini menjadi stopper andalan di tim sepak bola putri Putri Surakarta.

Berawal dari Acara Fashion Show, 21 Mahasiswa ISI Solo Positif Covid-19

Sebanyak 21 mahasiswa Institut Seni Indonesia atau ISI di kampus 2 Mojosongo, Solo, terkonfirmasi positif Covid-19. Tertularnya para mahasiswa itu berawal dari acara fashion show.

Inilah 12 Pabrik Gula Yang Hilang Di Soloraya, Paling Banyak Dari Klaten

Ada 12 pabrik gula di kawasan Soloraya yang hilang, padahal dulunya memiliki andil besar dalam produksi gula di Tanah Jawa.

Miris! TKW Asal Madiun Setahun Disiksa Majikan di Malaysia

TKW bernama Siti Sulikah selain dianiaya, gajinya sebagai asisten rumah tangga juga tidak dibayarkan oleh majikannya di Malaysia.

Ada 5.000 Vaksin Covid-19 untuk Pelaku UMKM & Ritel Karanganyar, Ini Link Pendaftarannya

Jatah vaksin Covid-19 dititipkan ke Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagnakerkop dan UKM) Karanganyar.

Viral di Tiktok, Ini Lirik dan Terjemahan Lagu Meurindu - Rialdoni

Lirik dan terjemahan lagu meurindu milik penyanyi Aceh banyak dicari setelah viral di media sosial, yuk simak baik-baik di sini!

Gojek Luncurkan Festival Kuliner Solo, Catat Tanggalnya

Gojek berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Solo menghadirkan Festival Kuliner Solo (FKS) yang melibatkan ratusan mitra usaha Go Food.

Kasus Covid-19 Klaster Pabrik Sepatu Karanganyar Masih Terus Bertambah, Total 113 Orang

Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 dari klaster pabrik sepatu di Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, masih terus bertambah.

Begini Cara Mengajari Anak Berwirausaha Sejak Dini

Agar buah hati termotivasi jadi pengusaha, tak ada salahnya orang tua mengajari anak berwirausaha.

Tiga Cara Menikmati Croffle Hits dari Tjemilan oleh Kopi Soe

Sebagai kedai camilan favorit masyarakat, Tjemilan oleh Kopi Soe juga menghadirkan aneka varian croffle yang dinamai #Soeffle.

Tren Naik, Kasus Covid-19 di Sukoharjo Tambah 88 Orang dalam Sehari

Kasus Covid-19 di Sukoharjo bertambah 88 orang dalam sehari pada Kamis (24/6/2021). Penambahan itu membuktikan tren penambahan kasus Covid-19 di Sukoharjo masih naik.

Bapas Solo Sebut Mediasi Kasus Perusakan Makam Oleh Anak-Anak Di Mojo Telah Selesai, Hasilnya?

Proses mediasi kasus perusakan makam Mojo, Pasar Kliwon, Solo, yang melibatkan 10 anak-anak sudah selesai dengan pendampingan Bapas.