Hotel Jadi Tempat Isolasi Mandiri, PHRI Solo Percayakan ke Manajemen
Ilustrasi layanan di hotel (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Hotel menjadi pilihan tempat isolasi mandiri di Solo. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo menyerahkan kepada manajemen masing-masing hotel terkait rencana Dinas Kesehatan Jawa Tengah (Jateng).

Dinkes Jateng bakal menggandeng perhotelan untuk dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG). Hotel bakal menjadi pilihan tempat isolasi mandiri apabila ruang isolasi di rumah sakit penuh seiring dengan terus melonjaknya kasus positif Covid-19, termasuk di Solo.

Ketua Bidang Humas dan Promosi PHRI Solo, Sistho A Sreshtho, mengatakan PHRI Solo tidak bisa memaksakan karena ini sepenuhnya menjadi kebijakan masing-masing manajemen hotel untuk mau menerima tawaran atau pun mengajukan diri sebagai tempat isolasi bagi pasien Covid-19.

Rekam Demo Omnibus Law, Warga Malah Digebrak Polisi

“Saya ingatkan, tolong dihitung baik dan buruknya. Mungkin iya secara cashflow terselamatkan, tapi juga dipikirkan bisnis ke depannya. Bagaimana supaya tamu kembali akan menginap,” ujarnya, kepada Solopos.com, Senin (19/10/2020).

Sistho menjelaskan manajemen hotel di Solo juga mesti mempertimbangkan bagaimana hubungan dengan masyarakat sekitar apabila memutuskan setuju untuk menjadi tempat isolasi mandiri Covid-19. Bagaimana pun hotel tidak bisa bekerja sendiri. Sektor perhotelan butuh dukungan dan partisipasi warga agar tetap bisa beroperasi dengan baik.

Dalam hal ini, pihaknya berharap manajemen hotel memperhatikan syarat-syarat tersebut sebelum memutuskan menerima atau pun menolak tawaran yang mungkin datang dari Dinkes Jateng atau pun PHRI Jateng.

Warganet Indonesia Duduki Instagram Rapper DPR Live

“Mohon dipertimbangkan hal ini sebelum memutuskan karena efeknya berkelanjutan. Kalau di PHRI Solo belum ada permintaan penawaran mengenai hal ini. Selain itu, belum ada pembahasan mengenai hal ini,” imbuhnya.

Tawaran Layani Isolasi

Di sisi lain, ia sebagai General Manager The Alana Hotel and Convention Solo juga tidak akan mengambil jika ada penawaran ke hotel untuk dijadikan tempat isolasi pasien. Keputusan ini sesuai dengan arahan Archipelago International, jaringan operator hotel yang menaungi Alana.

“Alana sesuai arahan dari pusat tidak mengambil tawaran ini. Pertimbangannya banyak sekali, seperti kepercayaan tamu dan sebagainya,” paparnya.

ARMY Tak Siap Lepas Member BTS untuk Wajib Militer

Sementara itu, Fave Hotel Solo juga mengaku tidak menerima tawaran hotelnya menjadi tempat isolasi mandiri pasien Covid-19. Public Relations Fave Hotel Solo, Nonik Ratna Dewi, menegaskan kebijakan dari manajemen untuk tidak menerima hal tersebut.

“Imbasnya nanti ke semua, tamu-tamu dan staf. Kami saja selalu mewanti-wanti agar rekan-rekan kami jaga diri dan kesehatan. Apalagi saat ini posisi hotel tumbuh bagus sehingga banyak tamu yang datang,” katanya.

Menurutnya, banyak tamu repeater yang sudah memesan kamar. Begitu juga dengan sejumlah biro perjalanan wisata yang membawa customer-nya untuk berwisata ke Kota Solo. Pihaknya mengakui memang ada beberapa penawaran masuk dari instansi untuk isolasi mandiri bagi tenaga medis. “Kami tidak bisa menerimanya karena kami konsen pada kenyamanan dan kesehatan tamu dan staf. Ini adalah prioritas kami,” jelasnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom