HOTEL DI JATIM : Hotel Jatim Harapkan Inovasi Wisata Dongkrak Okupasi
Ilustrasi hotel budget di Surabaya (budgethotelsurabaya.blogspot.com)

Hotel di Jatim berharap inovasi wisata mampu mendongkrak okupasi.

Solopos.com, SURABAYA — Kalangan pengusaha perhotelan di Jawa Timur menyambut baik rencana pemerintah yang ingin membuat terobosan inovatif untuk menggenjot kedatangan wisatawan asing dengan target kunjungan mencapai 20 juta orang pada 2019.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur bahkan memprediksi bakal terjadi peningkatan hunian hotel di Jatim hingga dua kali lipat atau okupasi hotel di Jatim bisa mencapai lebih dari 65%.

Ketua PHRI Jawa Timur M. Sholeh mengatakan memang selama ini upaya pemerintah belum maksimal dalam mempromosikan pariwisata Jatim, termasuk perbaikan infrastruktur atau akses menuju lokasi wisata serta pengelolaan tempat wisata yang belum profesional.

Anggaran untuk mendukung sektor pariwisata hanya di bawah 3%, sementara idealnya untuk menggenjot kunjungan wisatawan terutama mancanegara diperlukan anggaran 4%-5%. “Kalau benar-benar terobosan itu dijalankan secara komprehensif, saya yakin tingkat huninan hotel di Jatim bisa melebihi Bali dan Jakarta,” katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di Surabaya, Kamis (25/6/2015).

Apalagi, lanjut Sholeh, Jatim sesungguhnya memiliki sekitar 770 destinasi wisata menarik, atau jauh lebih banyak dibandingkan Bali. Saat ini, tingkat hunian di Bali rerata mencapai 60%, sedangkan di Jatim masih 50%. Berdasarkan tingkat kunjungan, Jawa Timur termasuk masih berada pada ranking 6.

Selain itu, sambung Sholeh, pemerintah daerah sejatinya juga memiliki Badan Promosi Pariwisata Daerah Jatim, tetapi kucuran dana untuk badan promosi sangat kurang. Namun begitu, kegiatan Jatim Travel Mart yang digelar pemerintah setiap tahun sejauh ini cukup memberikan kontribusi bagi industri perhotelan.

Adapun destinasi pariwisata yang ada di Jatim kebanyakan dikunjungi oleh wisatawan dari kawasan Asia seperti Malaysia, Singapore, dan Tiongkok.

Inovasi Promosi
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan anggaran promosi pariwisata di Surabaya tahun ini adalah Rp3 miliar. Angka tersebut sama dengan anggaran pada tahun lalu.

“Tetapi model promosi kami berkembang, tidak hanya dipromosikan keluar negeri tetapi juga melalui iklan, juga airport television,” ujarnya.

Diketahui pemerintah telah membuat terobosan inovatif pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisman. Salah satu di antaranya seperti menerbitkan peraturan presiden tentang bebas visa kunjungan untuk 30 negara, dan sejumlah rencana inovatif lainnya.

Sementara itu, menurut Head of International Hospitality and Tourism Business Universitas Ciputra, Agoes Tinus Lis Indrianto, peraturan bebas visa itu hanya sebagai pembuka pintu masuk bagi wisatawan, sedangkan yang perlu dibenahi juga adalah akses dan bagaimana mengemas destinasi wisata menjadi menarik bagi wisman.

“Kalau pintunya saja dibuka, wisman juga enggan untuk datang kalau tidak ada yang menarik untuk dikunjungi. Namun, kebijakan bebas visa tersebut sudah menjawab satu PR di sektor ini,” katanya.

Okupansi Ramadan
Memasuki momen Ramadan 2015, okupasi hotel di Jatim anjlok menjadi 40% setelah sebelumnya sempat merangkak naik mencapai 60% yang disebabkan oleh adanya kebijakan pemerintah yang mencabut larangan PNS menggelar rapat di hotel.

Meski Juni ini merupakan musim liburan sekolah tetapi tidak bisa mempengaruhi pertumbuhan okupansi lantaran libur sekolah juga bertepatan dengan momen bulan puasa. “Walau ada liburan, mungkin orang enggan untuk melakukan liburan saat puasa. Meski begitu pada Ramadan tahun ini, okupasinya sudah lebih baik dibandingkan Lebaran tahun lalu,” imbuh Sholeh.

Dia menambahkan, PHRI Jatim optimistis jika sampai akhir tahun ini okupansi hotel bakal meningkat setidaknya mencapai 55%-56%.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom